Mengenal Tahap Perkembangan Emosional Bayi Hingga Usia Satu Tahun. Tak Kalah Penting dari Fisik lo!

tahap perkembangan emosi bayi

“Anaknya udah bisa apa?”

Advertisement

Saat pertanyaan itu datang mungkin jawaban yang langsung muncul adalah perihal perkembangan fisiknya. Pasalnya seperti yang selama ini kita ketahui, perkembangan fisik selalu menjadi fokus utama kebanyakan orang tua padahal ada juga hal lain yang tak kalah pentingnya yaitu perkembangan emosional si kecil. Tahap demi tahap yang dilalui setiap bulannya perlu dimengerti agar orang tua dapat mengetahui bagaimana caranya memperlakukan si kecil agar tumbuh jadi anak yang sehat secara fisik dan mental.

Perkembangan ini dimulai sejak bayi masih berusia sangat muda lo, bahkan mulai dari hari pertama ia lahir ke dunia. Hal ini akan terus berkembang seiring pengalaman yang juga terjadi padanya. Namun, kali ini kita simak dulu hingga usianya satu tahun yuk!

Pada saat berusia 1 hingga 3 bulan maka hal yang akan dia tunjukkan lebih banyak tentang kesal dan senang

Baru bisa menangis/ Credit: Babyology via babyology.com.au

Di usia ini akan terlihat si kecil yang sering menangis untuk mengomunikasikan perasaan lapar atau atau emosi kesal lainnya. Ia juga mulai akan membuat kontak mata dengan orang-orang di sekitarnya. Masuk bulan kedua mungkin kamu sering memergoki ia tersenyum saat melihatmu. Dilansir dari Hellosehat, selain tersenyum, bayi yang senang juga akan membuka lebar tangan dan menggoyangkan kakinya.

Advertisement

Di usia 4 hingga 6 bulan, bayi sudah mulai bisa mengidentifikasi wajah orang tua. Mereka juga sudah mulai bisa merasakan kecewa

Sudah bisa kecewa/ Credit: Parenting First Cry via parenting.firstcry.com

Bayi sudah mulai bisa membedakan wajah ayah dan ibu serta merasa nyaman saat bersama mereka. Di usia ini si kecil juga sudah bisa merasakanya tak nyaman jika ada orang lain yang mungkin masih asing. Ia juga sudah mulai mengenal mainan yang mana bisa membuatnya merasa sangat senang tapi juga kecewa saat harus berhenti memainkannya, namun ternyata ada waktu ia bosan juga. Temperamennya sangat terlihat di usia 6 bulan, apakah ia merupakan sosok yang easygoing atau justru mudah marah.

Mulai dari bisa berkata tidak hingga menjadi sosok yang pemalu akan mulai terlihat saat si kecil berusia 7 hingga 9 bulan

Sudah bisa bilang tidak/ Credit: Mam Baby via www.mambaby.com

Menginjak usia 7 bulan, si kecil mulai memahami arti dari kata tidak. Ia juga mulai menikmati interaksi sosial sehingga bisa membedakan mana yang familiar dan yang tidak, bahkan ia merasa lebih sensitif saat ada anak lain. Saat ada orang asing, ia akan menunjukkan sifat pemalu atau cemas dan lebih menikmati bermain di dekat orang tua. Kecerdasannya pun terlihat saat ia sudah mulai bisa menunjukkan gambar yang namanya disebut.

Perasaan yang dialami anak usia 10 hingga 12 tahun ternyata lebih banyak, mulai dari sedih, senang, bahkan marah hingga tantrum

Advertisement

Tantrum/ Credit: Parenting Firstcry via parenting.firstcry.com

Anak-anak di usia ini sudah mulai mencari persetujuan dan menghindari hal-hal tercela sehingga sudah tahu juga respons positif semacam tepuk tangan. Rasa percaya dirinya sudah mulai tumbuh di masa ini namun tetap saja ingin selalu dekat dengan orang tua atau salah satu dari mereka. Walaupun selera humornya sudah tampak, namun ia juga mulai menunjukkan emosi yang berlebihan dengan tantrum.

Perkembangan mental bayi perlu dikenali oleh orang tua agar bisa memberikan perlakuan dengan tepat. Saat si kecil mengalami mood yang berubah-ubah dan mulai tantrum, orang tua diharapkan tetap berada di sampingnya dan menyayangi sepenuh hati.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE