7 Tes yang Wajib Dilakukan Ibu Hamil; Deteksi Kelainan dan Risiko Buruk Sejak Dini!

Tes Darah untuk Ibu Hamil

Masa kehamilan khususnya bagi pasangan baru tentunya adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu. Wanita yang sedang dalam masa kehamilan juga akan lebih berhati-hati dan rutin untuk melakukan konsultasi ke dokter. Tak hanya konsultasi, ibu hamil juga harus melakukan tes darah. Tes darah dilakukan dengan pengambilan sampel darah untuk diperiksa di laboratorium. Dengan tes darah nantinya akan lebih mudah dalam mendeteksi penyakit tertentu seperti infeksi atau kelainan pada janin.

Advertisement

Moms yang ingin lebih maksimal dalam merawat kehamilan biasanya akan melakukan tes darah. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan agar lebih cepat ditangani. Penanganan yang tepat dilakukan untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Tes darah untuk ibu hamil juga bermacam-macam. Untuk lebih tahu mana yang lebih penting, Moms bisa konsultasikan dulu dengan dokter.

Berikut jenis tes darah untuk ibu hamil. Wajib tahu agar bisa menentukan mana yang penting!

1.Tes darah lengkap

Photo by freestocks.org from Pexels

Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah kadar hemoglobin dalam sel darah merah ibu hamil normal atau sebaliknya. Bahkan dengan tes darah lengkap juga berguna untuk menghitung sel darah putih apakah nantinya mengalami peningkatan atau nggak.

Advertisement

2.Tes imunitas terhadap rubella

Photo by nappy from Pexels

Penting bagi ibu hamil di awal masa kehamilan untuk melakukan tes imunitas untuk mengetahui apakah terinfeksi rubella atau tidak. Rubella akan menyebabkan janin dalam kandungan mengalami kecacatan yang serius keguguran hingga lahir dalam keadaan meninggal.

3.Tes HIV

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Ibu hamil yang mengalami infeksi HIV penyebab AIDS akan menularkan ke janin bahkan saat melahirkan dan menyusui. Dengan melakukan tes HIV dan hasilnya positif, maka akan lebih cepat melakukan penanganan untuk mengurangi risiko penularan HIV kepada bayi sekaligus mencegah berkembangnya infeksi semakin berat.

4.Tes hepatitis B

Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Virus ini mampu menyebabkan penyakit hati yang serius. Ibu hamil wajib melakukan tes hapatitis B agar bisa terdeteksi sejak dini. Hepatitis B yang tidak terdeteksi selama hamil akan menularkan pada janin dan menyebabkan penyakit hati pada bayi di kemudian hari.

Advertisement

5.Tes sifilis

Photo by PARINDA SHAAN from Pexels

Ketika ibu yang sedang hamil didiagnosis memiliki sifilis, maka dokter akan langsung memberikan antibodi penisilin untuk mengobati penyakit tersebut. Hal ini juga mampu mencegah penularan sifilis pada janin. Tes ini sangat disarankan khususnya untuk pasangan yang memiliki perilaku seks berisiko.

6.Tes gula darah

Photo by lucas mendes from Pexels

Tes ini biasanya dilakukan di trimester kedua kehamilan. Meski begitu, pemeriksaan lebih awal juga sangat disarankan khususnya bagi ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih dan pernah melahirkan dengan berat badan bayi lebih dari 4,5 kilogram.

7.Tes golongan darah, antibodi dan faktor resus

Photo by Helena Lopes from Pexels

Tes ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan resus darah pada ibu hamil. Melakukan tes golongan darah juga untuk mengetahui jika resus ibu hamil berbeda dengan janin, maka akan diberi suntikan imunoglobulin. Suntikan tersebut berguna untuk mencegah pembentukan antibodi yang nantinya akan menyerang darah janin.

Yang nggak kalah penting dari melakukan tes darah adalah melalukan pemeriksaan tekanan darah setiap kali konsultasi ke dokter. Yang namanya masa hamil memang harus rajin kontrol demi kesehatan Moms dan calon bayi, kan?

Itulah 7 jenis tes darah selama hamil, guna mengetahui berbagai kemungkinan dan risiko terburuk sejak dini. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A professional Overthinker.

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE