5 Panduan ASI Tetap Lancar Saat Menyusui di Bulan Puasa. Nutrisi Anak Terjamin, Aman Kejar Pahala~

asli lancar selama puasa

Bulan Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam karena datangnya hanya setahun sekali dan ibadah bisa dilakukan selama 30 hari berturut-turut. Makanya walau ada beberapa yang bolong-bolong, tapi banyak yang ingin selalu bisa mengikuti ibadah ini tak terkecuali ibu menyusui. Hanya saja karena ia juga bertanggung jawab terhadap nutrisi sang anak, maka kadang harus absen dulu melaksanakan puasa. Ya, daripada si kecil kenapa-kenapa lebih baik nanti diganti saja.

Advertisement

Namun, ternyata busui tetap bisa kok ikut melaksanakan puasa tanpa takut mengganggu proses produksi ASI sehingga nutrisi si kecil tetap bisa terpenuhi. Kita simak yuk beberapa caranya berikut ini!

1. Makanan merupakan salah satu hal yang memengaruhi produksi ASI, makanya pilihannya harus benar-benar dipertimbangkan

Makanan adalah kunci/ Credit: Vegnews via vegnews.com

Makanan yang bisa dipilih sebagai menu berbuka maupun sahur adalah sayur-sayuran hijau seperti daun katuk, kelor hingga bayam. Selain itu kurma yang selama ini identik dengan makanan di bulan Ramadan juga bisa dimasukkan ke dalam menu. Untuk sahur, menu oatmeal yang kaya akan protein, mineral, dan vitamin juga bermanfaat lo bagi busui. Untuk camilannya, ibu bisa memilih kacang almond, kacang arab, hingga biji rami.

2. Walaupun tak bisa minum di siang hari, namun kebutuhan cairan pada tubuh tetap wajib dipenuhi

Minum yang banyak saat buka/ Credit: Insured Ameda Direct via insured.amedadirect.com

Dilansir dari Australian Breastfeeding Association, ternyata kebutuhan cairan pada ibu jika tidak dipenuhi maka akan berpengaruh pada produksi ASI lo. Hal ini juga bisa menyebabkan dehidrasi yang akan berujung dengan kacaunya kadar normal garam, gula, serta kandungan mineral yang lainnya. Sehingga ibu yang sedang menyusui diharap tetap meminum air putih yang cukup selama waktu buka dan sahur.

Advertisement

3. Walaupun jam tidur mungkin berantakan, namun istirahat yang cukup tetap perlu dipenuhi demi produksi ASI yang lancar

Amankan jam tidur/ Credit: Cleveland Clinic Health via health.clevelandclinic.org

Jam tidurmu mungkin berantakan karena harus menyusui di tengah malam dan perlu bangun lagi beberapa jam kemudian untuk sahur. Namun, agar produksi ASI tetap terjaga dan terhindar dari kelelahan maka kamu perlu memaksimalkan waktu untuk istirahat saat sempat. Trik untuk ikut tidur saat si kecil tidur di siang hari juga tetap berlaku saat bulan Ramadan ini.

4. Aturan bahwa produksi ASI sesuai dengan yang dikeluarkan juga tetap berlaku, jadi bisa dijadikan patokan untuk jadwal pumping

Tetap harus rajin/ Credit: Parents via www.parents.com

Seperti yang mungkin kamu sudah ketahui bahwa produksi ASI ternyata tergantung dengan permintaan di mana semakin sering ASI dikeluarkan maka semakin banyak pula yang dihasilkan. Sehingga dilansir dari Hello Sehat, busui bisa menyusui paling tidak selama 3 jam sekali. Jika hal tersebut tak bisa dilakukan, bisa juga diganti dengan memompanya.

5. Puasa meminta kita untuk menahan hawa nafsu termasuk saat emosi, busui juga perlu mengendalikan stres agar tak berdampak pada ASI

Advertisement

Tetap senyum, Bund/ Credit: Pediatricians of Dallas via www.pediatriciansofdallas.com

Saat dalam keadaan lapar dan haus mungkin seseorang akan lebih mudah untuk emosi. Namun, saat puasa hal tersebut harus dikontrol yang mungkin juga akan membawa ke keadaan stres. Belum lagi ditambah jam tidur berantakan dan hal-hal yang lain. Perlu diketahui bahwa tingkat stres juga akan mempengaruhi produksi ASI makanya sebaiknya sebisa mungkin hindari stres termasuk saat mengetahui prduksi ASI yang lebih sedikit dari biasanya.

Selain hal-hal di atas, kamu juga bisa berkonsultasi dengan ahli laktasi atau dokter saat memutuskan untuk puasa saat menyusui. Termasuk kamu juga bisa bertanya dalam keadaan seperti apa seharusnya kamu boleh berpuasa atau justru absen sementara. Jika pada akhirnya, kondisimu dan si kecil memang tak memungkinkan, sebaiknya memang jangan dipaksakan dulu ya, Bund. Semua demi kesehatanmu dan si buah hati juga. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya.

Yuk, terus tambah kebaikanmu di bulan ramadan ini bersama Hipwee! Jangan lupa kunjungi halaman #RamadanDirumah ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE