Punya anak pertama sudah kesampaian, Puji Syukur sehat dan sejahtera. Sekarang saatnya menggenapi kebahagiaan dengan memiliki anak kedua …

Banyak orang bilang hamil anak kedua nggak serepot merawat dan mempersiapkan kelahiran anak pertama. Terlepas dari perlengkapan bayi, biaya persalinan, juga mental ibu sendiri, ada satu hal penting yang harus dipikirkan matang-matang. Betul, kesiapan sang kakak untuk menyambut kehadiran adik barunya, terutama jika usia si kakak masih di bawah 4 tahun.

Advertisement

Anak pertama mungkin akan mengalami berbagai emosi seperti gembira, cemas, cemburu, atau bahkan benci saat menyambut adik bayinya. Nggak heran jika perilakunya menjadi rewel, susah makan, atau tiba-tiba nakal berlebihan. Bercermin dari kabar kematian bayi karena ketidaksengajaan kakaknya yang tengah cemburu, ada baiknya ucapkan kalimat-kalimat ini pada sang kakak saat mempersiapkan kelahiran adik bayi berikut ini.

1. “Haloo, adik bayi… kakak udah nggak sabar lho ketemu kamu!”

Halo, Adik… via www.netdoctor.co.uk

Kamu sudah bisa memberi pengertian pada si kakak tentang adik bayi sejak masih hamil. Sering-seringlah mengajaknya untuk memegang perut ibu lalu mengatakan “hai” atau “halo” pada janin. Jelaskan kalau di perut sedang ada calon adiknya. Kamu juga bisa menunjukkan foto ketika si kakak masih bayi, ceritakan kalau dulunya kakak adalah seorang bayi kecil, sama lucunya seperti adiknya nanti kalau sudah lahir. Sampaikan pada kakak, bahwa adik bayi pasti akan senang punya kakak yang menyenangkan seperti dia.

2. “Adik bayi itu cantik kayak ibu, kalau kakak itu ganteng kayak ayah”

Ini lho, adik balas halo… via tygrysiaki.pl

Jangan bosan untuk mengajak si kakak menyapa adik bayinya dengan mengelus-elus perut ibu. Kamu pun bisa membiarkan si kakak memegang perut saat si adik bayi tengah menendang atau bergerak. Ceritakan saja kalau itu berarti adik bayi membalas sapaan kakaknya. Selalu ceritakan hal-hal positif tentang adik bayi pada si kakak. Seperti memujinya cantik (kalau jenis kelaminnya cewek), misalnya.

Advertisement

Sebisa mungkin, jangan biarkan si kakak mengetahui kalau kamu sedang lelah atau sakit saat hamil untuk memberi pengertian pada si kakak bahwa adiknya selalu bikin ibunya senang dan nggak merepotkan bahkan sejak dalam kandungan.

3. “Kak, temenin ibu periksa, yuk! Siapa tahu kakak bisa lihat adik bayi…”

Temenin ibu periksa, yuk! via health.clevelandclinic.org

Jika memungkinkan, jangan ragu untuk mengajak si kakak menemanimu periksa kehamilan ke dokter. Ajakan ini memunculkan ketertarikan si kakak untuk bisa mengetahui kabar adiknya dengan lebih dekat. Terlebih jika kamu melakukan CT scan saat janin sudah terlihat bentuknya. Cara ini juga bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab pada si kakak sejak dini bahwa ia mesti menjaga ibu dan adiknya agar tetap sehat.

4. “Kak, kita jalan-jalan yuk, cari baju sama sepatu buat adik…”

Belanja buat adik yuk, Kak! via www.atlantaparent.com

Libatkan si kakak dalam kehebohan mempersiapkan perlengkapan adik bayi seperti baju, kauskaki, atau mainan. Misalnya, dengan mengajak si kakak belanja perlengkapan di supermarket sembari jalan-jalan. Jangan ragu untuk minta pendapatnya dalam memilih barang-barang untuk adiknya. Dengan begitu, si kakak akan merasa terlibat dan menjadi bagian dari orang yang menyambut kelahiran sang adik bayi.

5. “Ibu nggak sabar deh lihat kakak ngajarin adik sikat gigi atau main-main bareng. Pasti seneng banget ya, Kak…”

Ibu nggak sabar deh liat kakak ajarin adik sikat gigi… via www.huffingtonpost.com

Sampaikan pada si kakak untuk ikut berperan merawat adiknya ketika sudah besar kelak. Peranan yang bisa diambil si kakak misalnya membantu ibunya mengambilkan popok bayi, mengajak adiknya bermain, atau mengajari adiknya menyikat gigi jika sudah besar nanti. Katakan pada si kakak bahwa kamu sudah nggak sabar untuk melihat si kakak yang pintar membantu ibu mengurus adiknya. Katakan juga bahwa bantuannya ini penting dan sangat berarti buatmu.

6. “Kakak main sama ayah dulu ya, ibu harus istirahat sayang, ‘kan sebentar lagi adik bayinya lahir…”

Main sama ayah dulu ya, Kak… via angeldads.com

Jika si kakak terbiasa menghabiskan waktu bersamamu sebagai ibunya, cobalah untuk mengajak anak lebih intens bermain dengan ayahnya. Cara ini akan melatih si kakak untuk lebih mandiri dan nggak ketergantungan dengan ibunya. Jika si kakak sudah terbiasa dengan ayahnya, maka ia nggak akan merasa kurang perhatian darimu saat kamu sibuk mengurus adik bayi. Ia juga nggak akan terlalu kaget dengan perubahan yang terjadi saat adik bayi hadir dalam keluarga.

7. “Nanti kalau adik sudah lahir, kakak jengukin ya… Adik pasti nggak sabar deh pengen dipeluk sama kakak”

Nanti kakak jengukin ibu dan adik, ya! via www.thecut.com

Di minggu-minggu terakhir sebelum persalinan, luangkan waktu bersama si kakak sebanyak yang kamu bisa. Nikmati momen-momen kebersamaanmu dengan si kakak sebelum terjadi perubahan dalam keluarga, yakni dengan kehadiran sang adik bayi. Ceritakan padanya kalau sebentar lagi adiknya akan lahir, minta ia untuk mengunjungimu dan adik bayi di rumah sakit nanti. Pastikan kelak adik bayi diletakkan di ranjang agar kakak bisa memeluknya, tapi tetap dengan pengawasan. Ini akan menjadi pengalaman baru yang menyenangkan baginya.

8. “Kak, ini lho ada hadiah dari adik bayi. Katanya adik senang sekali bisa ketemu kakak…”

Adik sebentar lagi lahir lho! via www.journeyofparenthood.com

Menjelang persalinan, siapkan kejutan atau hadiah kecil buat si kakak dan memberikannya saat adik bayi lahir. Kamu bisa berikan bangku kecil khusus untuk duduk menemanimu menyusui adik bayi. Katakan bahwa hadiah tersebut adalah pemberian dari adik bayi sebagai ucapan terima kasih sudah menjaganya sejak masih dalam perut hingga lahir ke dunia. Hadiah ini menjadi penghargaan penting bagi si kakak dari adik dan ibunya, dan menjadikannya lebih gembira menyambut kedatangan adik barunya.

Anak sulung membutuhkan perhatian khusus demi menyiapkan mentalnya menyambut kedatangan anggota baru dalam keluarga. Makanya, meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan si kakak ini wajib hukumnya, agar ia nggak cemburu karena merasa disisihkan nantinya. Jangan egois, selalu berusaha untuk menjalin keharmonisan dalam keluarga apapun keadaannya. Semoga si kakak dan si adik tumbuh menjadi saudara yang penuh kasih, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya