5 Mitos Seputar MPASI yang Perlu Diluruskan. Dampaknya Bisa Menyesatkan!

Mitos MPASI

Usia 6 bulan adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada si kecil. Meski hampir sebagian besar orang tua sudah tahu akan hal ini, tapi masih banyak keliru dalam penerapannya lantaran termakan hoaks atau mitos yang beredar.

Advertisement

Seperti yang belum lama ini terjadi, para orang tua dibingungkan oleh pendapat dr. Samuel Oetoro, Ms, SpGK yang mengatakan hati ayam nggak baik sebagai MPASI. Padahal selama ini banyak dokter dan ahli gizi merekomendasikannya loh. Pendapat itu pun lantas dibantah oleh dr. Tan Shot Yen, M. Hum yang bilang hati ayam sangat boleh ditambahkan dalam menu MPASI.

Nah, nyatanya masih banyak informasi keliru dan mitos-mitos terkait MPASI yang perlu diluruskan. Ini dia!

1. Pemberian daging, ikan dan telur harus ditunda hingga bayi berusia 8-12 bulan

Photo by Harris Vo on Unsplash

Kalau Moms pernah mendapat informasi untuk tidak memberi daging, ikan dan telur kepada si kecil hingga usianya 8-12 bulan, nggak usah gusar. Hal tersebut hanyalah mitos. Faktanya, ketiga sumber protein tersebut bisa dan boleh Moms kenalkan kepada si kecil sejak awal masa MPASI.

Advertisement

Hanya saja dalam pemberiannya, Moms perlu memastikan kalau daging, ikan dan telur yang akan diberikan kepada si kecil masih segar serta dalam keadaan baik, dan dimasak hingga benar-benar matang untuk membunuh bakteri. Untuk ikan, ada baiknya memilih jenis rendah merkuri, seperti kakap, mujair atau lele.

2. Hindari makanan yang berpotensi menyebabkan alergi

Photo by Adrien Sala on Unsplash

Alih-alih membantu si kecil terhindar dari alergi, saran ini justru bisa bikin si kecil makin rentan terkena alergi. Beberapa penelitian membuktikan, menunda pemberian makanan yang berpontensi bikin alergi justru dapat meningkatkan risiko bayi terkena alergi makanan tersebut.

Jadi, Moms boleh-boleh saja mengenalkan si kecil dengan makanan yang berpotensi menyebabkan alergi, seperti telur, ikan, kacang, gandum, kerang, dan susu sapi sedini mungkin secara bertahap. Yang perlu dicatat adalah Moms harus memantau kondisi si kecil untuk mengantisipasi ia mengalami gejala alergi.

Advertisement

3. Hindari pemberian gula dan garam

Photo from Max Pixel

Nggak ada larangan untuk menambahkan gula dan garam pada MPASI. Hanya saja, langkah ini sebaiknya Moms lakukan jika si kecil cuma mau makan makanan yang ditambahkan gula atau garam, ya. Untuk bayi di bawah usia satu tahun, penggunaan gula dan garam dibolehkan sedikit saja.

Sementara untuk balita, asupan garam yang diperbolehkan adalah nggak lebih dari 2 gram atau sekitar 1/3 sendok teh per hari. Sedangkan untuk gula, sebaiknya nggak lebih dari 25 gram atau 6 sendok teh setiap harinya. Diingat-ingat ya, Moms.

4. Kenalkan sayur terlebih dahulu baru kemudian buah

Buah dan sayur – credit: pexels.com

Katanya, kalau si kecil dikenalkan kepada buah terlebih dahulu, maka ia berpotensi sulit menerima sayuran. Well, pandangan ini jelas keliru ya, Moms. Sayur dan buah boleh dan bisa dikenalkan pada waktu yang bersamaan kepada si kecil. Hal penting yang perlu Moms perhatikan hanyalah mengimbangi asupan sayuran dan buah dengan jenis makanan lainnya.

5. Hindari makanan bertekstur kalau bayi belum tumbuh gigi

Photo by Hasan Albari from Pexels

Wajar saja kalau banyak orang tua khawatir memberikan makanan bertekstur kepada bayinya yang belum tumbuh gigi. Sebenarnya, hal ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan loh, Moms. Sekalipun belum tumbuh gigi, bayi tetap bisa mengunyah dan menelan makanan bertekstur dengan baik.

Selain itu, pemberian makanan yang cukup padat juga dapat membantu melatih kemampuan si kecil dalam mengunyah dan menelan. Dengan ini, seiring bertambahnya usia si kecil akan terbiasa mengonsumsi makanan padat.

Moms, itu dia penjelasan sesungguhnya untuk 5 mitos yang sering terdengar kalau kita bicara tentang MPASI. Untuk bisa memberikan yang terbaik bagi si kecil, Moms and Dads harus selalu kritis dalam memilah informasi, ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE