BAB di Celana, Batita Dibantai Ayah Tiri. Perhatikan 5 Hal ini Saat si Kecil akan Punya Ayah Baru

menikah setelah bercerai

Selama ini mungkin kita hanya mendengar kisah tentang kejamnya ibu tiri di sinetron-sinetron saja. Sedangkan di dunia nyata orang tua tiri bisa jadi sebaik Ashanty atau Richard Kyle. Tapi ternyata dua hal tersebut tak selamanya demikian lo. Di dunia nyata ada juga seorang ayah tiri dari Malang bernama Ery Age Anwar (36) yang tega membunuh anaknya (AA) yang berusia 3 tahun. Yang membuatnya semakin miris adalah alasan pembunuhan ini karena sang anak buang air besar di celana.

Advertisement

Dilansir dari The Asian Parent, tersangka menyuruh anaknya ke kamar mandi setelah BAB di celana, ia menyiram  dengan air dan melakukan kekerasan seperti memukul, menendang, dan menginjak bagian perut dan punggung hingga menyebabkan adanya pendarahan di usus besar,  AA juga dibalik dengan posisi kaki di atas, kepala di bawah. Ia menganiaya hingga si anak meninggal.

Hal tersebut terdengar menyeramkan dan sadis, makanya jika kamu memutuskan untuk menikah lagi, ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa hal ini dulu. Simak yuk!

1. Jika kamu menikah dengan orang yang juga mengaku sudah bercerai, pastikan bahwa perceraiannya sudah sah di mata hukum

Pastikan miliki akta cerai/ Credit: Al Khoirot via www.alkhoirot.net

Walaupun dia terlihat sudah pisah rumah dengan istri dan sudah tak pernah bertemu lagi, pastikan bahwa ia sudah benar-benar bercerai dengan sah di mata agama dan hukum. Bukti ini berupa akta cerai yang dikeluarkan oleh pengadilan agama. Alasannya, akta ini bukan hanya sebagai bukti fisik saja, tapi demi menjauhkan masih adanya keterikatan dengan masa lalu, jika tak terbukti malah bisa jadi kamu yang bisa rugi sewaktu-waktu.

Advertisement

2. Selain hal yang bersifat fisik, kamu juga perlu tahu apakah ia sudah benar-benar selesai dengan masa lalu  secara lahir batin

Pastikan sudah move on/ Credit: Her Way via herway.net

Bukti fisik mungkin bisa membantumu secara hukum jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu. Tapi, kamu juga perlu tahu secara batin dengan mengetahui bahwa ia benar-benar sudah selesai dengan masa lalunya. Cirinya, ia tak suka membanding-bandingkanmu apalagi seperti ada nada penyesalah bahkan ia seperti ingin kembali. Dilansir dari Hello Sehat, psikolog dan penulis buku asal Amerika Serikat, Holly Parker, Ph.D. juga menyatakan bahwa pasangan yang masih membicarakan masa lalu dengan nada marah ternyata justru membuatmu harus lebih berhati-hati. Bisa jadi ia masih memiliki masalah dalam mengatur emosi dan ia juga mungkin masih terjebak di masa lalu.

3. Jangan lupa juga selidiki bagaimana latar belakangnya. Bukan berarti kepo, tapi hal ini demi kebaikanmu juga ke depannya

Selidiki dulu ya/ Credit: Shutter Stock via www.shutterstock.com

Kamu perlu tahu alasan dia bercerai jika sebelumnya melakukannya. Apakah karena tindak kekerasan yang ia lakukan atau mungkin perselingkuhan. Jika ia melakukannya di masa lalu, ada kemungkinan hal ini terulang kembali di masa depan nanti. Seperti saat akan menikah pada umumnya, kamu juga perlu mengetahui latar belakang yang ia punya. Tujuannya agar kamu tidak terjebak di orang yang salah nantinya.

4. Pastikan juga berapa lama ia bercerai serta alasan yang ia punya untuk akhirnya memilih menikahimu

Ngobrolin dulu/ Credit: Ask Men via www.askmen.com

Kamu perlu memastikan bahwa perceraiannya bukan dalam waktu yang terlalu singkat karena bisa jadi keputusan untuk menikahimu dibuat saat ia emosional atau sekadar merasa kesepian hingga merasa tak mampu mengurus anaknya sendirian. Pastikan juga emosinya sudah stabil. Jangan lupa saling terbuka untuk mengetahui alasan masing-masing menikah kembali. Visi dan misi yang sebelumnya sudah gagal juga perlu kamu diskusikan, apakah ada yang ingin kamu ubah dan sesuaikan atau terus bertahan. Pastikan kalian memiliki satu tujuan.

Advertisement

5. Melibatkan anak juga merupakan sesuatu yang penting mengingat nantinya bukan hanya kamu yang hidup dengannya

Menurut kamu omnya gimana?/ Credit: Smoresup via blog.smoresup.com

Jangan hanya karena cinta saja kamu langsung nekat menikah dengannya tanpa bertanya bagaimana perasaan anak-anak yang kamu punya. Melibatkan mereka dalam menilai pasanganmu juga perlu dilakukan karena pada akhirnya, ia yang akan menjadi orang tua baru yang berperan untuk mendidik anakmu.

Perceraian mungkin menimbulkan sebuah trauma, atau bisa jadi kamu justru gegabah untuk mengambil keputusan menikah lagi. Dengan berbagai pertimbangan yang dilakukan, diharapkan kasus serupa yang dialami AA tidak kembali terjadi nantinya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE