Kesehatan untuk anak tentu menjadi fokus utama bagi orang tua. Berbagai cara akan dilakukan agar anak sehat dan bahagia. Namun nggak semuanya setuju dengan pencegahan berbagai penyakit dengan memberikan vaksin kepada anak. Menurut alodokter.com vaksinasi adalah menyuntikkan antibodi yang mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan, serta protein mirip bakteri yang diperoleh dari pengembangan di laboratorium.

Kewajiban tentang vaksin untuk anak memang masih menuai pro kontra. Nggak cuma di Indonesia, baru-baru ini pemerintah Italia juga membuat kebijakan terkait vaksin yaitu memberikan denda bagi orang tua yang anaknya belum divaksin. Tentu saja tetap ada yang kontra, namun kebijakan baru ini ternyata dapat menaikkan jumlah anak yang diberikan vaksin. Memang sepenting apa sih pemberian vaksin kepada anak kok sampai segitunya?

Pemerintah Italia melarang anak yang belum divaksin pergi ke sekolah atau dititipkan di penitipan anak. Jika ‘ngeyel’ orang tua akan kena denda

Siswa yang divaksin via congress.millennialsd.com

Advertisement

Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Italia dituangkan dalam undang-undang. Isinya adalah melarang adanya siswa yang belum divaksin untuk datang ke sekolah atau dititipkan di penitipan anak. Jika nggak bisa menyerahkan bukti vaksinasi, orang tua diancam denda Rp 7,9 juta.

Sepenting apakah vaksin hingga pemerintah menggembar-gemborkan bahkan mewajibkan?

Kok nangis? via www.veritas846.ph

Memberikan vaksin sama dengan menyelamatkan hidup seorang anak karena saat masih kecil, sistem kekebalan tubuh belum dapat melindungi secara sempurna seperti orang dewasa. Vaksin yang disuntikkan ke tubuh sang anak akan membentuk antibodi untuk menyerang virus atau bakteri.

Berdasarkan pengalaman, anak-anak sebelum divaksin rentan terkena penyakit yang menyebabkan cacat hingga meninggal

Akibat nggak vaksinasi via www.prosehat.com

Menurut hellosehat.com sebelum vaksin dikenal, banyak kasus anak yang terkena penyakit seperti polio hingga menyebabkan meninggal dunia. Dengan adanya vaksin, semakin sedikit anak-anak yang menderita penyakit berbahaya.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Terkena penyakit yang bahaya tentu akan memakan waktu dan biaya yang lebih banyak daripada memberi vaksin

Sebaiknya dicegah via kesehatankubos.blogspot.com

Advertisement

Memberikan vaksin artinya melindungi anak dari penyakit berbahaya. Jika nggak diberi, kemungkinan terkena penyakit akan lebih besar, yang mana nantinya akan menghabiskan uang dan tenaga yang jauh lebih banyak. Nggak mau kan?

Salah satu penyebab vaksin ditolak adalah efek sampingnya, padahal kemungkinan terjadinya sedikit banget kok

Efeknya minimal via health.detik.com

Vaksinasi memang memiliki efek samping seperti nyeri dan bengkak tapi kemungkinan ini sangat minimal. Lagipula, apa nggak lebih menakutkan penyakit yang lebih mengancam? Salah satu efek samping yang juga ditakuti adalah autisme pada anak padahal menurut American Academy of Pediatrics vaksinasi dan autisme nggak saling berkaitan.

Dengan memberikan vaksin ke anak, kamu bukan hanya menyelamatkan anakmu tapi juga anak-anak yang lain

Bebas bermain~ via rubyeskids.org

Beberapa anak nggak bisa diberi vaksin karena alasan tertentu seperti alergi atau sedang menjalani pengobatan sehingga lebih rentan terkena penyakit. Jika bayi yang sehat diberi vaksin, maka dia nggak akan jadi sumber penyakit bagi bayi lain yang nggak bisa divaksin.

Wajar saja sebagai orang tua memiliki ketakutan akan sesuatu yang akan diberikan ke anaknya, termasuk memberikan vaksin karena memiliki beberapa efek samping . Tapi, tenang saja karena dari berbagai penelitian yang ada vaksin memang dibutuhkan oleh anak dan efek samping yang dimiliki jarang terjadi. Jikapun ada, hal ini nggak seberapa dibanding yang akan dihadapi jika nggak vaksin nantinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya