Bisa Berakibat Fatal, Ini Kesalahan Paling Umum yang Dilakukan Saat Anak Demam. Hati-Hati!

mitos demam anak

Menjadi seorang ibu merupakan tantangan tersendiri bagi sebagian wanita karena selalu ada hal baru setiap harinya. Bahkan saat Moms merasa bahwa ada hal yang sudah dikuasai, muncul lagi kasus baru yang harus dengan telaten  dihadapi. Salah satu momen yang mungkin membuat Moms panik adalah saat si kecil terkena demam. Sebenarnya hal ini merupakan sesuatu yang sering terjadi, namun jadi sering pula terdengar mitos-mitos seputar demam pada anak.

Advertisement

Mitos tersebut mungkin sudah sering beredar dan banyak dipercayai, namun ada baiknya Moms teliti lebih dalam lagi. Benarkah mitos tersebut atau hanya kepercayaan yang tidak ada buktinya. Kita simak yuk beberapa yang populer di antaranya!

1. Jika selama ini Moms impulsif memberikan kompres air dingin kepada anak, ternyata sebaiknya kamu mulai menghentikan hal ini

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Menyentuh anak yang suhu badannya sedang tinggi mungkin akan membuatmu berpikir salah satu cara untuk mendinginkannya ya dengan cara memberikannya sesuatu yang dingin seperti mengompres air dingin. Ternyata air ini justru akan menyebabkan terjadinya pengecilan pembuluh darah lo sehingga justru evaporasi tidak terjadi dan suhu panas akan terjebak di dalam tubuh si kecil. Agar aman, Moms bisa menggantinya dengan air hangat.

2. Mungkin Moms berpikir bahwa anak yang demam sebaiknya tidak dimandikan, tapi hal ini tetap bisa kok kamu lakukan

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Aturannya sama dengan yang sebelumnya yaitu jangan memandikan anak dengan air dingin. Hal ini disebabkan justru akan ada kenaikan suhu yang mungkin terjadi. Jika Moms takut tidak bisa memberikan suhu yang pas, kamu bisa menghindari hal ini dan melakukannya saat si kecil sudah turun panasnya. Memandikannya pun nggak harus direndam kok, cukup basuh dengan waslap hangat sebentar terutama di sela-sela lipatan tubuh lalu segera bungkus dan keringkan tubuh si kecil. Ingat, pakai air hangat ya!

Advertisement

3. Orang yang demam mungkin identik dengan mengenakan selimut dan pakaian tebal agar berkeringat lalu sembuh, mitosnya sih begitu

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Mungkin Moms juga sering mendengar bahwa anak yang sedang demam sebaiknya diselimuti dan diberikan pakaian tebal agar keluar keringat lalu panas menjadi turun. Dilansir dari Hai Bunda, ternyata justru dokter menganjurkan pakaian yang tipis seperti singlet, lo. Pasalnya kemungkinan terjadinya perpindahan suhu ternyata ada banyak.

4. Sebaiknya kamu tidak menganggap serius bahwa demam merupakan tanda bahwa anak akan semakin pintar, karena hal ini ternyata tidak ada hubungannya!

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Demam ternyata tidak memiliki korelasi dengan adanya perkembangan kecerdasan anak. Hal ini murni karena adanya pemicu seperti virus atau bakteri, aktivitas anak yang terlalu banyak, kelelahan, terlalu banyak stimulasi, hingga kurang minum setelah melakukan imunisasi. Jadi, jika panas si kecil sudah mulai sangat tinggi, Moms harus mulai tahu penyebabnya secara pasti.

5. Untuk meredakan demam, selain kompres dingin biasanya orang tua akan memberikan minyak kayu putih featuring bawang merah

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Belum ada penelitian tentang hal ini, namun ternyata belum diketahui juga efek negatif dari mengoleskan minyak kayu putih dan bawang merah yang dipercaya turun  menurun ini. Jadi, Moms tetap bisa membalurkan minyak kayu putih di tubuh anak sebagai penghangat kok.

6. Saat demam biasanya bagian yang akan dicek oleh orang tua adalah bagian kening. Makanya seringkali muncul mitos demam mampu ‘memanggang’ otak

Credit: pexels.com via www.freepik.com

Demam bahkan hingga kejang tidak akan menimbulkan kerusakan otak apalagi secara permanen, kok. Beberapa orang yang mengalami hal ini di masa kecilnya tidak akan mengalami gangguan perkembangan hingga gangguan belajar yang berarti.

Demam sesungguhnya merupakan sebuah cara bagi tubuh si kecil untuk mempertahankan diri dari kuman penyerang. Suhu tubuh akan naik sebagai sebuah cara untuk melawan bakteri maupun virus yang sensitif terhadap perubahan suhu. Namun, Moms juga tetap perlu berhati-hati jika angka di termometer sudah melebihi angka 38° celcius. Di saat inilah Moms harus menemui anak ke dokter.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE