Punya balita yang sedang getol mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya kerap membuat para orang tua senang sekaligus cemas. Takut jika ia tiba-tiba terbentur atau tertimpa perabotan rumah yang berbahaya. Kekhawatiran ini juga mungkin tak hanya kamu takutkan saat ia bermain di luar ruangan tapi juga saat anakmu bahkan sedang bermain di rumah. Banyaknya barang-barang yang ada atau penataan yang tak semestinya bisa jadi membuat si kecil berisiko terkena bahaya.

Nah, agar si kecil tetap merasa aman dan nyaman selama beraktivitas di rumah, ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan saat menata rumah yang kamu tinggali saat si kecil semakin lincah dan aktif. Simak yuk pemaparannya berikut ini!

1. Anak kecil rawan terbentur furnitur yang ada di rumah seperti ujung meja, kursi, hingga almari. Untuk meminimalisir hal ini, kamu bisa memilih barang-barang yang ujungnya tumpul

Bisa ditempel pelindung meja/ Credit: Buka Lapak via www.bukalapak.com

2. Anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, ia bisa tiba-tiba meraih botol berisi cairan kimia, benda-benda tajam, dan barang pecah belah tanpa tahu akibatnya. Makanya kamu perlu menyimpan barang-barang ini yang jauh dari jangkauannya

Bisa disimpan rapi dan tersembunyi gini. Credit photo: Core77 via www.core77.com

3. Jika terpaksa menyimpan di tempat penyimpanan yang mudah diraih, ada baiknya kamu memilih tempat penyimpanan yang tertutup bahkan bisa dikunci

Demi semua laci aman. Credit photo: DH Gate via www.dhgate.com

4. Rumah bertingkat mau tak mau akan memiliki tangga, jika tak ditutup hal ini bisa berbahaya. Makanya kamu perlu memberi pembatas agar si kecil tak asal naik turun sendiri karena risiko terjatuh yang besar

Pakai pengaman/ Credit: Homesfeed via homesfeed.com

5. Mungkin si kecil belum tahu bahwa yang mereka pikir tali-tali biasa ternyata adalah kabel yang berbahaya. Untuk itu, kamu perlu merapikan kabel dan stop kontak. Kalau bisa jauhkan dari jangkauannya atau tutup saja

Pengaman stop kontak/ Credit: Homesfeed via idea.grid.id

6. Lantai keramik cenderung licin dan dingin. Jika anak sedang belajar berjalan, memberikan alas empuk seperti playmat ke lantaimu bisa diterapkan agar si kecil tak terpeleset

Pilih karpet yang lucu/ Credit: Love by Lili via lovebylily.com

7. Ruangan yang sempit cenderung membatasi ruang gerak si kecil. Alih-alih memberikan terlalu banyak sekat, kamu bisa membuatnya menjadi  sebuah ruang terbuka agar ia lebih bebas mengeksplorasi

Open space/ Credit: Oh My Health via ohmyhealth.info

8. Si kecil biasanya menyukai warna-warna cerah sehingga cat berwarna pastel, kuning, merah muda dan sejenisnya bisa kamu terapkan di dinding kamar bermainnya. Kamu bisa melibatkannya untuk memilih warna agar dia lebih betah di ruangan

Pilih yang warna cerah/ Credit: Real Homes via www.realhomes.com

9. Kamar mandi biasanya lembab dan basah. Jangan lupa untuk mengalasi kamar mandi dengan karpet karet anti licin dan memastikan pintunya aman terkunci

Agar kamar mandi lebih aman / Credit photo: DH Gate via www.dhgate.com

Advertisement

Dengan beberapa trik di atas, kamu sudah mendapatkan rumah ramah anak yang paling tidak bisa mengurangi rasa khawatirmu. Meskipun tak mengurangi keaktifan si kecil, tapi kamu bisa mengawasinya dengan lebih tenang kali ini. Tak perlu membeli furnitur yang serba ramah anak kok, asal kamu tahu tipsnya saja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya