Kata Ockwell-Smith, seorang pendiri program belajar orangtua dan anak – BabyCalm, otak balita itu berbeda dengan otak orang dewasa, bahkan dengan otak anak-anak yang lebih tua usianya. Balita belum punya kontrol diri dan pengaturan emosi yang baik, itulah kenapa mereka suka nangis guling-guling bahkan sampai ngamuk nggak jelas alias tantrum. Kalau tantrumnya di rumah sih masih bisa ditoleransi, tapi kalau di tempat umum? Di mal misalnya? Nggak jarang kamu bakal malu sendiri karena merasa nggak pantas, belum lagi kalau dilihat banyak orang. Tapi balita nggak akan ngerti, mereka bakal tetap melakukannya karena tantrum adalah hal biologis yang pasti akan dilalui di masa-masa pertumbuhannya.

Jangan keburu bentak-bentak si anak, coba terapkan trik-trik rangkuman Hipwee Young Mom berikut untuk menangani anak yang tantrum di tempat umum.

1. Kamunya harus tetap tenang, jangan terpancing atau malah ikut-ikutan jengkel. Selain nggak ada gunanya juga bakal memperparah emosi si anak

tetap tenang jangan ikut emosi via www.mothering.com

Advertisement

Nggak mudah memang, menghadapi anak yang lagi tantrum dengan tetap tenang dan nggak panik. Tapi memarahi, membentak atau memberi hukuman padanya justru membuat anak menyimpan amarah dan frustasinya sendiri, dan ini nggak baik untuk fisik maupun mentalnya.

Jadi sempatkan untuk menenangkan diri, sebisa mungkin ciptakan strategi seolah-olah kamu nggak terlalu bereaksi, namun tetap perhatian. Jangan lupa berikan senyuman pada orang-orang di sekelilingmu yang tengah menyaksikan drama si kecil ya. Hihihi~

2. Bicara pelan-pelan dengan si anak, biarkan dia berkata jujur tentang apa yang jadi penyebab kerewelannya

ajak bicara pelan-pelan via aptparenting.com

Rengekan adalah bagian dari proses belajar anak untuk mempelajari tutur kata seperti apa yang bisa memenuhi kebutuhannya. Maka penting untuk mengajarkannya bicara jujur tentang apa yang ia inginkan atau rasakan. Kalau anak masih kesulitan mengungkapkan, coba perkirakan penyebabnya.

Advertisement

Misalnya, “Ibu tahu kamu capek dan ngantuk, kalau udah selesai nangisnya, kita pulang ya…”, atau

“Tante tahu kok kamu pengen mainannya kan? Tapi maaf, uang tante nggak cukup, mainannya mahal sekali (sambil menunjukkan dompet)”

Tutur kata jelas, jujur dan tanpa basa-basi akan mewakili perasaan yang sulit mereka ungkapkan. Bereaksi tenang seperti ini akan menunjukkan pada anak bahwa masalah akan bisa diatasi sama-sama kalau mereka bisa mengendalikan emosi dan mau bicara daripada menangis.

3. Buatlah sensasi yang bisa mengalihkan perhatiannya, misalnya dengan berhitung sampai sepuluh. Cara ini juga mengajarkan anak untuk nggak ngambek terlalu lama

ajak berhitung via www.rd.com

Tanpa harus mengomelinya, kamu bisa membiasakan anak untuk nggak terlalu lama merengek dengan mengajaknya berhitung sampai sepuluh. Pandu si anak untuk berhenti menangis dan mau bicara setelah selesai berhitung. Selain mengalihkan fokus anak, berhitung juga akan memberi kalian waktu untuk menenangkan diri, kan? Syukur-syukur setelah berhitung, si kecil malah lupa alasan kenapa dirinya menangis 😀

4. Ajak dia untuk mengambil napas dalam-dalam dan mengehembuskannya seperti pura-pura sedang meniup lilin ulang tahun

Tiup lilin yuk, Dek! via projectmotherhoodnyc.com

Terapkan cara yang biasanya dipraktikkan oleh orang dewasa ini untuk menenangkan anak yang sedang rewel. Memang nggak instan, tapi ajarkan anak untuk menarik napas dalam-dalam dan melawan perasaan saat dirinya sedang di situasi nggak nyaman. Kamu juga bisa ngetrik dengan mengajaknya berpura-pura meniup lilin ulang tahun saat menghembuskan napas. Nah, besok-besok lagi kalau si kecil tantrum, gunakan kode ‘tiup lilin yuk’ untuk mengingatkannya agar bernapas sejenak.

5. Memberi hadiah saat anak berhasil mengendalikan emosinya adalah respon yang baik

memberikan hadiah via edition.cnn.com

Contoh sederhananya, sediakan stoples yang dilabeli “stoples anak baik” sebagai sarana pembelajaran anak untuk melakukan hal-hal yang baik. Masukkan sebuah koin, kelereng atau apa pun ke dalam stoples tiap kali anak bisa mengendalikan amukannya, nantinya kalau sudah terkumpul 10 biji, berikan penghargaan berupa menonton film atau bermain di area kesukaan. Tapi ingat, jangan berlebihan dalam menghadiahi anak, salah-salah malah jadi senjata makan tuan.

6. Ekstrim-ekstrimnya, jangan berikan reaksi bahkan tatapan mata, cuekin saja. Biarkan si anak melampiaskan juga memulihkan emosinya sendiri

cuekin aja via www.today.com

Salah satu tujuan tantrum adalah untuk mendapatkan perhatian. Kalau kamu ingin membiasakan anak untuk nggak tantrum lagi lain waktu hanya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, cuekin saja. Cuek bukan berarti mengabaikan, cara ini membantu anak melampiaskan emosi dan memulihkan diri sendiri dengan mandiri. Saat anak mulai capek, barulah kamu ajak dia bicara untuk memberinya pengertian.

Kuncinya, jangan mudah tunduk pada amukan anak. Tapi kalau dirasa mengganggu sekitar dan kamu nggak cukup tega untuk bersikap cuek, terapkan cara ini di rumah saja ya.

7. Saat melihat anak mengamuk dan kamu nggak ngerti harus ngapain, pelukan jadi pilihan terakhir untuk menghadapinya

peluk aja sampai anaknya diam via happyyouhappyfamily.com

Memeluk anak akan membuatnya merasa aman dan tahu bahwa kamu peduli, meskipun sebenarnya kamu nggak setuju dengan ulahnya. Tapi, jangan sembarang memberi pelukan. Berikan dekapan erat yang tegas, bukan pelukan sayang untuk menimang atau me-ninabobo-kan, dan jangan katakan apa pun selama kamu mendekap si kecil sampai rengekannya mereda.

Menangani anak yang lagi tantrum itu memang susah-susah gampang. Tapi selama kamu menghadapinya dengan cara atau aturan yang konsisten dan nggak menyerah, niscaya anak pun akan bisa diajak kerjasama dan mengendalikan diri saat dirinya tengah rewel. Satu lagi, jangan sampai membuat si kecil beranggapan bahwa merengek adalah cara terbaik untuk memenuhi segala keinginannya.

Jadi, jangan terlalu mudah memberi apa pun yang ia inginkan saat sedang rewel, siapkan persenjataan seperti mainan, permen, atau hiburan yang bisa mengalihkan perhatiannya saat sedang bepergian. Semangat ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya