Akan selalu ada tantangan baru dalam setiap fase kehamilan, misalnya di awal kehamilan kemungkinan besar ibu baru akan mengalami morning sickness, kemudian pada trimester akhir kehamilan seorang ibu akan menghadapi ‘keluhan’nya yang lain, seperti heartburn, pegal-pegal, konstipasi sampai sesak napas.

Umumnya sesak napas kerap dikaitkan dengan penyakit serius seperti jantung atau asma. Namun bagi para ibu hamil di trimester ketiga, hal ini sangat lumrah terjadi dan seharusnya sih nggak mengindikasikan gangguan yang serius dan berbahaya. Kalau sudah merasa cukup mengganggu, kamu bisa coba 5 tips dan trik jitu dari Hipwee untuk mengurangi rasa nggak nyamannya.

1. Pertama kamu harus tahu dulu nih, kenapa para ibu hamil di trimester ketiga bisa alami sesak napas

Sesak napas selama kehamilan via www.medicalnewstoday.com

Advertisement

Dilansir dari laman Alodokter, meningkatnya kadar hormon progesteron di dalam tubuh menjadi salah satu penyebab munculnya sesak napas. Progesteron merupakan hormon alami yang diproduksi tubuh dan berfungsi menjaga perkembangan janin dalam rahim. Jika produksi hormon progesteron menurun, ibu hami justru berpotensi mengalami keguguran. Selain meningkatnya hormon progesteron, sesak napas juga dapat disebabkan karena membesarnya rahim yang akan menekan otot bawah paru-paru (diafragma) dan membuat ibu hamil semakin sulit untuk bernapas.

Meski demikian, sesak napas juga bisa saja menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain. Ibu hamil wajib segera menemui dokter jika sesak napas terasa sangat parah atau disertai dengan munculnya gejala lain,  seperti misalnya batuk darah, demam, nyeri dada atau bengkak di bagian tubuh tertentu, seperti wajah dan kaki.

2. Dilansir dari laman Alodokter, posisi tubuh wajib kamu perhatikan. Usahakan untuk selalu tegap saat duduk maupun berdiri serta dan sebisa mungkin hindari membungkuk

Seharusnya sih nggak berbahaya~ via parenting.firstcry.com

Pasalnya, membungkuk dapat menimbulkan tekanan pada paru-paru yang menyulitkan para ibu hamil untuk bernapas.

3. Selalu ingat untuk meletakkan penopang saat tidur. Hal ini dapat mengurangi tekanan pada paru-paru yang berasal dari rahim

Lebih tinggi bantalnya biar nggak sesak via pregnancypillows.org

Advertisement

Untuk mencegah sesak napas, setiap akan tidur, pastikan kamu menggunakan bantal untuk menopang tubuh bagian atasmu.

4. Berolahraga ringan wajib kamu lakukan. Nggak usah yang sulit-sulit seperti melompat atau skipping ya

Pilih olahraga yang kamu suka tapi nggak berat via www.radianceyogauk.org

Berolahraga ringan yang rutin seperti melakukan aktivitas jalan kaki, yoga dan berenang dapat membantu pernapasan para ibu hamil. Hindari aktivitas berat dan ikuti sinyal tubuh dengan beristirahat ketika tubuh terasa lelah.

5. Bersantai atau rileks yang banyak saat mendekati HPL akan memberikan kamu rasa nyaman. Hindari stres berlebihan atau cemas tanpa alasan

Santai dan rileks biar tetap sehat via www.momjunction.com

Saat trimester akhir, ambilah waktu untuk bersantai lebih banyak dan berkualitas. Semakin kamu merasa gelisah dengan sesak napas yang dialami, semakin besar kemungkinan sesak napas untuk memburuk.

6. Menjaga pola makan agar tetap sehat, menjaga berat badan serta minum air putih yang cukup juga bisa membantu, untuk meringankan gejolak sesak napas yang kamu alami

Makan yang sehat ya, Bumil~ via www.unlockfood.ca

Berat badan berlebihan juga bisa memicu sesak napas yang nggak mengenakan lo. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang sehat penting kamu lakukan selama bahkan sesudah masa kehamilan.

Jika rasa nggak nyaman masih terus berlanjut, bahkan makin parah dan menyiksa jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter kandungan untuk dicek dan mendapat penanganan khusus. Intinya sih, kamu yang paling paham dengan kondisi tubuhmu dan jangan sampai stres agar nggak menambah keluhan yang sudah kamu rasakan. Tenang, setelah melahirkan semua rasa sesak napas itu bakal lenyap seketika kok!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya