6 Tips dari Pakar Laktasi Buat Busui yang Ingin Berpuasa. Bisa Segera Dicoba!

Tips puasa untuk busui

Bulan Ramadan adalah bulan yang paling dinanti-nanti oleh umat muslim. Di bulan ini banyak sekali amalan atau ibadah dengan pahala yang dilipatgandakan, salah satunya puasa. Namun, para busui sering bimbang dengan hal ini. Ingin berpuasa tapi khawatir ASI terganggu. Apakah Moms juga mengalami hal ini?

Advertisement

Sebenarnya, busui sama seperti bumil, mendapat rukhsah atau keringanan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Jadi, Moms nggak wajib berpuasa, tapi wajib menggantinya dengan amal lain seperti fidyah. Namun, bagaimana jika Moms sangat ingin berpuasa? Apakah aman untuk si kecil dan nutrisi ASI-nya?

Tenang Moms, busui tetap aman dan bisa berpuasa kok. Dilansir dari Health Line, suatu survei memang membuktikan bahwa saat puasa persedian ASI menurun.  Namun, hal ini terjadi karena kurangnya mengonsumsi nutrisi yang tepat. Nah, gimana biar ASI tetap lancar? Berikut tips puasa untuk busui dari pakar laktasi. Moms bisa coba ya!

1. Pastikan kondisi Moms dan si kecil sehat, serta mampu. Moms juga nggak punya permasalahan tetang produksi ASI

Patikan kondisi Moms dan si kecil sehat | Photo by Shurkin_Son via www.freepik.com

Hal pertama yang bisa dijadikan pertimbangan Moms untuk berpuasa adalah usia si kecil. Jika si kecil belum lulus ASI ekslusif (> 6 bulan) maka, Mom perlu pertimbangan lain. Kondisi Moms dan si kecil juga perlu diperhatikan. Dilansir dari The Asian Parent, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, seorang pakar laktasi menjelaskan bahwa dalam kondisi menyusui eksklusfi pun jika mampu dan nggak ada masalah, puasa sama sekali nggak dilarang.

Advertisement

“Jika Moms merasa belum mampu, bisa menunda puasa, kemudian mengganti dengan diyah. Moms juga bisa berpuasa parsial, nggak penuh setiap hari, jadi ada jeda antara puasa dan nggak puasa,” jelas dr. Wiryani.

2. Jangan malas makan ya, Moms! Setidaknya, Moms butuh tambahan 330-600 kalori sehari untuk mendukung produksi ASI

Jangan skip makan ya Moms, saat buka dan sahur | Photo by Cookie-Studio via www.freepik.com

Kebutuhan kalori ini sangat penting untuk menjaga nutrisi ASI saat Moms puasa. Meski saat berpuasa tubuh secara alami akan mengambil cadangan gizi seperti energi, lemak, vitamin, mineral dan protein yang disimapan dalam tubuh. Namun, dalam kondisi menyusui Moms membutuhkan nutrisi yang lebih banyak.

Dilansir dari Mother and Baby, dr. Hani Purnamasari, MsiMed, Sp.A dari Kemang Mediacal Care menghimbau para busui yang ingin berpuasa untuk nggak malas makan. “Jangan hanya makan sekali di antara waktu berbuka dan sahur, Hal ini penting untuk memperlancar ASI,” ujar dr. Hani. Jadi setidaknya Moms harus makan 2x saat berbuka dan sahur ya!

3. Perhatikan asupan gizi yang seimbang. Usahakan kebutuhan protein, kabohidrat, dan lemak juga terpenuhi dengan baik

Kebutuhan nutrisi harus terpenuhi | Photo by Larissa Deruzzi via www.pexels.com

Biasanya, setelah menyusui Moms akan merasa lapar, jadi dalam kondisi berpuasa Mom harus menyiasatinya dengan asupan gizi yang seimbang saat berbuka dan sahur. Gizi yang seimbang akan membantu kelancaran produksi ASI dan menjamin nutrisinya nggak berkurang meski Moms berpuasa. Mengonsumsi protein hewani juga membantu Moms mencukupi kebutuhan kalori sehingga nggak mudah lapar. Selain itu asupan karbohidrat, protein dan lemak yang cukup akan membantu supaya Moms nggak mudah lemas saat menyusui ketika puasa.

4. Perhatikan asupan cairan. Moms harus memenuhi kebutuhan cairan setidaknya 2,5-3 liter per hari

Kebutuhan cairan harus terpenuhi | Photo by Daria Shevtsova

Cairan adalah hal yang sangat penting bagi tubuh. Apalagi dalam kondisi menyusui, Moms harus memastikan bahwa Moms nggak kekurangan cairan. Selain air putih, Moms juga bisa melengkapi cairan dengan tambahan nutrisi atau vitamin misalnya jus buah, susu atau yoghurt. Hal ini sangat penting untuk menjaga produksi ASI tetap lancar meski Moms berpuasa dan si kecil tetap menyusu dengan baik.

5. Jangan mengurangi jatah ASI. Semakin sering menyusui, produksi ASI semakin lancar. Usahakan Moms tetap memberikan ASI 2-3 jam sekali

Usahakan 2-3 jam sekali tetap menyusui | Photo by Cookie_Studio via www.freepik.com

Mengurangi jatah ASI justru membuat produksi ASI menurun lo, Mom. Meski berpuasa bukan berarti Moms menghemat ASI untuk menghemat energi, ya! Jika kondisi si kecil yang nggak mau menyusu, Moms bisa menyiasatinya dengan memerah ASI dan menjadikannya ASIP. Dilansir dari Detik Health, dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC FABM, seorang pakar laktasi mengingatkan “puasa nggak mempengaruhi produksi dan jatah ASI asalkan Moms lebih rajin menyusui dan memenuhi kebutuhan nutrisi.” Jelas dr. Utami.

6. Istirahat yang cukup ya, Moms! Usahakan Moms punya jam tidur minimal 8 jam sehari

Istirahat yang cukup | Photo by William Furtunato via www.pexels.com

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit saat berpuasa dalam kondisi menyusui, Moms memerlukan istirahat yang cukup. Di siang hari, Moms bisa memanfaatkan waktu 30 menit sampai 1 jam untuk tidur siang. Jika nggak memungkinkan, Moms harus memastikan punya waktu tidur yang cukup pada malam hari. Kondisi tubuh yang fit dan segar akan membantu Moms menjalani ibadah puasa meski tetap menyusui.

Jangan lupa, Moms juga butuh suport system dari suami dan keluarga. Selamat mencoba, Moms!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE