Luar Biasa! Ini 7 Sejarah Perayaan Pekan ASI Sedunia di Berbagai Negara

Pekan ASI sedunia

Kesadaran masyarakat akan pentingnya memberikan ASI pada anak menjadi hal yang sangat penting di setiap negara. Nutrisi penting dalam ASI yang nggak bisa didapat dari makanan pengganti lain membuat berbagai kampanye ASI terus digaungkan di berbagai negara. Bahkan setiap tahunnya, tanggal 1-7 Agustus diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW).

Advertisement

Tahun ini, Pekan ASI Sedunia mengangkat tema Protect Breastfeeding: a Shared Responsibility (Perlindungan Menyusui: Tanggung Jawab Bersama). Tema tersebut sesuai dengan kampanye ASI dan sejarah peringatan Pekan ASI di berbagai negara. Secara global, Pekan ASI Sedunia lahir dari inisiatif World Alliace for Breastfeeding Action (WABA) di kantor Unicef dan setujui oleh WHO New York pada tahun 1991.

Tujuan diperingatinya pekan ASI Sedunia adalah untuk mendukung busui di berbagai negara dan memperjuangkan hak anak mendapat nutrisi terbaik dari ASI hingga usia 2 tahun. Secara khusus, tiap negara yang memperingati Pekan ASI Sedunia memiliki sejarahnya tersendiri terkait budaya dan peristiwa seputar ASI di masyarakatnya. Yuk, simak sejarah peringatan Pekan ASI Sedunia di berbagai negara!

1. Mengingat pentingnya nutrisi ASI, busui di Mongolia juga memberikan segelas ASI untuk keluarga di rumah terutama suami

Ibu menyusui | Credit by AdnaVoicu on Pixabay

Seperti Indonesia, di Mongolia pemerintah sangat mendukung ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun. Hal ini karena berdasarkan tradisi nenek moyang di Mongolia, ASI dipercaya memiliki nutrisi yang sangat berharga. Bahkan menjadi hal yang lumrah ketika seorang busui menyiapkan segelas ASI untuk anggota keluarga yang lain terutama suami. Bahkan ASI juga dijadikan alat barter di masyarakat tradisional. Pemerintah Mongolia pun menetapkan ikut memperingati Pekan ASI Sedunia untuk mendukung para busui memberikan ASI pada anaknya sekaligus untuk menjaga tradisi mereka.

Advertisement

2. Brazil memperingati Pekan ASI Sedunia sebagai dukungan bagi para busui untuk membantu pemerintah menekan angka kematian bayi

Menyusui | Creit by Mart production on Pexels

Tahukah Moms, jika Brazil diklaim sebagai negara dengan bank ASI terbesar di dunia? Dilansir dari Mommies Daily, total The Brazilian Network of Human Milk Banks memiliki 220 bank ASI dari 292 bank ASI di seluruh dunia. Hal Tersebut membuat Brazil bisa menekan angka kematian bayi dari 63,2 per 1000 menjadi 19,6 per 1000. Kesadaran akan pentingnya ASI tersebut membuat masyarakat Brazil turut memperingati pekan ASI sedunia. Selain itu peringatan pekan ASI juga dijadikan kampanye untuk menekan angka iklan susu formula di sejumlah kota besar di Brazil.

3. Pekan ASI Sedunia di Inggris diperingati untuk mendukung perlindungan pada busui yang menyusui di tempat umum sejak tahun 2005

Ibu dan bayi | Credit by Anastasiya gep on Pexels

Dulu busui di Inggris mendapat larangan menyusui di tempat umum karena dianggap mengganggu kepentingan publik. Hal tersebut membuat ibu di Inggris ragu untuk memberikan ASI pada anaknya. Akhirnya hal tersebut ditindak tegas oleh pemerintah dengan membuat peraturan yang melindungi kebebasan ibu untuk menyusui di tempat umum pada tahun 2005. Bahkan bagi orang yang mencegah ibu menyusui di tempat umum dikenakan denda 2500 pound. Sejak saat itu pula, Inggris ikut merayakan Pekan ASI Sedunia untuk mendukung para busui memberikan ASI eksklusif untuk bayi mereka.

4. Seperti Inggris, Kanada pun memperingati pekan ASI sedunia untuk menyuarakan hak dan perlindungan busui di tempat umum

Ibu menyusui | Credit by Sarah chai on Pexels

Kesadaran akan memberikan ASI bagi setiap ibu di Kanada cukup tinggi, bahkan hal ini sudah digaungkan sejak tahun 1994. Ibu di Kanada menyadari bahwa ASI lebih baik dari susu formula. Demi mendukung hal tersebut, pemerintah membuat gerakan Canadian Charter of Rights and Freedoms untuk memperingati Pekan ASI Sedunia. Uniknya, gerakan tersebut menyuarakan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan kaum pria untuk memperlihatkan dada mereka. Kampanye ini dibuat untuk melindungi ibu yang menyusui di tempat umum.

Advertisement

5. Pekan ASI Sedunia di Nigeria diperingati sebagai bentuk apresiasi pada busui yang sangat serius dalam memberikan ASI pada anaknya

Busui di Nigeria | credit by Combonianos on Pixabay

Di Nigeria, menyusui adalah kewajiban bagi setiap ibu pada bayinya hingga berusia 2 tahun. Bahkan jika ibu berhalangan menyusui karena suatu kondisi, pihak keluarga akan mencarikan ibu susu pengganti bagi bayinya. Bahkan para busui di Nigeria terutama dari golongan ekonomi menengah ke bawah rela menyusui kapan saja dan di mana saja. Nggak jarang mereka menyusui sambil bekerja di ladang. Sebab keseriusan busui  tersebut, Nigeria pun menjadi salah satu negara yang memperingati Pekan ASI sedunia sejak tahun 2000-an.

6. Sri Lanka turut memperingati Pekan ASI Sedunia untuk menghargai kepercayaan nenek moyang

Ibu dan anak | credit by Andrea on Pexels

Bagi Masyarakat Tamil Utara, Sri Lanka, busui adalah jelmaan dewi yang sangat dihormati dan dilindungi. Di sana busui dianggap sebagai manusia suci yang melakukan perbuatan mulia. Bahkan payudar* dianggap sebagai simbol kesuburan dan keberkahan, bukan simbol s*ks. Sri Lanka menjadi salah satu negara yang memperingati Pekan ASI Seduia sebagai wujud untuk menghormati kepercayaan nenek moyang dan mendukung masyarakat yang ramah terhadap busui.

7. Di Indonesia, Pekan ASI Sedunia diperingati untuk mengingatkan setiap ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan

Ibu dan bayi | Credit by Laura on Pexels

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehahatan RI Nomor 450/Menkes/SK/VI Tahun 2004 menganjurkan pemberian ASI eksklusif kepada bayi dari lahir sampai berusia 6 bulan, dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Hal tersebut bermula saat pentingnya ASI bagi bayi masih kurang diperhatikan di masyarakat. Bahkan pemerintah juga menjamin hak bagi pekerja perempuan di Pasal 83 UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa pekerja  perempuan yang masih memberikan ASI pada anaknya harus diberi kesempatan sepatutnya untuk memberikan ASI selama waktu kerja.

Nah, itulah beberapa kisah sejarah atau awal mula peringatan Pekan ASI Sedunia di berbagai negara. Setidaknya saat ini ada 120 negara dan jutaan busui yang ikut memperingati Pekan ASI Sedunia. Wah, ternyata dukungan pemerintah dan kesadaran meng-ASI-hi di masyarakat cukup berperan penting untuk mendukung busui, ya. Semangat buat Moms pejuang ASI!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE