4 Pelajaran tentang Cinta dan Keluarga dari Drama Uwu Korea, Hospital Playlist

life lesson hospital playlist

Sudah tamat nonton drama Korea, Hospital Playlist?

Advertisement

Tos dulu nih buat yang sudah! Hehe~ Yap, buat kamu para pencinta drama Korea pasti tahu dong sama judul drama yang baru saja tamat beberapa waktu lalu ini. Drama yang mengisahkan persahabatan dan pergumulan batin para dokter muda ini begitu hangat dan sarat akan pesan moral. Kisahnya sih simpel, sederhana dan hampir nggak ada tokoh antagonisnya. Alurnya pun sedikit lambat di awal, tapi percaya deh kalau sudah hanyut sama ceritanya, pasti ketagihan dan susah move-on selepas tamat.

Tapi jangan cemas, karena konon katanya mereka bakal memproduksi Hospital Playlist atau Wise Docotor Life musim kedua yang rencananya bakal tayang tahun 2021 mendatang. Sembari menanti dengan penuh penasaran dan sambil tebak-tebakan kelanjutannya seperti apa, kali ini Hipwee Wedding mau mengajak kamu merenung sedikit soal 5 pelajaran penting tentang cinta dan hubungan dari drama ini. Siap? Yuk simak!

*Hati-hati dengan spoiler buat yang belum menonton. Hipwee akan berusaha sehati-hati mungkin dengan spoiler-nya ya, hehe :p*

Advertisement

1. Tetap tenang dan belajar tak berburuk sangka adalah hal terpenting dalam menghadapi konflik dalam hubungan seperti yang dialami pasangan gemas Kim Jun-wan dan Lee Ik Sun di drama ini~

Credit: IMDB via www.imdb.com

Kim Jun Wan sempat kaget saat mendengar berita bahwa sang kekasih, Lee Ik Sun mendapatkan beasiswa studi keluar negeri dari orang lain. Namun alih-alih memarahi Ik Sun, Jun Wan yang sebenarnya sifatnya meledak-ledak justru berusaha tetap tenang dan mengajak bicara Ik Sun bicara setelah emosinya mereda. Ia percaya, Ik Sun pasti punya alasan kenapa dia tak langsung mengabarkan berita tersebut kepada Jun Wan. Poinnya, marah itu manusiawi, tapi kita bisa meminimalisir konflik kalau kita bisa berusaha tetap kalem dan bersikap dewasa saat menghadapinya.

2. Belajarlah untuk hidup untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain agar kamu tetap dapat tegar. Termasuk dalam menyikapi hubungan yang mengecewakan

Credit: Drama Beans via www.dramabeans.com

Ada satu adegan ketika salah satu pasien Lee Ik Jun menolak minum obat dan menolak dirawat lantaran tak ingin hidup dengan menggunakan liver suaminya yang ditransplantasikan di dalam tubuhnya. Menurutnya, donasi liver tersebut hanyalah kompensasi rasa bersalah dari suami yang telah mengkhianati pernikahan mereka.

Saat dinasihati oleh Lee Ik Jun, pasien tersebut justru geram dan menganggap Lee Ik Jun tak tahu apa-apa soal hidup susah dan kesedihan. Menghadapi kejadian ini, Ik Jun kemudian akhirnya menceritakan kisah perceraian dan perselingkuhan sang istri. Ia pun merasakan rasa amarah, kesal, dan malu. Namun ia kemudian menyadari, apa yang dilakukannya sia-sia. Ia pun bangkit kembali dan berusaha menjalani hidup dengan sebaik-baiknya bersama sang anak. Ik-Jun mengatakan kepada pasien itu agar menjalani pengobatan demi dirinya sendiri, bukan karena orang lain. Jangan pernah sia-siakan waktu untuk meratapi sesuatu yang sudah terjadi. Mendengar hal tersebut, pasien tersebut pun akhirnya tersadar dan mau minum obat dan menjalani perawatan.

Advertisement

3. Menikah bukan perlombaan. Ada relasi yang lebih penting untuk dirawat dan dijaga, yaitu relasi dengan diri sendiri. Seperti yang dijalani oleh Chae Song Hwa yang hingga menginjak usia 40 tetap betah melajang~

Credit: IMDB via www.imdb.com

Beda dengan dua orang temannya yang menikah dan malah bercerai karena merasa tak cocok dengan pernikahan yang dijalani, Song Hwa yang dinilai ‘sempurna’ dari segala segi justru menikmati segala apa yang dikerjakannya, seorang diri. Pacaran iya, tapi saat dikhianati ia tak begitu ambil pusing dan memilih untuk move-on. Ia belajar dengan giat, bekerja dengan penuh passion, hidup mandiri dan menjalani hobi hiking yang dicintainya, dengan atau tanpa teman yang menemaninya pergi. Sosoknya powerful dan super charming banget di drama ini!

Meski terus didesak soal pasangan, Song Hwa tetap memilih melajang. Bukan berarti menikah itu salah ya, tapi bertahan dengan standarmu dan menolak menikah hanya karena ‘usia’ apalagi anggapan sosial itu sah-sah saja dilakukan. Toh setelah menikah, kamu yang menjalani kan, bukan orang lain. Percayalah, kalau jodoh mah nggak akan kemana, usia berapapun~

4. Terakhir, para penonton diajak untuk mengingat kembali pentingnya relasi bersama keluarga. Setelah menikah dan berumah tangga, keluarga seharusnya memang jadi prioritas utama

Credit: IMDB via www.imdb.com

Banyak konflik keluarga yang terjadi di drama ini, mulai dari perselingkuhan, perceraian sampai konflik dengan orang tua. Namun, di dalamnya juga terselip pesan-pesan bahwa sampai kapanpun, keluarga seharusnya selalu jadi yang utama. Orang tua kita, saudara-saudara kita adalah support system terbaik. Oleh karena itu, memilih pasangan hidup dan menjalin hubungan dengan baik bersama anggota keluarga sangat penting agar kelak kita bisa membangun support system yang solid juga untuk anak-anak kita.

Drama ini memang relatif sederhana dan nggak neko-neko. Meski berlatar tentang kehidupan seputar rumah sakit dan meja operasi, namun drama ini juga penuh dengan pesan tentang persahabatan, cinta dan profesionalisme dunia kerja. Kamu yang mencintai drama Reply 1988, Reply 1994 dan Reply 1997 tentu juga bakal cinta banget sama drama ini karena memang sutradaranya sama, yaitu Shin Won Ho. Selain lucu, drama Hospital Playlist ini juga mengajak para penontonnya sesekali nostalgia dan mengingat-ngingat kembali momen hangat bersama teman sekolah serta keluarga tercinta. Ugh, nggak sabar nih nunggu lanjutannya di Hospital Playlist season kedua!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE