Kerap Diabaikan, Ini Gejala Keguguran yang Wajib Para Bumil Waspadai. Jangan Sampai ya, Mengalami

tanda-tanda ibu hamil keguguran

Keguguran bisa jadi mimpi buruk bagi semua ibu hamil. Oleh karena itu, berbagai faktor penyebab keguguran perlu dihindari oleh para ibu hamil agar hal ini tidak sampai terjadi. Nah, dilansir dari laman The Asian Parent, ada sejumlah tanda-tanda keguguran  yang patut diwaspadai. Ya, meski hal ini tidak diinginkan namun sangat mungkin menimpa siapa saja karena faktanya hingga saat ini terdapat 6 dari 10 wanita di dunia yang berpotensi mengalami keguguran.

Advertisement

Namun sampai jangan disalahpahami, karena tidak semua kejanggalan yang dialami mengarah pada keguguran atau kematian janin dalam kandungan. Agar tidak salah kaprah, simak baik-baik ulasan berikut ini ya!

Sebelum mengetahui apa saja tanda-tanda keguguran, ada baiknya kamu memahami dulu apa bedanya keguguran (miscarriage) dengan kematian janin (stillbirth). Serupa tapi tak sama, lo

Uh sakit~ via hellosehat.com

Jika kita para awam kerap menyebut semua ‘kehilangan bayi dalam kandungan’ itu sebagai keguguran, dalam dunia media rupanya ada 2 pengertian yang berbeda. Banyak yang belum tahu, bahwa kehilangan janin sebelum usia 20 minggu pasca konsepsi disebut keguguran, yang dalam istilah medis disebut abortus spontan atau dalam bahasa Inggris disebut pregnancy loss dan miscarriage. Sedangkan, jika janin ‘gugur’ setelah 2 minggu masa konsepsi maka peristiwa tersebut dianggap sebagai kematian janin dalam kandungan atau stillbirth.

Nah, tanda utama keguguran ialah pendarahan dari vagina dan nyeri perut yang hebat. Tapi jika hal tersebut terjadi dan janin belum menunjukkan tanda kematian, maka hal ini masih dianggap sebagai ancaman keguguran saja atau abortus iminens.

Advertisement

Biasanya, keguguran terjadi akibat sel telur yang telah dibuahi tidak bisa berkembang alami secara sempurna di dalam rahim

Sel telur yang tidak dibuahi via www.liputan6.com

Kondisi ibu yang syok dengan perubahan hormonal selama tiga bulan pertama juga ternyata dapat menjadi penyebab keguguran lo. Gaya hidup, pola makan, dan infeksi penyakit tertentu juga dapat mengakibatkan keguguran. Nah, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita perlu mengetahui tanda-tanda keguguran agar kita menjadi lebih waspada dan cepat ditangani.

Berikut tanda-tanda keguguran yang patut kamu curigai. Kalau sudah begini, jangan cuma asal curhat sana sini tapi segera konsultasikan ke dokter kandungan yang menangani

waspada penyebab keguguran via hellosehat.com

Dr. Neema Sharma, seorang OB/GYN dan konsultan senior di RS Fortis, Delhi, India dikutip dari laman The Asian Parent menyebutkan bahwa  keguguran umum terjadi pada wanita yang hamil di atas usia 30 tahun.

Advertisement

“Bagi wanita yang berusia di bawah 30 tahun, kemungkinan keguguran hanya 1 dari 10 kehamilan. Pada wanita berusia 35-39 tahun, angka keguguran meningkat jadi 2 dari 10 kehamilan. Sedangkan pada wanita di atas 45 tahun, lebih dari 50% kehamilan bisa berujung keguguran,” paparnya.

Namun, beberapa tanda-tanda keguguran seperti berikut juga patut untuk kita waspadai:

  1. Gejala pertama adalah bercak darah atau aliran darah segar yang keluar dari vagina. Jika kamu menemukan cairan keluar dari vagina yang berwarna coklat atau merah terang secara berlebihan, segeralah menghubungi dokter.
  2. Rasa nyeri atau kram di bagian pelvis yang terasa sakit dan tak tertahankan juga sebaiknya jangan didiamkan. Jika kamu mengalami hal ini dengan frekuensi yang cukup sering segera periksa ke dokter. Apalagi jika muncul flek atau darah seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya.
  3. Jangan abaikan juga rasa sakit di bagian bawah perutmu. Bisa jadi itu tanda awal keguguran. Kalau kamu merasa bagian bawah perutmu terasa ditusuk-tusuk, bisa jadi ini merupakan salah satu tanda keguguran. Tapi tidak semua sakit perut yang kamu alami menandakan keguguran lo. Bisa jadi ini akibat otot perut kamu yang meregang karena pertumbuhan janin di dalam rahim.
  4. Tiba-tiba muncul penurunan rasa mual dan ingin muntah yang drastis juga ternyata patut dicurigai lo, meski tidak selalu mengindikasikan keguguran ya.
  5. Menurunnya gerakan janin dalam kandungan biasanya menandakan pertumbuhan janin. Di atas usia 24 minggu, frekuensi tendangan bayi akan meningkat. Karenanya, jika kamu merasa tiba-tiba bayi tidak menendang ketika akan memasuki trimester ketiga, kamu harus segera menghubungi dokter kandungan untuk mengecekkannya.

Agar dapat mencegah keguguran ada baiknya kamu dan pasangan sejak awal melakukan persiapan kehamilan dengan matang. Memang nggak bisa dihindari 100%, tapi setidaknya fakto-faktor utama penyebab keguguran bisa dihindari. Semoga informasi Hipwee kali ini bermanfaat ya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

CLOSE