Penjelasan Soal Sawan pada Bayi. Mitos atau Fakta Sih Sebenarnya?

Sawan pada Bayi

Sebagai seorang ibu baru yang sudah punya bayi tentunya nggak asing dengan yang namanya sawan. Sawan pada bayi seringkali membuat panik khususnya bagi mereka para ibu baru yang belum pernah mengalaminya. Bahkan bagi kebanyakan orang Indonesia juga masih percaya bahwa bayi sangat sensitif terhadap sawan. Ada juga yang mengaitkan sawan dengan hal-hal yang mistis.

Apa itu sawan pada bayi?

Photo by Sarah Chai from Pexels

Advertisement

Sawan merupakan kondisi di mana bayi mendadak mengalami perubahan perilaku yang tidak seperti biasanya, seperti menangis secara berlebihan hingga mendadak sakit. Tangisan bayi yang terkena sawan ini biasanya terjadi ketika sore atau menjelang malam. Beberapa masyarakat Indonesia masih mengaitkan sawan pada bayi biasanya karena diganggu makhluk halus atau bisa jadi di ibu bayi melanggar mitos-mitos yang berlaku.

Sawan pada bayi umumnya ditandai dengan tangisan yang sangat keras dari biasanya, wajah memerah, bayi tampak kesakitan, gumoh hingga kejang tiba-tiba yang disertai dengan demam. Hal tersebut tentunya membuat para orang tua khawatir. Pada umumnya, sawan akan terjadi pada bulan-bulan awal kelahiran. Namun juga akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia, tentunya butuh waktu lama bahkan sampai anak-anak.

Sawan pada bayi dari segi medis

Photo by William Fortunato from Pexels

Meski sering dikaitkan dengan mitos yang dilanggar pada ibu bayi seperti, mengajak bayi melayat, mengajak bayi keluar malam-malam dan sebagainya, namun dari sisi medis juga memiliki penjelasan tersendiri tentang sawan pada bayi. Dilansir dari Standford Children’s Health, sawan pada bayi bisa diartikan sebagai kejang epilepsi yang terjadi ketika satu atau lebih pada bagian otak mengalami ledakan sinyal listri abnormal yang menganggu sinyal normal otak.

Advertisement

Sawan pada bayi juga disebabkan oleh kolik, di mana kondisi ini membuat bayi menangis terus menerus dan sulit untuk didiamkan. Bahkan hal tersebut bisa terjadi ketika bayi dalam keadaan kenyang. Meski membuat khawatir para ibu, namun kolik bukan gangguan kesehatan dan tergolong hal biasa yang dialami bayi karena pencernaan yang belum sempurna, sistem saraf yang belum berkembang dan perubahan bakteri normal dalam sistem pencernaan.

Fakta seputar sawan pada bayi

Photo by Anna Shvets from Pexels

Sawan pada bayi merupakan akibat dari demam tinggi yang dialaminya. Sebagai orang tua, tentunya harus waspada jika bayi mengalami demam yang tinggi dan segera dilakukan antisipasi agar tidak terjadi kejang. Jika penanganannya terlambat maka bisa menyebabkan bayi hingga menggeliat di lantai bahkan sampai bola mata bergerak ke atas, mulut yang berbusa, lidah yang tergigit dan kehilangan kesadaran sejenak. Hal tersebut bukan karena kerasukan makhluk halus melainkan reaksi yang belum sempurna terhadap fluktuasi temperatur yang mendadak.

Bagi beberapa orang yang masih awam memang selalu mengaitkan sawan pada bayi dengan hal-hal yang masih berkaitan dengan mistis. Namun, kenyataannya tidak seperti itu dan sudah ada penjelasannya dalam medis. Yang terpenting di sini adalah agar Moms selalu antisipasi agar bayi tidak sampai demam tinggi hingga menyebabkan kejang. Semoga informasinya bermanfaat ya Moms!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

belum lengkap kalau belum ngopi item

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE