Demi Musnahkan Bibit-bibit Bullying Sejak Dini, Mari Tanamkan 6 Nilai Penting Ini ke Anakmu Nanti

hal yang bisa dilakukan untuk mencegah bullying

Nggak ada yang ingin dirinya, atau siapapun orang terdekat kita untuk menjadi korban perundungan atau bullying. Kasus miris yang menimpa adik kita, Audrey beberapa waktu lalu menjadi teguran keras bagi siapa saja, terutama para calon orang tua untuk lebih waspada dan cermat lagi mendidik anak-anaknya agar tidak sampai menjadi korban, dan terutama menjadi pelaku perundungan.

Advertisement

Ya, langkah paling bijak mencegah wabah bullying semakin mengganas adalah mendidik generasi muda kita untuk anti melakukan tindakan bullying, apapun alasannya.

Barangkali ada yang menyayangkan, pihak sekolah yang lalai membiarkan siswanya bertindak keji pada sesama manusia. Padahal peran keluarga, jauh lebih penting dalam memerangi bibit-bibit bullying sejak dini apapun bentuknya. Yap, peran orang tua jauh lebih besar dalam memberikan bekal kepada anak-anaknya, agar kelak nggak sampai krisis identitas dan salah mengambil langkah yang merugikan dirinya. Demi memberantas bibit-bibit bullying sejak dini, yuk tanamkan 6 nilai penting penuh kebaikan ini ke anak-anakmu kelak!

1. Berikan dan tunjukan rasa tertarik pada anakmu. Jangan biarkan anakmu jadi haus perhatian dari orang-orang lain. Tanamkan dalam dirinya, bahwa dia layak didengar

Sayang anak~ Sayang anak~ via www.pexels.com

Dilansir dari laman verywellfamily.com, salah satu cara mencegah anak-anakmu kelak jadi seorang pelaku perundungan adalah menjadi sosok yang memberi perhatian dan menunjukan ketertarikan sungguh-sungguh si anak. Meski terkesan sepele, fakta dalam sejumlah studi menunjukan para orang tua kebanyakan hanya sibuk mengoreksi dan memberikan arahan ketimbang benar-benar memahami dan mendengarkan.

Advertisement

Jadi hati-hati, apakah kamu menganggap anakmu sebagai gangguan (distraksi), atau sebagai suatu individu yang butuh didengarkan dan dimengerti?

2. Ajari anakmu sejak dini untuk menaruh respek pada orang lain. Sepele, tapi percayalah ini semakin sulit di era yang serba dinamis seperti sekarang

Belajar dari lingkup keluarga dulu via www.pexels.com

Banyak yang menganggap, pelajaran tentang respek itu bisa didapatkan dengan sendirinya atau bahkan bisa didapatkan nanti di sekolah. Padahal, respek pada orang itu adalah hal yang harus ditanamkan bahkan sejak anak masih dalam kandungan. Setelah dia mulai belajar merangkak dan berbicara sampai akhirnya dia bisa bertanya. Caranya? Berikan contoh dan pemahaman yang berulang-ulang. Ingat, menanamkan nilai sedari dini itu butuh ketelatenan lo.

Dari hal sederhana, dengan mengajarkan anakmu untuk selalu menghargai barang milik dirinya sendiri dan orang lain. Pun soal menghargai perbedaan dan membuah jauh-jauh ujaran kebencian.

Advertisement

3. Jangan pernah sekali-kali membiarkan dan mengabaikan perseteruan antar saudara. Faktanya, ini bisa jadi tanda bahaya kalau anakmu kerap bertindak kasar pada saudaranya sendiri

Saling sayang gini kan enak? via www.pexels.com

Saling menggoda dan adu argumen itu lumrah terjadi antar saudara. Tapi kalau sudah ada tindakan serangan fisik atau verbal terhadap saudara sendiri, jangan pernah sekali-kali dibiarkan ya. Pasalnya, berdasarkan sejumlah studi terungkap bahwa para pelaku bullying di sekolah juga punya kecenderungan melakukan bullying juga di rumah. Atau bisa jadi, korban yang di-bully di rumah justru ‘balas dendam’ dan merundung teman-temannya di sekolah.

Intinya, jangan pernah menoleransi tindakan bullying di rumah!

4. Terkesan sepele, tapi penting lo untuk mengenal teman-teman atau komunitas anakmu sejak dini. Tanamkan dalam diri anakmu, untuk cerdas memilih komunitasnya

Cek dulu, lingkar pertemanan anakmu via www.pexels.com

Ya, terkesan sepele dan membuat terlihat lebay tapi percayalah para orang tua harus tahu anak-anaknya bergaul dengan siapa. Ingat, pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik.

5. Empati itu adalah rasa yang harus diasah. Diajari sejak dini, bukan dilepas dan disuruh belajar sendiri ya!

Ajarkan empati sejak dini via www.pexels.com

Banyak pelaku bullying punya kemampuan berempati rendah. Oleh karena itu, pastikan kamu membantu anak-anakmu kelak sejak dini untuk mengenali perasaan mereka dan mengetahui dampak tindakan mereka pada orang lain. Tunjukan bagaimana tindakan seseorang dapat menyakiti orang lain dan jika memungkinkan dorong anak untuk mengulurkan bantuin. Anak-anak yang mampu mengidentifikasi perasaan mereka juga ke depannya akan lebih mudah mengidentifikasi perasaan mereka kepada yang lain.

6. Ketika melihat anak melakukan tindakan bullying, sekecil apapun itu segera ambil tindakan dan dihentikan. Jangan pernah membiarkan anak merasa menindas orang lain itu sah-sah saja

Pastikan kamu cukup nyaman jadi tempatnya bercerita via www.pexels.com

Jangan pernah abai dan membiarkan tindakan bullying terjadi berlarut-larut. Segera ambil tindakan saat melihat anak menyerang sesama, entah yang lebih kecil atau lebih besar darinya. Pun saat sang anak mendapat perlakukan kasar dan tak adil, ajarkan bahwa dia berhak untuk bicara dan membela diri. Menjadi pelaku bullying dan menjadi sosok yang di-bully bisa sama-sama diantisipasi.

Untuk kasus #JusticeforAudrey, marilah kita bersama-sama melangkah mundur sejenak dan merenung dan tak terburu-buru menghakimi. Apakah kamu sudah membekali diri untuk mendidik anak-anakmu untuk menjadi sosok mandiri yang penuh empati dan anti-bullying? Ingat, anakmu pun berpotensi menjadi pelaku bullying atau korban bullying. Tanamkan nilai-nilai penting ini sedari dini dan yakinkan mereka, untuk terbuka dan berani bicara saat menerima ketidakadilan. Semoga artikel ini dapat mencerahkan ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE