Viral Pernikahan Santai ala Reza dan Cica. Baju Jahit Sendiri dan Pakai Sandal Gunung On Point!

pernikahan santai viral

Selama ini pernikahan selalu identik dengan sesuatu yang sakral, di mana pengantin harus tampil dengan cara yang elegan atau sarat dengan berbagai kesan tradisional. Jika bukan pengantin yang menginginkannya, ya biasanya orang tua atau para kerabat di sekitar justru malah ikut ‘memberikan saran’ supaya pernikahan pasangan mengikuti standar yang berlaku. Akan tetapi, duo pasangan Reza dan Cica baru-baru ini viral melalui sebuah video di TikTok yang diunggah oleh temannya yang bernama Fadil melalui akun @faldiflo_ karena berhasil mendobrak berbagai pakem tersebut.

Advertisement

Pasangan ini menikah dengan konsep yang lebih santai, walaupun demikian bukan berarti acara berjalan secara tak sakral ya. Mulai dari pakaian hingga acaranya, mereka menanggalkan kesan ribet yang selama ini berlaku. Hipwee Wedding berhasil mewawancarai Reza nih untuk memberi tahu kita kan detailnya, kita simak yuk!

Konsep santai ini diawali dengan keinginan masing-masing untuk menghindari hal-hal yang bikin ribet, sehingga selain santai mereka juga ingin konsep yang sederhana

Simpel/ Credit: Reza Fakhrurrozi via hipwee.com

Pernikahan pasangan Reza dan Cica digelar pada tanggal 15 November 2020 di rumah Cica daerah Pekapuran, Kota Depok. Lalu momen ini menjadi viral karena sebuah video yang diunggah oleh temannya melalui TikTok dengan caption menyolok.

“Emg cuma @amitabasancaisancai yang kaga kenal sanggul kaga kenal kemben. Keren! Samawa yee!!”

Advertisement

Benar saja pasangan ini memang tak ingin diribetkan, apalagi Cica yang tak ingin repot mengenakan pakaian dan sanggul. Tak ada konsep spesifik tertentu, mereka mengaku cuma ingin menikah dengan sederhana, santai, namun tetap terasa sakral.

Yang membuat pernikahan ini menarik adalah outfit yang dikenakan oleh mempelai yang terlihat tetap enak dipandang walau sedikit berbeda dari pakem biasanya

Santai/ Credit: Reza Fakhrurrozi via hipwee.com

Mereka memilih outfit yang mengutamakan kenyamanan mereka selama acara. Cica juga memiliki konsepnya sendiri karena merasa postur tubuhnya yang kecil akan lebih cocok dengan pakaian pengantin yang dijahit sendiri. Pasangan ini menyediakan dua pakaian untuk sesi akad dan resepsi. Ketika sesi akad, Reza mengenakan kemeja putih tanpa kerah, bawahan celana sarung, dan sandal gunung. Sedangkan untuk sesi resepsi, Reza mengenakan kimono dengan dalaman kaus hitam yang biasa ia pakai sehari-hari, celana bahan warna cokelat, dan tetap memakai sandal gunung.

Cica mengenakan gaun yang dijahit sendiri dengan bentuk turtleneck dress dan veil yang sudah ia miliki sebagai properti foto sebelumnya. Ia juga mengenakan sebuah bando yang dibeli dari marketplace untuk menghiasi rambut pendek yang ia miliki. Sepatunya, alih-alih mengenakan heels, Cica memilih sebuah boots berwarna putih. Mereka juga berniat untuk kembali memakai outfit yang dipakai di momen pernikahan ini supaya setelah acara selesai, pakaian mereka nggak mubadzir. Reza mengaku bahwa ide ini datang dari mereka sendiri juga beberapa referensi dari luar.

Advertisement

Uniknya persiapan mereka harus terhalang jarak karena mereka menjalani LDR beda negara lo, tapi semua berjalan dengan lancar

Komunikasi adalah kunci/ Credit: Reza Fakhrurrozi via hipwee..com

Reza ternyata berada di Abu Dhabi sedangkan Cica tinggal di Depok ketika mempersiapkan pernikahan ini. Dengan kondisi ini akhirnya Reza menitipkan beberapa persiapan ke Cica dan ia bertugas menghubungi vendor dekorasi. Komunikasi mengambil peran besar dalam persiapan ini, termasuk untuk meyakinkan orang di sekitar yang terus memberikan masukan sesuai standar masing-masing. Akan tetapi, Reza dan Cica berhasil mengatasinya dengan cara berikut ini:

  • Mengomunikasikannya dengan keluarga tentang pernikahan yang diinginkan seperti apa
  • Melakukan negosiasi ketika menemui selisih paham dengan keluarga
  • Untuk memudahkan mengatur konsep maka mereka menggunakan dana tabungan milik sendiri

Mungkin ada ya orang yang ‘memberi saran’ A, B, C, dsb. untuk pernikahan kami, entah dari teman atau keluarga. Tapi, kami cuma mau memenuhi ekspektasi kami sendiri, bukan untuk memenuhi ekspektasi sosial.

Begitulah akhirnya pernikahan santai yang memuaskan bagi pasangan ini akhirnya tergelar. Kalau kamu juga memiliki konsep pernikahan impian sendiri mungkin hal tersebut bisa kamu lakukan supaya lancar dapat restu dari orang tua maupun orang di sekitar.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE