Daftar Pertimbangan Kapan Anak Laki-Laki Harus Disunat. Wajib Tahu Nih, Moms!

Usia terbaik untuk sunat

Di Indonesia, pada umumnya orang tua mengarahkan anak untuk sunat saat usia sekolah dasar. Namun, berbagai studi dan penelitian beberapa tahun terakhir justru mengungkap manfaat sunat saat anak berusia balita bahkan bayi. Hal ini membuat para orang tua memertanyakan kapan sebenarnya usia terbaik untuk sunat anak?

Advertisement

Sunat nggak hanya soal tradisi budaya dan kewajiban dalam agama, lo. Sunat juga dilakukan oleh sebagian besar laki-laki di seluruh dunia dengan alasan kesehatan. Sehingga, hampir setiap orangtua yang memiliki anak laki-laki pasti akan memikirkan perihal sunat ini. Apakah Moms juga demikian? Yuk Moms, simak ulasan berikut tentang usia terbaik untuk sunat berdasarkan penjelasan medis.

Sunat yang dilakukan saat masih bayi atau anak usia balita ternyata lebih minim risiko trauma daripada saat usia yang lebih tua

Sunat pada bayi lebih minim risiko trauma | Photo by Rodnae via www.pexels.com

Dilansir dari Hello Sehat, menurut Integral Medical Center di London, waktu yang tepat untuk sunat sekitar usia 7-14 hari. Beberapa ahli mengatakan, pada usia ini darah yang keluar saat proses sunat masih sedikit. Bayi juga sedang mengalami pembentukan jaringan sel dengan pesat. Sehingga proses penyembuhan relatif lebih cepat dan risiko rasa sakit akibat prosedur bedah pada sunat juga sangat minim. Sementara itu, dilansir dari Halodoc, anak yang disunat saat usianya kurang dari setahun memiliki komplikasi anestesi yang sangat rendah dengan waktu pemulihan pasca anestesi yang lebih cepat daripada usia yang lebih tua.

Dalam ajaran Islam, sunat dianjurkan sebelum anak menginjak usia baligh. Bahkan diutamakan ketika masih bayi

Dalam islam dianjurkan sunat di suai bayi hingga sebelum baligh | Photo by Zurijeta via id.depositphotos.com

Sunat bagi umat islam adalah sunah fitrah yang sangat ditekankan atau bisa dibilang sangat diharuskan. Dilansir dari Muslim, sunat sangat dianjurkan saat usia anak-anak. Manfaatnya, lebih mudah baik dalam proses sunatnya maupun dalam proses penyembuhannya, Mengingat manfaat tersebut, orang tua nggak boleh menunda sunat hingga anak berusia baligh. Bahkan menyegerakan sunat ketika anak masih menyusu pada ibunya, ketika masih bayi atau ketika setelah lahir pada hari ke-7 lebih utama.

Advertisement

Perlu diketahui bahwa nggak semua bayi bisa disunat atau sudah siap disunat. Butuh pemeriksaan medis dan rekomendasi dokter!

Nggak semua bayi siap disunat! | Photo by Isaac Taylor via www.pexels.com

Kondisi bayi yang akan disunat harus sehat, begitu juga kondisi organ vitalnya harus dalam keadaan yang stabil. Sunat pada bayi nggak dianjurkan jika bayi lahir secara prematur, memiliki gangguan pembekuan darah, atau menderita kelainan genetik. Dilansir dari Hello Sehat, biasanya karena alasan medis, dokter jarang melakukan sunat untuk bayi kecuali jika terjadi infeksi pada kelenjar, fimosis atau terdapat jaringan pada kulup. Saat Moms ingin memutuskan menyunat anak saat masih bayi, sebaiknya Moms konsultasikan dulu pada dokter, ya!

Pahami risiko sunat baik di usia bayi atau balita maupun usia yang lebih tua misalnya 7 tahun keatas

Pahami risikonya | Photo by Shurkin_son via www.freepik.com

Dilansir dari Alo Dokter, risiko komplikasi sunat pada bayi tergolong rendah, hanya terjadi pada 1-2% dari keseluruhan bayi yang disunat. Sebagian komplikasi yang mungkin muncul adalah infeksi dan pendarahan. Sementara itu, dilansir dari Hello Sehat, risiko yang mungkin dialami jika anak baru disunat saat usia lebih dewasa seperti perlunya beberapa jahitan yang mengakibatka risiko pendarahan.

Meski sama-sama memiliki kemungkinan risiko, sunat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan anak

Sunat bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang | Photo by Ivansamkov via id.depositphotos.com

Proses sunat memang terdengar mendebarkan, tapi berkat kecanggihan alat kedokteran dan metode sunat yang terus berkembang membuat risiko medis bisa diminimalkan. Apalgi mengingat sunat sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti, mengurangi risiko infeksi saluran kencing, mengurangi risiko kanker prostat, mencegah fimosis atau nyeri di kulup kelam*n, menjaga kebersihan organ intim dan mencegah berbagai penyakit kelam*n yang bisa terjadi saat usia dewasa.

Jadi, kapan waktu usia terbaik untuk sunat? Dari penjelasan di atas, Moms dan Dads bisa memertimbangkan waktu sunat sesuai kesiapan orangtua dan anak. Jika Moms dan Dads menginginkan anak disunat saat masih bayi atau usia balita, maka pastikan kondisi anak juga siap untuk disunat, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE