Menanti Jodoh, Perempuan Ini Baru Nikah di Usia 56 Tahun. Ini Plus Minus Nikah di Usia ‘Dewasa’

plus minus telat menikah

Jodoh memang di tangan Tuhan. Sosok ini akan datang di waktu yang tepat, jadi kalau sekarang jodohmu belum datang tenang saja mungkin Ia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu. Berbicara tentang hal ini, ada kisah viral Hj. Hawang asal Kendari, Sulawesi Tenggara yang baru menemukan jodohnya di usia 56 tahun. Ia akhirnya bertemu dengan seorang duda tanpa anak bernama Sirajudin. Kisah ini viral setelah seorang fotografer menggunggah foto pernikahan ini melalui akun Firman Fotography.

Advertisement

Tapi, ternyata sama seperti menikah di usia yang masih muda, menikah di usia yang sudah dikategorikan ‘dewasa’ ini memiliki kelebihan dan kekurangannya juga lo. Kita simak yuk apa saja!

1. Yang paling terlihat jika kamu menikah di usia yang dibilang orang ‘telat’, kamu justru sudah mapan secara finansial

Sudah mapan/ Credit: iStock Photo via www.istockphoto.com

Kamu mungkin sudah menghabiskan masa muda di umur 20an untuk mengembangkan karier sehingga di usia 30an bisa jadi kamu sudah mendapatkan posisi yang mapan, begitupun dengan penghasilannya. Sehingga di usia ini cekcok yang berhubungan dengan urusan finansial bisa dihindari. Jangan salah, masalah keuangan ternyata menjadi salah satu penyebab perceraian terjadi lo.

2. Selama belum menikah, kamu mungkin sudah mencoba untuk ‘jalan’ dengan beberapa lawan jenis. Sehingga kamu bisa jadi lebih berpengalaman

Sudah berkelana/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Dari beberapa orang tersebut, kamu sudah tahu bagaimana menghadapi orang dengan sifat-sifat tertentu. Kamu juga bisa membandingkan orang seperti apa yang paling cocok untuk hidup bersama denganmu. Sehingga ketika sudah ketok palu terhadap satu orang, dia merupakan orang yang benar-benar kamu yakini terbaik dan cocok untukmu.

Advertisement

3. Mungkin juga kamu sudah menghabiskan beberapa tahun sendirian, jangan berkecil hati karena kamu justru bisa lebih mengetahui apa yang kamu inginkan

Sudah tahu apa yang diinginkan/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Di masa-masa kamu sendiri, kamu bisa lebih mengetahui apa yang sebenarnya kamu inginkan. Begitupun dengan hal-hal yang kamu suka atau tidak suka, singkatnya kamu lebih mengenal diri sendiri. Yang mana hal ini merupakan salah satu hal yang perlu kamu lakukan sebelum memutuskan untuk mengenal hingga hidup bersama dengan orang lain.

4. Seiring berjalannya waktu, ada pengalaman yang bertambah sehingga kamupun akan lebih dewasa dalam menyikapi suatu masalah

Sudah lebih dewasa/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Di usiamu yang lebih dewasa kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan drama-drama yang tak perlu seharusnya sudah terlatih kamu asah. Sehingga kamu bisa menghindari berbagai pertengkaran remeh temeh karena terjadi kesalahpahaman.

5. Namun, selain hal-hal positif di atas, ada juga yang perlu kamu pertimbangkan seperti kondisi fisik yang mungkin mulai menurun

Mudah lelah/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Pengalaman yang bertambah berbanding terbalik dengan kondisi fisik yang sudah tidak fit seperti saat usiamu masih 20an. Padahal, tanggung jawabmu ke depan akan semakin berat. Tak hanya bekerja atau mengurus rumah tangga, akan hadir juga si kecil yang akan bertambah dewasa saat kamu juga bertambah tua. Kemampuan dalam seks pun juga akan turun dan bisa jadi hal ini akan berpengaruh terhadap rumah tanggamu.

6. Karena usia sudah cenderung tua, kamu pun akhirnya terburu-buru dalam memiliki anak. Jarak dengan si adik juga bisa jadi hanya sedikit

Buru-buru punya anak/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Jika menikah di usia muda atau ideal kamu bisa memilih kapan akan memiliki anak, di usia yang sudah tua kamu cenderung akan memiliki lebih banyak pertimbangan seperti dari segi kesuburan hingga usia berapa nanti kamu dan pasangan saat anak mulai tumbuh dewasa. Karena terpaut jarak yang jauh, kemungkinan anak akan tumbuh saat kamu sudah tua.

7. Sebenarnya hal ini mungkin tak terlalu perlu dipikirkan, tapi kamu juga perlu siap-siap digunjingkan tetangga hingga saudara

Loh, kamu belum nikah?/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Berbagai stereotip yang dilekatkan oleh orang lain terhadap seseorang yang belum menikah di usia yang sudah matang akan kerap terdengar. Mulai dari olokan hingga pertanyaan-pertanyaan sindiran akan sering digaungkan. Namun, hal ini tak perlu terlalu kamu risaukan. Menikah sebaiknya saat sudah bertemu jodoh terbaik, bukan karena hanya takut digunjingkan saja.

Plus minus di atas bisa kamu jadikan pertimbangan jika saat ini kamu mungkin sudah memiliki pasangan namun belum begitu yakin akan menikah dalam waktu yang dekat. Jika kamu tak kunjung menemukan pasangan, yakin saja bahwa ia akan datang di waktu yang tepat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE