6 Permasalahan Ekonomi yang Berpotensi Menggoyahkan Rumah Tangga. Waspada!

Masalah ekonomi

Kebanyakan orang seringkali berpikir kalau dengan menikah akan menyelesaikan segala permasalahan. Padahal yang namanya menikah adalah memulai kehidupan baru. Setiap rumah tangga selalu memiliki sisi keharmonisan yang berbeda-beda. Namun terlepas dari itu, akan ada juga masalah ekonomi yang sebenarnya wajar terjadi dalam rumah tangga.

Advertisement

Mengarungi bahtera rumah tangga yang selalu bahagia dan harmonis adalah dambaan semua orang. Akan tetapi, yang namanya “bumbu” pernikahan akan selalu ada. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga adalah masalah ekonomi. Ini seringkali muncul dalam pernikahan. Itulah mengapa sangat penting membicarakan keuangan secara terbuka sebelum menikah.

1.Memiliki hutang. Hutang sebelum menikah yang belum diselesaikan juga dapat memicu ketidakharmonisan dalam rumah tangga

Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Yang namanya kebiasaaan berhutang seringkali sulit dibenahi. Terlebih jika tidak jujur dengan pasangan. Hal ini hanya akan memicu pertengkaran. Kalau bisa, sebaiknya hindari berhutang ketika sudah berumah tangga. Bicarakan keuangan dengan pasangan agar bisa diselesaikan tanpa harus hutang.

2.Nggak ada kekompakan dalam mengatur keuangan. Sudah seharusnya kalau dalam rumah tangga harus kompak dalam mengatur keuangan

Photo by Alice Donovan Rouse on Unsplash

Yang namanya berumah tangga tentunya segala sesuatunya harus diselesaikan bersama-sama seperti mengatur keuangan. Meski sepele, namun ada baiknya membicarakan pemasukan dan pengeluaran agar uangnya jelas untuk kebutuhan apa saja.

Advertisement

3.Perbedaan jumlah penghasilan sehingga membuat salah satu memiliki power lebih yang membuatnya egois

Photo by Alexander Mils on Unsplash

Bagi suami istri yang bekerja tentu akan ada rasa saling memiliki power lebih dalam mengelola keuangan. Misalnya, si istri merasa bisa mencari uang sehingga bebas mengeluarkan uangnya untuk hal-hal yang mungkin kurang diperlukan dalam rumah tangga. Keegoisan masing-masing pasangan hanya akan memperburuk rumah tangga.

4.Memiliki kepribadian yang berbeda soal keuangan. Salah satu ada yang terlalu boros dan satunya cenderung hemat

Photo by Stephen Phillips – Hostreviews.co.u

Yang sulit adalah ketika salah satu baik isti atau suami punya kepribadian yang berbeda tentang keuangan. Bisa jadi yang satu cendeung selalu ingin memberikan self-reward, sedangkan yang satu merasa hal tersebut hanya buang-buang saja. Beda kepribadian seperti ini jika dibiarkan hanya akan membuat rumah tangga kurang harmonis. Sebaiknya dibicarakan agar saling paham.

5.Kurang merencanakan tabungan untuk kebutuhan anak. Meski belum punya anak, merencanakan keuangan untuk anak juga nggak kalah penting

Photo by Damir Spanic on Unsplash

Beberapa pasangan mungkin sangat detail terhadap rencana yang akan dilakukan setelah menikah termasuk punya anak. Mereka membuat rencana agar lebih mudah dalam mengatur keuangannya. Sayangnya hal tersebut masih belum banyak yang melakukannya. Para suami istri cenderung  kurang memikirkan keuangan ketika sudah memiliki anak sehingga muncul masalah baru. Kebutuhan anak juga banyak lo, sehingga butuh diskusi antara suami istri seputar hal ini.

Advertisement

6.Permintaan dari keluarga. Ada yang masih memikirkan untuk memberi uang kepada orang tua atau mertua

Photo by Elisa Ventur on Unsplash

Yang namanya anak pastinya akan selalu ingin memberi orang tua meski sudah berumah tangga. Belum lagi untuk mertua. Hal ini sah-sah aja asalkan ada pembicaraan dengan pasangan terlebih dulu. Kalau memang ada rejeki lebih, boleh lah kasih orang tua atau mertua. Namun, yang wajib di sini adalah kebutuhan untuk rumah tangga dulu.

Masalah ekonomi selalu menjadi pemicu paling utama adanya ketidakharmonisan rumah tangga. Bagaimanapun kondisi keuangan, sebaiknya dibicarakan terhadap pasangan agar menemukan solusi yang tepat khususnya untuk keutuhan rumah tangga. Semoga yang dalam waktu dekat ingin melangsungkan pernikahan, bisa mempersiapkan hal-hal yang dapat memicu masalah ekonomi seperti di atas.

Semoga bermanfaat, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

belum lengkap kalau belum ngopi item

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE