7 Hal ini Paling Sering Diributin Pasangan Setelah Punya Anak. Jangan Dianggap Sepele ya!

pernikahan setelah punya anak

Pacaran, menikah, punya anak, dan hidup bahagia selamanya. Hmm, sounds legit, huh? Padahal kenyataannya kadang nggak semudah itu. Banyak orang beranggapan, kisah percintaan ‘terhenti’ pada saat pasangan menikah. Yah, kalau di film mungkin begitu, faktanya konflik bisa saja bertambah setelah pasangan suami istri memiliki anak.

Advertisement

Bukan bermaksud menakut-nakuti, namun dilansir dari berbagai sumber, ada bermacam-macam faktor yang dapat memicu pertengkaran suami istri setelah punya anak. Yap, nggak cuma soal yang manis-manis saja, kita juga kudu buka mata soal kemungkinan konflik yang muncul setelah anak lahir ke dunia. Coba cek deh, apa saja sih biasanya pemicu pertengkaran itu, Moms~

1. Suami yang kurang peka dan responsif sama kebutuhan mama bisa banget memicu pertengkaran. Kalau nggak dibereskan, bisa bikin mama baby blues berkepanjangan~

Credit: Caleb Oquendo for Pexels via www.pexels.com

2. Perbedaan pola asuh antara ibu dan ayah juga bisa memicu pertengkaran. Ya namanya juga datang dari latar belakang didikan keluarga yang berbeda

Credit: Gustavo Fring from Pexels via www.pexels.com

Advertisement

3. Berkurangnya waktu berkualitas dengan pasangan juga bikin pasangan gampang saling bete dan uring-uringan lo

Credit: Vidal Balielo Jr. from Pexels via www.pexels.com

4. Masalah keuangan keluarga kerap juga jadi pemicu pertengkaran. Satu lagi alasan, menikah dan kehamilan itu perlu direncanakan dengan matang

Credit: Yan from Pexels via www.pexels.com

5. Ibu mengalami baby blues atau postpartum depression. Uring-uringan dan stres berat pasca melahirkan itu sangat mungkin terjadi lo. Kalau suami nggak bisa memahami, bisa ribut terus dan berujung bahaya nih buat kesehatan mental pasangan ayah dan ibu

Credit: Yuris Alhumaydy from Unsplash via unsplash.com

Advertisement

6. Pembagian tugas rumah tangga yang terasa kurang adil. Ibu dan ayah jadi suka bete-betean~

Credit: Chloe Skinner from Pexels via unsplash.com

7. Campur tangan orang tua atau mertua dalam mengasuh si kecil. Apalagi kalau masih serumah

Credit: Pixabay from Pexels via www.pexels.com

Menikah itu bukan cuma soal sayang-sayangan, tapi juga soal kesiapan dan tanggung jawab pada komitmen yang sudah dibangun. Oleh karena itu, saat bibit-bibit konflik mulai bermunculan jangan dibiarkan ya, Moms. Iya sih, kelahiran anak memang adalah anugerah, tapi kalau salah penanganan malah bisa memicu masalah. Segera cari jalan keluar terbaik, biar keutuhan dan kebahagiaan tetap terjaga, setelah kalian punya anak. Semangat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE