Begini Susunan Acara Pernikahan Adat Jawa di hari-H nan Sakral, Penuh Makna. Sudah Tahu?

susunan pernikahan jawa

Saat akan menikah dalam adat Jawa, mungkin kamu bakal langsung membayangkan prosesi pernikahannya yang ribet nan panjang. Belum hari-H saja sudah ada serangkaian acara yang mesti dilakukan. Meski demikian, acara demi acara ini memiliki filosofi dan makna yang amat dalam lo. Pertama, kamu akan melewati berbagai rangkaian acara pranikah seperti lamaran hingga siraman dan midodareni. Tak sampai situ, kamu akan menghadapi prosesi yang tak kalah panjang di hari-H.

Advertisement

Selain ijab qabul atau pemberkatan dan resepsi, dalam pernikahan adat Jawa ada serangkaian prosesi yang umumnya dilakukan. Kita simak yuk apa saja tahapan dalam acara pernikahan adat Jawa!

1. Upacara pertama yang biasanya dilaksanakan pagi hari adalah akad nikah atau juga sering disebut ijab qabul

Ijab qabul/ Credit: Fashionku Kreatif via fashionkukreatif.blogspot.com

Jika pasangan tersebut beragama Muslim, maka ijab qabul merupakan suatu syarat sah pernikahan di mata agama dan negara dengan mendatangkan penghulu dari KUA. Di sinilah saat di mana pihak laki-laki akan mengucapkan janji suci hingga berujung sah setelah penghulu meminta persetujuan dari saksi yang hadir. Dalam adat Jawa, biasanya ada yang memberikan kalung melati sebagai ucapan selamat setelah acara ini selesai.

2. Setelah akad nikah, akan ada prosesi panggih yang merupakan pertemuan pengantin laki-laki yang mendatangi pengantin perempuan

Upacara panggih/ Credit: Alienco via alienco.net

Dilansir dari Weddingku, kata panggih berarti bertemu. Nantinya, pasangan ini akan berakhir dengan duduk di kursi pelaminan, namun sebelumnnya ada beberapa prosesi yang harus dilakukan. Upacara ini akan dimulai saat mempelai pria mendatangi rumah mempelai wanita dan berhenti di gerbangnya. Pengantin wanita akan muncul dari kamar lalu diantar oleh 6 orang yaitu 2 orang yang dituakan, 2 orang tua, dan 2 wanita yang disebut patah. Patah tersebut akan membawa kembar mayang sebagai lambang tameng atau benteng agar tidak diganggu setan.

Advertisement

Upacara ini terdiri dari beberapa rangkaian seperti pelemparan gantal atau sirih, ijak telur, minum air buah kelapa, sindur, timbangan, kucar kucur, dan dulangan.

3. Jika ini merupakan acara pernikahan yang pertama kali dalam sebuah keluarga, maka akan ada upacara bubak kawah

Bubak kawah/ Credit: The Bride Dept via thebridedept.com

Dilansir dari Wedding Market, bubak kawah adalah membuka jalan orang tua untuk bermenantu pertama kali. Saat itulah akan ada pimpinan upacara yang akan menjelaskan pertumbuhan manusia dari anak kecil hingga dewasa. Lalu akan ada pembagian bubak kawah yang ditandu berisi uang, beras, peralatan dapur, dan kebutuhan sehari-hari. Upacara ini dibuat sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan dengan cara berbagi dengan sesama.

4. Bertolak belakang dengan upacara bubak kawah, ada juga tumplak punjen yang dilaksanakan untuk pernikahan terakhir dalam keluarga

Tumplak punjen/ Credit: Deskgram via deskgram.co

Masih dari sumber yang sama, tumplak punjen berarti menumpahkan beban. Di upacara ini kedua orang tua akan melepaskan semua tanggung jawab ke anak. Beban anak disimbolkan dengan bungkusan berisi harta benda yang dibagikan pada sanak keluarga. Prosesi ini memiliki filosofi bahwa hasil jerih payah harus dibagi kepada keluarga dekat sehingga dijauhkan dari sifat pelit.

5. Selanjutnya, anak akan melakukan sungkeman kepada orang tua. Nah, di sesi ini biasanya suasana bakal mengharu biru~

Sungkeman/ Credit: Pinterest via id.pinterest.com

Sungkeman dilakukan dengan cara berjongkok di depan orang tua yang duduk. Saat itu, anak akan mengucapkan maaf dan terima kasih sedangkan orang tua akan memberikan nasihat dan restu untuk anak yang akan menjalani kehidupan rumah tangga. Prosesi ini akan diawali dengan pengantin wanita lalu diikuti pengantin laki-laki yang sungkem kepada orang tua pihak wanita terlebih dahulu.

Advertisement

6. Yang terakhir, ada upacara kirab di mana akhirnya pengantin diantarkan duduk ke pelaminan

Cucuk lampah/ Credit: Baby Moon Travelling via babymoontravelling.wordpress.com

Upacara ini ditandai dengan masuknya rombongan keluarga yang mengantarkan pengantin ke pelaminan. Upacara ini biasanya akan dipimpin oleh seorang cucuk lampah dan diiringi dengan musik khas daerah Jawa dan tarian tradisional. Prosesi ini memiliki makna sebagai harapan agar kedua pengantin bisa memiliki kehidupan rumah tangga yang baik.

Ternyata walaupun sudah hari-H prosesinya masih terdengar panjang ya. Namun, sebenarnya prosesi ini tak begitu lama kok untuk diikuti. Makna yang dimiliki pun juga berisi doa-doa yang baik untuk pengantin dan keluarga.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE