Tanpa Emosi, Ini 6 Trik Jitu Ajarkan Kesabaran ke Anak. Dampak Positifnya Sampai Dewasa!

Cara melatih anak bersabar

Sebagian besar orangtua menganggap bahwa kesabaran pada anak bisa terbentuk seiring perkembangan waktu. Biasanya, anggapan ini muncul ketika orangtua merasa kesulitan melatih anak bersabar. Apakah Moms juga beranggapan demikian? Anak usia 1-5 tahun memang sedang sulit-sulitnya jika diminta bersabar. Namun, bukan berarti kesabaran pada anak akan tumbuh seiring berjalannya waktu.

Advertisement

Melatih kesabaran pada anak seperti melatih berbagai keterampilan dasar lainnya. Kesabaran perlu ditanamkan, dilatih dan dibiasakan. Menurut Pamela Cole, seorang profesor psikolog di Penn State University, seperti dilansir dari Greater Good, mengungkap bahwa ketidaksabaran pada anak adalah hal yang wajar karena anak belum bisa memahami konsep waktu dan belum bisa melakukan kontrol diri dengan baik, jadi perlu dilatih dan dibiasakan. Nah, berikut cara  melatih anak bersabar dengan mudah, tanpa perlu emosi. Yuk Moms, simak caranya!

1. Beri kepercayaan pada anak bahwa ia bisa bersabar dan ajari anak untuk bertanggung jawab. Biasanya Moms merasa was-was jika anak nggak bisa sabar karena akan berujung tantrum

Moms harus percaya pada kemampuan anak | Photo by Laacrev via id.depositphotos.com

Moms harus punya tekat kuat untuk melatih anak bersabar, sehingga Moms bisa yakin pada kemampuan anak. Di awal latihan, mungkin bisa saja anak, rewel, marah, hingga berujung tantrum. Namun, Moms nggak perlu khawatir, hal ini wajar karena anak belum terbiasa jika diminta bersabar.

Hal yang harus Moms lakukan adalah memberi kepercayaan pada anak dan melatihnya bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang Moms berikan.

Advertisement

Misalnya ketika anak minta diambilkan mainan, latihlah ia untuk mengambilnya sendiri dengan mengajaknya mengambil mainan keinginanya bersama-sama. Setelah itu, minta ia bertanggung jawab dengan mainan tersebut dengan mengembalikannya setelah selesai digunakan. Jika anak menolak, Moms bisa mengajaknya untuk mengembalikan mainan bersama-sama. Hal ini akan mengajarkan anak bersabar dengan cara berproses dalam mendapatkan keinginanya.

2. Beri anak kesempatan untuk berlatih menunggu. Tanpa praktik langsung, anak belum bisa memahami konsep bersabar dengan baik

Minta anak untuk menunggu ketika ia menginginkan sesuatu | Photo by Siturn via id.depositphotos.com

Melatih anak bersabar berarti harus membiasakannya berada dalam kondisi untuk bisa mengendalikan keinginan. Misalnya dengan berlatih menunggu. Ketika anak diminta menunggu, berarti ia sedang menahan atau mengendalikan dirinya. Moms bisa memulai hal ini dengan latihan sederhana, ketika anak minta susu. Moms bisa meminta anak untuk menunggu beberapa saat, misalnya menunggu pekerjaan Moms selesai, atau menunggu anak menyelesaikan mainannya.

Cobalah meminta anak untuk menunggu setiap ia menginginkan sesuatu. Jika hal ini dibiasakan, Moms nggak hanya melatih anak bersabar, tapi juga mengasah keterampilan anak. Ketika Moms mengatakan, “tunggu dulu, ya…” anak akan terlatih untuk mencari aktivitas lain selama menunggu, hingga ia bisa mendapat keinginannya.

3. Minta anak menunggu dalam lama waktu yang bertahap. Anak nggak akan sanggup jika ia langsung diminta menunggu lama

Awalnya menunggu sebentar, lama-lama anak akan lebih sabar | Photo by Siturn via id.depositphotos.com

Untuk permulaan, Moms bisa meminta anak menunggu dalam hitungan detik. Misalnya ajak anak berhitung 1 – 10 sebelum Moms menuruti keinginannya. Seperti dilansir dari Firstcry, melatih anak bersabar dengan cara menunggu harus melalui tahapan waktu dari sebentar ke waktu yang lebih lama, sehingga anak mudah untuk terbiasa. Ketika menunggu dalam waktu yang lebih lama, anak sudah bisa mencari kegiatan pengalihan ketika ia diminta menunggu.

Hati-hati dalam menggunakan konsep waktu ya Moms, karena anak belum bisa memahaminya. Daripada mengatakan “tunggu 5 menit lagi ya” atau “tunggu sebentar, ya”, lebih baik Moms menyalakan alarm dan katakan “tunggu sampai ini berbunyi ya, yuk kita tunggu bersama-sama.” Gambaran seperti ini lebih mudah diterima oleh anak.

4. Jadilah role model bagi anak dengan cara menunjukkan sikap sabar ketika Moms menunggu sesuatu

Contohkan sikap sabar dengan baik | Photo Andrea Piacquadio via www.pexels.com

Hal ini sangat penting dalam kegiatan latihan ini. Anak adalah peniru yang andal, jadi Moms harus mencontohkan sikap sabar pada anak. Misalnya ketika sedang menunggu tukang sayur atau menunggu pengantar makanan, Moms harus menunjukkan ekspresi atau mimik wajah yang positif. Jangan menunjukkan kekesalan saat menunggu sesuatu di depan anak.

Nggak hanya soal menggu ya Moms, mencontohkan sikap sabar juga bisa ditunjukkan ketika anak melakukan kesalahan. Usahakan Moms tetap tenang dengan menasihati anak tanpa membentak. Sampaikan perasaan Moms yang sebenarnya dengan lembut, katakan bahwa  Moms sedang bersabar dengan nggak marah-marah meski menghadapi hal yang nggak Moms sukai.

5. Tanyakan perasaan anak ketika ia rewel saat diminta menunggu. Hargai setiap usaha anak ketika berhasil bersabar

Ketika anak nggak sabaran, coba tanyakan bagaimana perasaannya ketika diminta menunggu | Photo by Alex Green via www.pexels.com

Ketika anak nggak sabar dan memilih merengek, alih-alih ikut nggak sabar dan kesal, Moms bisa meminta anak untuk menceritakan perasaannya. Anak yang rewel biasanya karena ia belum bisa mengungkapkan perasaan kesalnya dengan baik. Jika anak bisa menunjukkan kesabaran, maka Moms perlu memberinya penghargaan berupa pujian. Hal ini membuat anak merasa telah melakukan pencapaian dan ia akan merasa senang melakukan hal tersebut.

6. Moms harus bisa berkomitmen dengan ucapan yang disampikan pada anak. Jangan sampai memberi janji yang nggak bisa ditepati

Moms harus bisa menepati janji parenting| Photo by Gpoint Studio via www.freepik.com

Nah, ketika Moms melakukan cara-cara ini untuk melatih anak bersabar, jangan lupa Moms juga harus punya komitmen pada anak sesuai yang Moms ucapkan. Misalnya saat Moms minta anak menyelesaikan mainannya sebelum memberi susu, berarti Moms harus menepati janji tersebut setelah anak menyelesaikan tugasnya. Jika nggak ditepati, anak akan merasa dibohongi dan ini sangat nggak baik bagi perkembangan mental dan emosinya. Hal ini juga bisa melukai kepercayaan anak pada orang tua.

Semangat ya, Moms. Semoga setelah ini, Moms bisa berjalan beriringan bersama anak untuk berlatih bersabar, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE