Baru Lahiran 3 Bulan, Medina Zein Positif Narkoba. Ketahui 5 Dampak Obat Terlarang pada ASI

menyusui sambil narkoba

Influencer sekaligus pebisnis kondang Medina Zein belakangan ini tertangkap polisi setelah ditemukan positif menggunakan narkoba jenis amfetamin untuk mengobati penyakit bipolar tipe 2 yang tengah ia derita. Obat ini merupakan obat yang digunakan untuk merangsang sistem saraf pusat yang hanya bisa digunakan dengan resep dokter untuk mengatasi obesitas, gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan kelelahan kronis, sehingga tak bisa digunakan tanpa resep dokter seperti Medina.

Advertisement

Mirisnya, Medina tertangkap positif narkoba setelah melahirkan anak keduanya, 3 bulan sebelumnya. Hal ini lantas menjadi perbincangan hangat warganet yang mempertanyakan soal ASI sang ibu, seperti dilansir dari laman Kumparan. Selain merugikan diri sendiri, secara medis narkoba juga bisa memengaruhi kondisi anak jika meminum ASI dari ibu yang mengonsumsi narkoba tersebut lo. Kita simak yuk apa saja dampak dari konsumsi obat terlarang ini!

1. Jumlah ASI yang terkontaminasi oleh obat-obatan tergantung jumlah obat-obatan yang dikonsumsi pula. Makanya kalau tak dikonsumsi dengan resep dokter akibatnya bisa bahaya

Obat-obatan/ Credit: chcaunion via www.chcaunion.org

Dilansir dari Very Well Mind, banyaknya obat-obatan yang dikeluarkan oleh ASI-mu akan tergantung pada jenis obat-obatan dan caranya memasuki ASI melalui plasma darah. Konsentrasi rasionya berhubungan dengan proporsi obat yang dikonsumsi yang mana biasanya bervariasi sehingga tidak bisa diperhitungkan dengan pasti. Masih dari sumber yang sama, jika bayi terpapar kurang dari 10% obat-obatan tersebut maka masih aman. Makanya agar benar-benar terjamin, kamu harus berdiskusi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan. Perlu diperhatikan bahwa perhitungan tersebut akan berbeda jika obat yang dikonsumsi adalah narkoba yang berbahaya.

2. Meskipun tak langsung berpengaruh kepada kesehatan bayi, konsumsi amfetamin dapat mempengaruhi produksi ASI lo

Amfetamin/ Credit: Indozone via www.indozone.id

Dilansir dari Drugs, konsumsi amfetamin seperti yang dikonsumsi Medina Zein tidak begitu mempengaruhi anak secara langsung. Pengaruhnya terhadap perkembangan neurologis pun belum diteliti lebih lanjut. Namun, diketahui narkoba jenis amfetamin dapat mengganggu produksi ASI apalagi pada ibu yang memang sebelumnya mengalami kesulitan dalam menghasilkan ASI tersebut.

3. Selain narkoba jenis amfetamin, narkoba jenis kokain dan marijuana memiliki bahaya yang lebih terlihat pada bayi

Kokain/ Credit: Superbubur via superbubur.com

Dikutip dari Very Well Mind, kokain dan produk turunannya akan menyalur dari tubuh ibu ke ASI dan bayi ternyata sangat sensitif terhadap zat tersebut. Bayi yang terpapar akan mengalami iritasi ekstrim, kejang, muntah, dan diare. Yang tak kalah berbahaya adalah marijuana. Zat ini dapat menyebabkan adanya gangguan pada sistem syaraf anak. Dalam sebuah penelitian jangka panjang, konsumsi yang terlalu sering akan menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik.

4. Dampak terburuk yang bisa terjadi pada bayi adalah kematian. Hal ini bisa terjadi jika bayi mengonsumsi narkoba jenis methadone dengan dosis berlebihan

Methadone/ Credit: Buy Methadone via www.buymethadone.org

Methadone dapat menyebabkan sedasi, depresi pernapasan, dan gejala putus obat pada bayi yang menelannya. Pada dosis yang tinggi, sang bayi dapat meninggal karena hal ini. Jika harus mengonsumsi, ibu bisa mengonsumsi hingga 20mg per hari tapi jika mengonsumsi lebih dari itu, maka ASI dan darah bayi harus dimonitor secara rutin. Buprenorphine  biasanya akan disarankan sebagai alternatif.

5. Obat anelgesik atau pereda nyeri yang banyak beredar di pasaran sebaiknya juga tidak dikonsumsi secara sembarangan

Advertisement

Painkiller/ Credit: Sehatq via www.sehatq.com

Ada banyak sekali obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran, baik yang bisa dibeli sendiri maupun yang harus menggunakan resep dari dokter. Beberapa di antaranya diketahui akan meningkatkan risiko depresi neurobehavioral pada bayi yang terpapar. Sebelum asal mengonsumsinya, ada baiknya kamu bertemu dengan dokter mengenai pereda nyeri alternatif yang bisa kamu gunakan.

Menilik berbagai bahaya yang mungkin ditimbulkan bahkan dari obat-obatan yang terdengar biasa saja dan sering ditemui di pasaran, ada baiknya kamu tak menggunakannya secara berlebihan apalagi asal-asalan saat hamil maupun menyusui. Semoga kasus Medina Zein dapat segera terselesaikan dengan baik dan menjadi pembelajaran bersama ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE