Bagi sebagian besar orang, bisa jadi pernikahan adalah sebuah hal yang begitu diidamkan. Bagaimana tidak, konteks pernikahan selalu identik dengan hal indah. Yap! Bayangan pacaran halal bareng pasangan akan menghiasi pikiran dan mungkin ketika membayangakannya saja sudah cukup membuat merasa bahagia.

Namun, pada kenyataannya menikah tidak pernah menjadi sesederhana yang ada di dalam pikiran. Jika kamu selama ini mengira itu bisa dengan mudah dilakukan dan tidak terpaku oleh perkara usia, maka itu menjadi sebuah hal yang kurang tepat. Pasalnya masalah kesiapan dan kemampuan menjadi hal yang wajib kamu pikirkan dengan matang.

Di bawah ini ada beberapa hal yang akan meyakinkanmu jika perkara umur bukan sebuah masalah untuk menikah, selama memang kamu sudah punya kesiapan dan kemampuan ini.

Kesiapan dan kemampuan untuk membangun rumah tangga seperti menjadi hal pokok yang disiapkan dengan matang

siap dan mampu via www.thedailyheel.com

Berbicara soal pernikahan, rasanya nggak bisa terlepas begitu saja dari bagaimana kesiapan dan kemampuan yang kamu miliki. Semua berdasar pada siap dan mampunya seseorang untuk segera membangun kehidupan baru yang disebut sebagai rumah tangga.

Advertisement

Tentu hal itu bukan sesuatu yang sederhana, kamu sangat perlu menyiapkannya dengan matang. Sebab, setelah ada kalimat ‘saya terima nikahnya’ yang terucap, maka mulai saat itu juga kamu akan memulai hidup baru dengan orang lain. Artinya, kamu harus siap menanggung semuanya sama-sama.

Bukan sekadar siap seperti aba-aba dalam lomba lari, tapi siapkah kamu untuk bertanggungjawab pada hidup orang lain setiap hari

tanggung jawab! via www.hillsboroughstadium.com

Siap di sini juga tidak sekadar siap seperti aba-aba dalam lomba lari. Siap yang dimaksud adalah sudah seberapa jauh kesiapan yang kamu punya untuk bisa bertanggung jawab pada hidup orang lain setiap harinya. Menikah artinya kamu dan pasanganmu akan menghabiskan sisa hidup bersama-sama.

Rasanya bukan sesuatu yang perlu lagi didikte jika itu akan menjadi hal yang cukup sulit untuk dijalani. Untuk itu, kesiapan di dalam dirimu menjadi sesuatu yang begitu perlu digali dan dipertahankan dengan bijaksana. Jika saat ini saja kamu masih susah untuk bertanggungjawab pada dirimu sendiri, bagaimana kamu bisa melakukannya untuk orang lain.

Kemampuan mengelola hubungan dan emosi juga perlu dimatangkan. Sebab nikah tak seperti pacaran yang bisa putus dan kembali lagi

Kemampuan mengelola emosi dan hubungan menjadi hal yang turut perlu kamu matangkan. Hal itu dikarenakan ikatan suci pernikahan tak pernah sama dengan jalinan kasih yang kamu lakukan saat masih pacaran. Perbedaan dasar yang cukup jelas adalah kamu tak lagi bisa bertengkar, memutuskan untuk pisah, dan meminta kembali di kemudian hari.

Mungkin terlihat sederhana, tapi praktik mengelola emosi dan hubungan itu bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Mengenal pasangan dengan baik dan sama-sama berusaha memperbaiki diri mungkin bisa jadi cara yang tepat untuk memulainya. Namun, dirimu sendiri juga sangat perlu memulai untuk mengelola emosi dan perasaanmu demi kehidupan pernikahan yang harmonis, kelak.

Siap seringkali identik dengan usia. Nyatanya, usia bukan jaminan, semua bisa dibangun dan bermula dari niat meski kamu pun masih tergolong muda

siapa bilang umur jadi patokan menikah. via www.borongaja.com

Siap dan mampu seringkali diidentikkan dengan usia. Namun, seperti kedewasaan, untuk perihal menikah rasanya usia bukan lagi sebuah jaminan. Hal itu bisa terlihat dari banyaknya mereka yang sudah berumur tapi belum juga mau menyempurnakan ibadah karena berbagai alasan.

Jadi, meski kamu masih muda bukan hal yang salah untuk kamu memutuskan buat menikah. Semua bisa dibangun dan bisa bermula dari bagaimna kamu meluruskan niat di dalam hati. Akan jadi hal yang baik, jika saat masih muda kamu ingin segera menikah karena berbagai alasan positif. Dengan begitu mungkin kamu akan jauh dari fitnah. Tapi, tentu segala bentuk kesiapan dan kemampuan harus juga diimbangi.

Banyak pula yang sudah melakukannya, Muhammad Alfin Faiz pun sudah membuktikannya

menikah muda? kenapa nggak~ via www.instagram.com

Tidak sedikit di antara mereka memutuskan untuk menikah di usia yang tergolong muda. Itu pun kemudian dibuktikan dari berita yang belum lama terderngar, yakni anak dari salah satu Ustaz kondang Indonesia, Arifin Ilham menikah di usianya yang masih 17 tahun.

Yap! Alvin Faiz berhasil meminang keturunan Tionghoa di usianya yang baru 19 tahun. Pasangan itu pun kemudian menjadi buah bibir karena mereka dianggap sebagai pasangan muda yang sempurna. Jika Alvin bisa memutuskan untuk berkeluarga di usia muda, mungkin kamu juga bisa mulai mempertimbangkannya.

Baca juga:

Inilah Kisah Anak Ustaz Arifin Ilham yang di Usia 17 Tahun Mempersunting Wanita Mualaf Cantik Jelita

8 Fakta Unik Pernikahan Alvin Faiz dan Larissa Chou. Beberapa Bakal Bikin Kamu Tercengang!

Meski begitu, menata hati dan memantaskan diri sebaik-baiknya adalah poin utama. Toh, semua demi kebaikanmu juga

semua demi kebaikanmu. 🙂 via www.youtube.com

Jika ada yang bilang ‘semua akan menikah pada waktunya’ mungkin memang demikian nyatanya. Meski akan datang, tapi rasanya kamu tetap tak bisa menggampangkannya. Sembari menunggu waktu itu tiba, kamu perlu benar-benar berusaha untuk menata hati dan memantaskan diri.

Sebab, kedua hal tersebut menjadi poin utama atau bekal untuk kamu mendapatkan jodoh terbaikmu. Yakinlah jika usaha yang kamu lakukan tak akan menjadi sebuah hal yang sia-sia. Semua perlu kamu lakukan dengan baik dan bijaksana, toh, demi kebaikanmu juga.

Itulah beberapa hal yang mengarahkan jika umur bukan lagi menjadi patokan untuk menikah, asalkan beberapa hal di atas sudah bisa kamu lakukan. Jadi, tak salah kalau mulai sekarang kamu berusaha memenuhi semuanya dengan baik. Selamat menata hati dan memantaskan diri. 🙂

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!