Menguak Fakta di Balik Beragam Tradisi Larangan untuk Calon Pengantin Jelang Nikah. Kamu Percaya?

Larangan pamali calon pengantin

Ada begitu banyak hal yang perlu diperhatikan menjelang pernikahan. Mulai dari persiapan tempat, gaun pengantin, katering, undangan untuk para tamu, dan masih banyak lagi. Calon pengantin juga melakukan berbagai persiapan pribadi seperti merawat tubuh dan rambut. Pokoknya banyak deh yang harus dilakukan~

Advertisement

Di sisi lain, sebagian orang Indonesia percaya kalau ada pamali atau pantangan untuk calon pengantin menjelang pernikahan. Pantangan-pantangan ini berasal dari tradisi atau kepercayaan zaman dulu. Sampai sekarang masih ada yang percaya, tetapi ada juga yang nggak percaya. Lantas sebaiknya kita bersikap gimana? Supaya nggak terjebak tradisi yang belum valid secara ilmiah, yuk pahami dulu logika dan fakta di balik larangan tersebut!

1. Menjelang pernikahan, ada kepercayaan kalau calon pengantin nggak boleh bepergian jauh. Nah, ternyata ini sih lebih demi keamanan~

Bepergian naik mobil / Credit: Anthony Fomin via unsplash.com

Kata orang-orang tua, calon pengantin dilarang bepergian jauh. Apalagi kalau akad dan resepsi pernikahan hanya dilakukan di dalam kota, sebaiknya mereka nggak pergi ke luar kota dulu. Kenapa ya? Kalau ditarik logikanya, pantangan ini bertujuan untuk menjaga keamanan calon pengantin. Sebab mereka bisa mengalami kecelakaan atau hal-hal nggak diinginkan lainnya dalam perjalanan. Tetapi seandainya tetap harus pergi jauh, hati-hati dan waspada ya.

2. Katanya, calon pengantin cewek maupun cowok nggak boleh potong rambut! Tujuannya untuk menghindari kesalahan penampilan

Potong rambut / Credit: Antonio Reynoso via unsplash.com

Kepercayaan ini kerap membuat calon pengantin bingung dan keheranan. Memangnya kenapa nggak boleh potong rambut? Secara logika, pantangan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan penampilan. Soalnya bisa aja kan rambut kita malah kelihatan lebih jelek setelah dipotong. Kalau cewek sih bisa ditutupi dengan sanggul, tetapi cowok susah disamarkan. Seandainya ingin tetap potong rambut, pilihlah salon yang terpercaya agar hasilnya bagus.

Advertisement

3. Kalau punya cincin tunangan, jangan memindahkannya dari jari manis ke jari yang lain. Ya mungkin supaya nggak hilang~

Cincin tunangan / Credit: Samantha Gades via unsplash.com

Seandainya pantangan ini dilanggar, katanya rumah tangga yang dibangun bakal mendapat kesialan. Tetapi sebaiknya kita nggak percaya mentah-mentah. Kalau dipikir secara akal sehat, kepercayaan itu muncul supaya calon pengantin lebih hati-hati dalam menjaga cincin tunangan. Sebab ada kemungkinan cincin terjatuh atau hilang kalau dipindahkan dari satu jari ke jari lainnya. Tetapi kalau mau tetap memindahkannya, boleh aja kok asalkan hati-hati.

4. Menjelang pernikahan, kita juga dilarang kontak-kontakan dengan mantan pacar. Tujuannya supaya bisa lebih menjaga hati

Bertemu mantan pacar / Credit: Priscilla Du Preez via unsplash.com

Terlepas dari kepercayaan lokal atau bukan, larangan ini cukup masuk akal sih. Sebab keberadaan mantan pacar memang bisa menjadi godaan menjelang pernikahan. Bahkan ini bisa menyebabkan pertengkaran dengan calon istri atau suami. Jadi sebaiknya jauhi mantan pacar dulu. Kalau harus banget berhubungan, misalnya karena pekerjaan atau hal penting lainnya, jagalah hati dengan baik dan beritahu pasangan kita terlebih dulu agar nggak salah paham.

5. Menurut kepercayaan Jawa, calon pengantin cewek dan cowok nggak boleh bertemu menjelang pernikahan alias dipingit. Kenapa ya?

Advertisement

Calon suami dan istri / Credit: Priscilla Du Preez via unsplash.com

Tradisi pingitan masih dijalankan oleh sebagian orang Jawa. Calon pengantin cewek dan cowok nggak diperbolehkan bertemu selama 40 hari menjelang pernikahan. Kalau dilanggar, konon bakal ada kesialan dalam pernikahan tersebut. Apa ya alasan di baliknya? Kemungkinan sih, larangan bertemu ini bertujuan untuk meningkatkan surprise di antara kedua calon mempelai. Mereka bakal merasa rindu kalau lama nggak bertemu sehingga semakin romantis saat hari-H~

Tetapi demi kepraktisan, banyak orang yang sudah nggak menjalankan tradisi pingitan ini. Apalagi kalau mereka menyiapkan pernikahan sendiri tanpa wedding organizer, tentu harus sering-sering bertemu supaya persiapannya lancar.

Jadi sebetulnya, deretan pantangan untuk calon pengantin ini boleh diterapkan maupun nggak. Tergantung kepercayaan dan kondisi masing-masing aja. Seandainya memilih untuk nggak mengikutinya, cukup ambil intisari dari pantangan itu supaya pernikahan berjalan lancar.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE