Bagi ibu hamil, mempersiapkan kelahiran sang buah hati tentu menjadi momen yang membahagiakan sekaligus bikin deg-degan, terutama bagi mereka saat kehamilan pertamanya. Begitu banyak cerita tentang proses melahirkan normal yang menyakitkan selalu terbayang di angan-angan. Belum lagi soal episiotomi yang memotong jalan lahir untuk memudahkan kelahiran sang bayi.

Padahal, rasa sakit saat persalinan normal bisa dikurangi atau bahkan dihindari dengan beberapa trik khusus. Selain melakukan langkah-langkah memperlancar kontraksi, para bumil juga layak mencoba pijat perineum demi vagina yang kuat dan bebas robekan saat melahirkan. Yuk, simak penjelasan Hipwee berikut.

1. Apa sih pijat perineum itu?

Pijatan di area perineum via www.mamanatural.com

Sebelumnya, Hipwee pernah membahas tentang perineum, yakni area kulit yang berada di antara liang vagina dan anus. Perineum inilah yang rentan robek saat melahirkan normal dan atau digunting secara sengaja melalui episiotomi untuk melebarkan jalan keluar bayi. Nah, pijat perineum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan perineum agar lebih mudah meregang saat proses melahirkan. Mengingat otot perineum harus rileks dan terbuka untuk memudahkan bayi melewati jalan lahir, pijat perineum menjadi penting untuk mencegah robekan atau sayatan episiotomi.

2. Nggak hanya menambah elastisitas perineum, pijatan ini juga penting agar ibu hamil lebih pede saat melahirkan

Mempersiapkan mental untuk melahirkan via whattheflicka.com

Pijat perineum punya banyak keuntungan yang semuanya bertujuan mempermudah persalinan dan mengurangi kejadian trauma saat melahirkan.

  • Menstimulasi aliran darah ke perineum sehinga lebih mudah meregang dan meningkatkan elastisitas saat proses melahirkan.
  • Memperkecil kemungkinan terjadinya robekan dan sayatan episiotomi pada perineum.
  • Membantumu lebih santai untuk menghadapi pemeriksaan vagina dan membiasakan kondisi di mana perineum membuka dan meregang saat melahirkan.
  • Mengurangi nyeri pada perineum pasca melahirkan, proses penyembuhan pun jadi lebih cepat.
  • Secara khusus, pijat perineum akan sangat membantu jika terdapat jaringan parut pada perineum akibat luka sebelumnya atau perineum yang kaku, biasanya terjadi pada beberapa penunggang kuda atau penari.

3. Kapan sebaiknya melakukan pijat perineum?

Usia kehamilan 34 minggu via birthliteracy.com

Waktu yang tepat untuk memulai pijatan perineum adalah saat kehamilan memasuki usia 34 minggu atau selama 3-4 minggu menuju persalinan. Kamu bisa melakukannya sendiri atau meminta bantuan suami (jika kamu nyaman) terutama saat mandi atau setelah mandi karena saat itu pembuluh darah pada perineum sedang melebar. Hal ini membuat perineum lebih lembut dan nyaman saat disentuh, kamu pun akan lebih rileks.

4. Sebelum melakukan pemijatan, ada beberapa posisi yang dianjurkan dan dirasa nyaman bagi ibu hamil

Nyamannya gimana deh… via www.calmmother.com

  • Ganjal bokong dengan bantal di tempat tidur atau di sofa dengan lutut ditekuk.
  • Bersandar di dalam bak mandi dengan satu kaki diangkat ke sisi bak mandi. Kemudian ganti kaki yang lain.
  • Berdiri sambil mandi air hangat dengan satu kaki di atas bangku. Kemudian ganti kaki yang lain.
  • Sambil duduk di toilet.

5. Cara melakukannya pun cukup mudah. Jika kamu melakukannya sendiri, taruh cermin agar kamu bisa melihat pemijatannya

Pijat sampai terasa rileks dan menegang via id.pinterest.com

  1. Pastikan kamu sudah menggunting kuku dan mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah berpindahnya kuman dari tangan ke perineum.
  2. Lumasi jari-jari dengan minyak vitamin E, minyak kelapa, atau minyak zaitun murni. Jangan gunakan baby oil, minyak mineral, atau petroleum jelly.
  3. Letakkan ibu jari sekitar 2-3 cm di dalam vagina. Tekan ke arah rektum dan bagian samping vagina. Pijat dan regangkan daerah dalam vagina (bukan kulit perineum) perlahan.
  4. Setelahnya, lakukan pijatan lembut membentuk huruf U pada area di bagian bawah vagina.
  5. Memang awalnya terasa nggak nyaman, teruslah lemaskan otot perineum semaksimal mungkin selama proses pemijatan. Ulangi pijatan selama 4-5 menit.

Jika rutin melakukannya setiap hari, kamu akan merasakan daerah perineum menjadi lebih elastis dalam beberapa minggu setelah pemijatan. Melahirkan dengan perlahan dan terkendali alias mengikuti instruksi dokter saat mendorong adalah kunci jaminan perineum utuh dan mengurangi robekan atau episiotomi.

Sayangnya, nggak semua orang bisa melakukan pijat perineum, khususnya mereka yang punya infeksi herpes aktif di daerah vagina, infeksi jamur, atau infeksi menular yang bisa menyebar dengan kontak langsung dan memperparah penyebaran infeksi. Untuk memastikan keamanan pijat perineum, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya