Lagi, Shandy Aulia Tegur Haters yang Bilang Anaknya Gizi Buruk. Perkembangan Anak Bukan Guyonan!

Claire Herbowo dikatai gizi buruk

Kemarin, publik kembali memuji aksi Shandy Aulia yang dengan elegan dan sabarnya menghadapi haters yang mengatakan bahwa Claire Herbowo kurus dan bergizi buruk. Bukan sekali saja, bahkan Shandy pun pernah memperkarakan seorang haters yang dengan sengaja mengatai ia dan anaknya dengan kata-kata buruk berbau ancaman. Namun, Shandy tetap bijaksana menyikapinya meski sang haters sudah keterlaluan dalam bersikap.

Advertisement

Sejatinya Moms, perkembangan tiap anak itu berbeda-beda. Dan sehat atau nggaknya seorang anak itu nggak bisa diukur hanya dengan indikator kurus atau gemuknya saja, melainkan ada banyak faktor yang perlu dicermati juga. Misalnya, melihat dari kenaikan berat badan tiap bulan hingga perkembangan kemampuan motorik di usia tertentu. Nah, di sini perlu sekali menjadi perhatian para orang tua untuk mengecek rutin bagaimana perkembangan sang anak, agar jika terjadi apa-apa bisa segera ditangani.

Shandy sengaja menyebut akun sang haters di IG story-nya kemarin, dan ‘memuji’ keberaniannya karena nggak menggunakan akun palsu untuk mengatai Claire

Credit to Instagram @shandyaulia via www.instagram.com

Nggak seperti haters kebanyakan yang menggunakan akun palsu saat berniat merundung figur publik, haters Shandy ini secara terang-terangan menggunakan akun aslinya. Ia mengatai Claire sebagai anak kurus, bergizi buruk hingga mengirimkan emotikon hidung babi serta monyet. Terang saja Shandy bersikap tegas akan perlakuan haters-nya ini, sehingga bisa memberikan efek jera dan pembelajaran berharga ke depannya.

Perlu diingat, anak yang kurus belum tentu bergizi buruk dan sebaliknya, anak yang gemuk pun belum tentu sehat

credit to Freepik.com via www.freepik.com

Melabeli anak-anak dengan predikat “kurus” atau “gemuk” bukanlah hal bijak, terlebih jika hal itu dilakukan oleh sesama ibu. Dilansir dari Klik Dokter, indikator anak yang sehat bisa dilihat melalui kenaikan berat badannya tiap bulan hingga kemampuan motorik sang anak. Para orang tua pun wajib mengeceknya secara rutin, sehingga jika ada kendala dalam perkembangan anaknya bisa segera terdeteksi.

Advertisement

Merujuk apa yang dikatakan Kemenkes RI, gizi buruk sendiri merupakan suatu keadaan kurang gizi tingkat berat pada anak berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) < -3 dari standar deviasi WHO-NCHS dan atau ditemukan tanda-tanda klinis marasmus, kwashiorkor dan marasmus kwashiorkor.

Ini pengertiannya:

  • Marasmus, merupakan ciri gizi buruk yang ditandai dengan badan yang tampak sangat kurus, iga gambang, perut cekung, wajah seperti orang tua dan mata cekung
  • Kwashiorkor, merupakan ciri gizi buruk yang ditandai dengan edema di seluruh tubuh terutama di punggung kaki, wajah membulat dan sembab, perut buncit, otot mengecil, rambut tipis dan pandangan mata sayu
  • Marasmus Kwashiorkor, merupakan ciri gizi buruk gabungan antara marasmus dan kwashiorkor.
Advertisement

Alangkah bijaknya kita sebagai sesama ibu untuk menjaga sikap dan ketikan kita saat bermain di media sosial. Pahamilah bahwa perkembangan tiap anak itu berbeda, mereka semua istimewa!

Credit to Instagram @shandyaulia via www.instagram.com

Ibu mana sih yang nggak jengah saat anaknya dirundung dan dikatai gizi buruk, meski nggak mengatakannya secara langsung? Alangkah lebih bijaknya, kita sebagai sesama ibu lebih menjaga sikap lagi terutama jika ingin berkomentar mengenai perkembangan anak. Semua orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan ceria, bagaimanapun keadaannya. Jangan lagi kejadian yang dialami Shandy ini terulang, karena sungguh menyakitkan rasanya jika anak kecil yang belum mengerti apa-apa dirundung dengan kata-kata kasar.

Semoga Moms semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang makmum yang taat :)

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE