6 Trik Jitu Ajarkan Banyak Bahasa pada Anak. Kata Penelitian, Bikin si Kecil Lebih Cerdas lo!

mengajarkan bahasa pada anak

Mungkin kamu memiliki berbagai pertimbangan agar buah hati mengerti lebih dari satu bahasa. Hal ini tak hanya berlaku untuk kamu yang ingin mengajarkan si kecil bahasa Indonesia dan bahasa asing saja, tapi juga bahasa daerah atau bahasa ibu. Nah, dilansir dari Hello Sehat, menurut sebuah penelitian di Singapura tentang bayi yang berusia enam bulan, bayi yang mengerti lebih dari satu bahasa ternyata akan memiliki kemampuan belajar dan mengingat yang lebih baik.

Advertisement

Tak perlu bantuan orang lain, kamu bisa kok mengajarinya melalui kegiatan sehari-hari sekalipun. Kita simak yuk apa saja yang bisa kamu lakukan untuk mendukung kecerdasan anakmu!

1. Anak-anak biasanya akan menyukai hal-hal yang menyenangkan. Makanya kamu bisa mengajari bahasa ke mereka juga dengan cara yang fun

Diajak bernyanyi/ Credit: Telegraph UK via www.telegraph.co.uk

Si kecil biasanya akan lebih mudah mengingat hal-hal yang menarik dan menyenangkan saat dilakukan. Untuk mengawali ‘pelajaran bahasa’ yang satu ini, kamu bisa memasukkan berbagai kosakata baru ke dalam sebuah lagu atau cerita. Jika sudah terbiasa, kamu juga bisa memilih nyanyian atau buku dengan bahasa yang ingin kamu ajarkan kepadanya secara utuh.

2. Salah satu metode yang terbilang cukup efektif untuk mengajarkan beberapa bahasa kepada anak adalah dengan metode OPOL. Apa itu?

Terapkan metode OPOL/ Credit: Tes.com via www.tes.com

OPOL merupakan sebuah singkatan dari One Person One Language. Sesuai dengan artinya, metode ini berarti menggunakan satu bahasa untuk satu orang yang berbicara dengan si kecil. Cara menerapkannya misalnya saat di rumah ayah bisa menggunakan bahasa daerah untuk berbicara kepadanya, sedangkan ibu bisa membiasakan menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan saat di luar, ayah dan ibu bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan buah hati.

Advertisement

3. Jika selama ini kamu sering menganggap mengikuti bahasa bayi akan membuat mereka lebih mudah mengerti, hal ini sebaiknya justru kamu hindari

Jangan pakai bahasa bayi/ Credit: Cognikids via cognikids.com

Alih-alih menggunakan beberapa kata seperti “Eh icu meongnya” atau “Eh ada moo”, sebaiknya kamu mengganti kata-kata tersebut dengan kata yang sebenarnya seperti “Eh itu kucingnya” atau “Eh ada sapi” karena anak kecil sebenarnya memiliki kemampuan yang tak terduga. Penggunaan beberapa bahasa juga sebaiknya sudah dibiasakan dari sebelum ia berbicara karena ia akan lebih mudah membedakan yang mana bahasa A, yang mana bahasa B. Kemampuan ini akan menurun seiring berjalannya waktu.

4. Teknologi tak hanya bisa membantumu menenangkan anak, namun hal ini juga bisa digunakan sebagai alat untuk belajar bahasa baru

Credit: Milna via www.milna.com

Sesekali menunjukkan video kepada anak tentang kebudayaan dan bahasa yang ia pelajari juga perlu dilakukan sehingga ia memiliki gambaran dan semakin tertarik untuk mempelajari bahasanya dengan lebih dalam lagi. Alat ini juga bisa digunakan untuk mencari berbagai video cara pelafalan jika kamu tak yakin dengan kemampuanmu.

5. Kamu juga perlu memperhatikan lingkungan anak mengenai bahasa apa yang mereka pakai. Lalu, kamu bisa menyesuaikan bahasa yang mana untuk diajarkan

Bahasa apa yang digunakan/ Credit: HM via www2.hm.com

Biasanya anak akan memakai bahasa yang ia gunakan dengan teman bermainnya dengan fasih karena sering ditemui. Nah, untuk itu kamu tak perlu lagi susah payah mengajarinya. Kamu hanya perlu mengarahkan bahasa seperti apa yang boleh digunakan. Di rumah, agar kemampuan berbahasanya semakin banyak, kamu bisa memilih bahasa lain untuk diajarkan. Misalnya jika ia sudah menggunakan bahasa daerah saat bersama teman, kamu bisa mengajarinya bahasa Indonesia dan bahasa asing.

6. Mengajaknya berbicara menggunakan beberapa bahasa untuk berkomunikasi secara terus-terusan mungkin akan sulit dilakukan tapi konsisten tetaplah kuncinya

Harus konsisten/ Credit: Three Key Years via threekeyyears.org

Bahasa merupakan perkara kebiasaan. Semakin sering seseorang mendengar dan mengucapkan kata-kata, maka semakin mudah pula ia mengingatnya. Makanya jika memang ingin si kecil menguasai beberapa bahasa, kamu perlu konsisten memperkenalkannya hingga ia sudah mahir memakainya.

Anak kecil sebenarnya lebih mudah untuk mempelajari sesuatu yang baru, sehingga kamu sudah bisa mulai mengajarinya bahkan sebelum ia mulai bisa berbicara. Tak perlu menggunakan jasa guru yang mahal, kemampuan ini bisa dibangun di dalam rumah kok.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE