6 Hal Penting yang Harus Diketahui Soal Pijat Bayi. Ada Manfaat dan Risikonya!

Manfaat pijat bayi

Mungkin Moms pernah mendengar anggapan bahwa memijat bayi nggak baik karena bisa jadi kebiasaan, kalau nggak dipijat bayi jadi rewel. Hal ini yang sering membuat Moms ragu untuk memberikan pijat bayi. Padahal pijat bayi itu penting dan banyak manfaatnya lo! Bayi yang rewel kalau nggak dipijat itu tandanya bayi lelah dan butuh relaksasi. Jadi, Moms harus paham tips pijat bayi yang benar dan memahami kondisi bayi yang membutuhkan pijat.

Advertisement

Mungkin Moms juga sering melakukan pijat bayi, misalnya usai anak mandi sembari membaluri dengan minyak telon, Moms sedikit memijat bagian punggung dan kaki. Jika rutin dilakukan, ini akan menjadi kebiasaan baik yang memberikan relaksasi pada tubuh bayi. Yuk Moms simak ulasan tentang pijat bayi berikut, untuk mengenali apa saja manfaat dan hal-hal yang perlu Moms perhatikan saat memijat bayi.

Pijat bayi bisa memberikan rasa tenang dan nyaman. Cocok dilakukan saat anak rewel karena kelelahan bermain atau usai perjalanan

Memberikan rasa nyaman | Photo by Valuavitaly via www.freepik.com

Dilansir dari Halodoc, menurut Tiffany Field, direktur Touch Research Institute di Universitas Miami mengungkap bahwa pijat bayi mampu menghasilkan hormon serotonin lebih banyak, sehingga membuat detak jantung dan pernapasan anak menjadi lebih santai. Moms bisa melakukan pijatan sederhana sendiri dengan bantuan minyak telon. Sentuhan Moms pada kulit anak juga bisa meningkatkan hormon endorfin yang membuat anak tenang, nyaman dan bahagia.

Pijatan lembut pada perut bisa meringankan masalah pencernaan dan perut kembung, apalagi di usia awal MPASI

Mengurangi masalah pencernaan | Photo by Peoplecreation via www.freepik.com

Saat memasuki masa MPASI bisa jadi anak mengalami masalah pencernaan, karena masih beradaptasi dengan makanan-makanan yang ia konsumsi. Moms bisa lakukan pijatan lembut pada perut anak menggunakan minyak telon. Sensasi hangat dan sentuhan lembut di perut membuat anak lebih nyaman dan membantu meringankan rasa nggak nyaman seperti mulas dan perut kembung.

Advertisement

Hal penting yang harus diperhatikan, jangan memijat bagian perut ketika anak baru selesai menyusu, kondisi lapar dan kekenyangan. Kondisi tersebut bisa membuat anak muntah, rewel dan semakin nggak nyaman. Setidaknya Moms memberi jeda sekitar 1 jam setelah anak menyusu atau 1 – 2 jam setelah anak makan.

Anak yang memiliki masalah siklus tidur bisa ditangani dengan pijat bayi secara rutin untuk membantunya tidur lebih nyenyak

Membantu anak tidur lebih nyenyak | Photo by Peoplecration via www.freepik.com

Dilansir dari Alodokter, pijat bayi dapat membuat siklus tidur anak lebih teratur. Anak akan tidur lebih nyenyak ketika malam hari dan lebih aktif pada siang hari. Anak pada usia 1 – 24 bulan yang rutin dipijat diketahui memiliki kadar melatonin yang lebih tinggi daripada anak yang jarang dipijat. Secara alami, tubuhnya akan memproduksi melatonin ketika hari mulai gelap. Melatonin inilah yang membuat anak mengantuk dan bisa tidur nyenyak, apalagi dalam kondisi tubuh yang rileks setelah dipijat.

Pijat bayi mampu meningkatkan napsu makan dan bonding antara Moms dan anak

Meningkatkan napsu makan dan bonding | Photo by Yan Krukov via www.pexels.com

Beta endhorphine yang dihasilkan dari rangsangan pijat mampu memengaruhi mekanisme pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal inilah yang membuat anak akan merasa lapar setelah dipijat. Selain itu daya isap pada mulut anak juga lebih kuat, sehingga napsu makan anak bisa meningkat jika rutin dipijat.

Momen pijat bayi juga menjadi salah satu momen penting untuk meningkatkan kedekatan orangtua dan anak. Pijatan lembut dan suasana yang menyenangkan ketika Moms mengajak anak bicara atau menyanyi juga bisa merangsang kemampuan komunikasi anak, lo.

Lakukan pijatan dengan lembut atau dengan memberikan usapan pada bagian tubuh tertentu

Pijatan lembut | Photo by user18526052 via www.freepik.com

Moms bisa memulai pijatan dengan mengusap bagian kaki bawah hingga ke pangkal betis. Lakukan pijatan lembut dengan bantuan minyak telon pada kedua kaki. Dilansir dari Halodoc, pijatan lembut pada bagian perut dilakukan dengan cara meletakan kedua ibu jari sejajar dengan pusar, kemudian digerakkan setengah melingkar hingga bagian bawah perut. Ketika memijat bagian punggung dan leher belakang, Moms bisa melakukannya dengan posisi anak tengkurap untuk memudahkan pijatan.

Perhatikan waktu yang tepat untuk melakukan pijat bayi dan bagian mana saja yang nggak boleh dipijat!

Perhatikan waktu yang tepat ya Moms! | Photo by Yan Kurkov via www.pexels.com

Saat akan memijat anak, Moms harus fokus dan nggak boleh terganggu dengan bermain gadget. Pastikan anak dan Moms dalam posisi yang nyaman, misalnya diatas alas yang empuk. Moms juga perlu memperhatikan kondisi anak, hindari saat ia mengantuk, habis menyusu, kelaparan, dan bad mood. Kondisi akan membuat anak rewel ketika dipijat dan bisa membuat Moms panik jika tagisnya sulit berhenti. Ingat ya Moms, nggak semua bagian tubuh bisa dipijat misalanya area dekat mata, selaput lendir, ubun-ubun, tulang belakang dan ulu hati. Bagian ini bisa menimbulkan bahaya jika dilakukan tanpa pendampingan ahli.

Nah, Moms jadi makin tahu manfaat pijat bayi, kan? So, jangan ragu untuk melakukan pijat bayi ya Moms, cukup lakukan 5 -10 menit tiap hari untuk mendapat manfaat baiknya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE