Jangan Asal Pilih! Ini 5 Tips Memilih Babysitter yang Aman untuk Anak

Buat kamu yang udah jadi orang tua, pernah nggak sih merasa cemas meninggalkan anak sama babysitter atau Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah? Mungkin kamu khawatir si kecil akan terlambat makan, jadwal hariannya nggak berjalan dengan lancar, atau mungkin yang lebih parah yaitu mendapat perlakuan kasar.

Seperti yang baru saja menimpa putri sulung presenter Jevier Justin. Putrinya yang bernama Shannuel Favory Justin itu dianiaya oleh pengasuhnya saat Jevier dan istri sedang tak di rumah. Shan sudah berusia 7 tahun tapi belum bisa berjalan. Ia pun diketahui mengidap Celebral Athropy. Untuk mengetahui peristiwa selengkapnya, kamu bisa baca di sini, ya.

Nah, melihat kejadian yang menimpa Shannuel tersebut, kita semakin sadar betapa pentingnya memilih pengasuh atau babysitter yang aman. Namun, jangan khawatir! Ada beberapa tips memilih babysitter yang aman buat anak yang bisa kamu terapkan. Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

ADVERTISEMENTS

1. Cari referensi dan rekomendasi dari orang tua lain

Tips memilih babysitter yang aman untuk anak

Cari referensi dari orang tua lain | Photo by TienDat Nguyen on Unsplash

Kalau lagi cari babysitter, kamu bisa tanya temen atau keluarga yang udah pernah pakai jasa babysitter sebelumnya. Atau, kamu bisa join grup parenting di media sosial biar bisa minta rekomendasi dari orang tua lain. Pastikan kamu pilih babysitter yang udah punya pengalaman dan reputasi baik di kalangan orang tua.

Kenapa harus cari referensi dari orang tua lain? Ya karena mereka udah pernah memakai jasa babysitter tersebut. Jadi mereka bisa memberikan pengalaman dan tips buat kamu sebelum memutuskan untuk pilih babysitter yang sama. Selain itu, kamu juga bisa lihat review dan rating dari babysitter yang direkomendasikan. Jadi kamu bisa lebih yakin dan tenang buat tinggalin anak sama babysitter tersebut.

Intinya, dengan mencari referensi dan rekomendasi dari orang tua lain, kamu bisa dapetin informasi yang lebih jelas tentang pengalaman orang lain dengan babysitter tersebut. Jadi, kamu bisa lebih percaya diri dan tenang saat meninggalkan anak sama babysitter yang direkomendasikan.

ADVERTISEMENTS

2. Cek latar belakang babysitter

Tips memilih babysitter yang aman untuk anak

Cek latar belakang babysitter | Photo by Betsy on Flickr

Nah, selain cari referensi dari orang tua lain, tips lainnya untuk memilih babysitter yang aman dan terpercaya adalah dengan cek latar belakang babysitter. Kamu bisa minta referensi dan verifikasi identitas dari babysitter yang kamu pilih. Ada situs yang menyediakan layanan cek latar belakang, jadi kamu bisa pastikan kalo babysitter yang kamu pilih nggak punya catatan kriminal atau masalah serius lainnya.

Nah, untuk apa sih cek latar belakang babysitter? Tentu aja biar kamu bisa lebih yakin dan tenang meninggalkan anak sama dia. Dengan cek latar belakang, kamu bisa tau kalo babysitter yang kamu pilih udah terverifikasi dan nggak punya masalah serius seperti kasus kriminal atau kasus kekerasan.

Selain itu, dengan cek latar belakang, kamu juga bisa tau lebih banyak tentang pengalaman dan reputasi babysitter yang kamu pilih. Kalau dia punya pengalaman dan reputasi baik di bidang merawat anak, maka kamu bisa lebih percaya diri dan tenang buat tinggalin anak sama dia.

ADVERTISEMENTS

3. Pastikan babysitter punya keterampilan dan kemampuan yang cukup

Tips memilih babysitter yang aman untuk anak

Punya keterampilan dan kemampuan | Photo by Kampus Production on Pexels

Selain latar belakang yang baik, pastikan juga babysitter yang kamu pilih punya keterampilan dan kemampuan yang cukup buat merawat anak. Kamu bisa pastikan kalau dia punya pengetahuan dasar tentang merawat anak, seperti memberi makan, mengganti popok, dan menidurkan anak.

Apa aja sih keterampilan dan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang babysitter? Pertama-tama, babysitter harus punya pengalaman yang cukup dalam merawat anak. Pengalaman bisa dari kerja di daycare, jadi guru atau asisten guru di sekolah, atau punya pengalaman merawat anak keponakan atau adik. Kalau punya pengalaman yang cukup, maka dia bisa lebih tahu cara menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi saat merawat anak.

Kedua, babysitter harus punya kemampuan untuk mengasuh anak dengan baik. Dia harus bisa memberikan perawatan dan kebutuhan dasar anak, seperti memberi makan, mandi, mengganti popok, dan lain sebagainya. Selain itu, babysitter juga harus bisa memberikan perhatian dan stimulasi yang baik untuk perkembangan anak.

Ketiga, babysitter harus punya keterampilan komunikasi yang baik. Dia harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan anak dan juga dengan orang tua. Kalau dia nggak bisa komunikasi dengan baik, maka bisa jadi ada kesalahpahaman atau masalah lain yang muncul.

ADVERTISEMENTS

4. Keselamatan anak jadi prioritas utama

Tips memilih babysitter yang aman untuk anak

Keselamatan anak jadi yang utama | Photo by Alexander Dummer on Unsplash

Keselamatan anak jelas-jelas harus jadi prioritas utama kalau kamu mau memilih babysitter yang aman dan terpercaya. Kamu nggak mau kan meninggalkan anak sama babysitter yang nggak aman atau nggak bisa menjaga keselamatan anak dengan baik?

Nah, kamu bisa memilih babysitter yang punya sertifikasi CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dan first aid, jadi kalo ada kejadian yang darurat, babysitter bisa tanggap dengan cepat dan tahu cara menanganinya.

Untuk mendapatkan sertifikasi CPR dan first aid, kamu bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga yang terpercaya. Pelatihan CPR dan first aid akan mengajarkan teknik-teknik dasar pertolongan pertama pada keadaan darurat, seperti memberikan napas buatan dan melakukan tekanan pada dada. Selain itu, babysitter juga akan diajarkan tentang cara memberikan pertolongan pada luka, patah tulang, atau kecelakaan lainnya.

Selain itu, pastikan juga kalo babysitter yang kamu pilih nggak meninggalkan anak tanpa pengawasan. Dia harus selalu memperhatikan anak dan menjaga anak dari bahaya atau kecelakaan. Dia juga harus tau cara menghindari kejadian yang nggak diinginkan, seperti menjaga anak dari benda tajam atau nggak aman.

ADVERTISEMENTS

5. Tentukan aturan dan kesepakatan dari awal

Tips memilih babysitter yang aman untuk anak

Tentukan aturan dan kesepakatan dari awal | Photo by jcomp on Freepik

Sebelum memilih babysitter, pastikan kamu udah tentuin aturan dan kesepakatan dulu ya. Kamu bisa diskusiin soal jam kerja, tarif, dan aturan penting lainnya. Pastikan juga babysitter paham aturan itu dan siap buat taat. Selain itu, kasih juga info cukup tentang anak kamu, seperti alergi makanan atau kebiasaan tidur, biar babysitter bisa merawat anak kamu dengan baik.

Selain itu, kamu juga bisa tentukan aturan-aturan yang berkaitan dengan merawat anak, seperti jam tidur anak, menu makanan yang boleh dan nggak boleh diberikan, aktivitas yang boleh dan nggak boleh dilakukan, dan lain sebagainya. Pastikan aturan-aturan ini jelas dan disetujui oleh babysitter.

Jangan lupa untuk membahas hal-hal yang penting, seperti nomor telepon yang bisa dihubungi saat darurat, kalau ada hal yang harus kamu sampaikan ke babysitter, seperti pergantian jadwal atau lainnya. Kalau ada hal-hal yang kamu khawatirkan atau nggak yakin, jangan ragu buat ngomong sama babysitter. Misalnya kamu nggak mau anakmu nonton TV atau bermain gadget, kamu bisa ngomongin hal ini dengan babysitter.

Aturan dan kesepakatan ini penting untuk memastikan semuanya jelas dan nggak ada kebingungan di kemudian hari.

Memilih babysitter yang aman dan terpercaya itu penting banget buat para orang tua. Dengan mengikuti 5 tips di atas semoga kamu bisa pilih babysitter yang bikin kamu tenang meninggalkan anak sama dia, ya~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Writing...