• 16 Mei 2017, 6-16 Mei 2017
  • Wisdom Park UGM

Kasus anak muda yang memilih mengakhiri hidupnya semakin marak diperbincangkan. Anak muda yang memilih mengumbar kemesraan di sosial media serta berkata kasar seolah juga tak terhindarkan. Entah karena ini perkembangan zaman atau memang telah lahir zaman ‘edan’, kelakuan orang-orang semakin nggak karuan. Sebelum kamu terjerembab ke zona ke-edan-an yang membuatmu ikutan edan, FIB UGM punya cara seru khusus untukmu menyikapi zaman edan;

1.Harus tenang dan jangan spaneng

Memang, sekarang zamannya anak kecil bergaya seperti orang dewasa, ya? Yang dewasa pun, menjalin kasih di tempat umum tak tahu malu, ya? Wanita berperilaku selayaknya lelaki begitupula sebaliknya, ya? Apakah zaman edan benar-benar sudah datang dan merajalela? Maka yang harus dilakukan adalah jangan kaget dan grusa-grusu. Karena panik adalah tindakan tidak keren, maka kita harus menghadapinya dengan tenang. Jangan ambil pusing dan berpikir terlalu jauh.

2. Dendangkan lagu favorit

Rasane kepingin nangis yen kalingan Parangtritis

Rasane koyo diiris naliko udan gerimis

Rebu wengi malem kemis

Ra nyono ra ngiro, janjimu jebul ming lamis.

  • Didi Kempot

Penelitian membuktikan bahwa mendengarkan lagu kesukaan dapat menenangkan pikiran dan membantu melancarkan banyak hal. Untuk anak muda yang terjangkit keedanan zaman, yang mengaku cinta budaya, Suket Teki, Parangtritis dan Stasiun Balapan bisa menjadi pilihan paling cucok untuk menemani kelamnya kisah kasihmu. Tidak ada salahnya bila mulai sekarang kamu membuka youtube, memutar lagu-lagu Didi Kempot versi karaoke, menghafalkan liriknya, kemudian berdendang bersama sederet seniman lainnya pada Panggung Kemepyar yang akan berlangsung pada 6 Mei 2017 di Wisdom Park UGM.

Kamu juga ingin merasakan romantisme taman kearifan lokal bersama orang terkasih di bawah rembulan dan bersandingkan gemercik sungai, kan?

3. Banyak lakukan hal bermanfaat

Advertisement

Lebih baik bertengkar karena cinta, daripada diam kesepian menanggung benci. Remy Sylado.

Semakin edan zaman, para manusia ini semakin ogah berbenah. Padahal, masih banyak opsi kegiatan yang dapat kamu lakukan ketimbang nggrantes setiap hari menyesali kisah cinta yang tak kunjung indah. Mengerjakan bab 3 skripsi, misalnya. Atau berkebun, belajar memasak, dan berolahraga. Menghadiri talkshow kebudayaan pada 12 Mei 2017 di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM bersama sastrawan senior kebanggaan Indonesia, Remy Sylado, juga tidak kalah yahud dan kaya manfaat. Kapan lagi bisa mengulik lebih dalam tentang sastra dengan pakarnya secara langsung?

4. Atau, gandeng adik tersayang ikut lomba menggambar dan mewarnai

Jika dirasa mengikuti talkshow terlalu muluk-muluk atau kamu berhalangan pada tanggal yang sudah ditentukan, tenang, kamu masih bisa melakukan kegiatan maha menyenangkan lainnya. Yuk, gandeng adik tersayang untuk ikut lomba menggambar dan mewarnai di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Selain mendapat piala dari Gubernur DIY Kanjeng Sultan, adikmu nanti juga akan dapat kesempatan mendapat merchandise menarik. Dan keuntungan terselubung lainnya adalah, kamu dapat melihat sederet macan ternak saat lomba berlangsung! Aw, apatuh macan ternak? Mamah Cantik Anter Anak. Rawrrrrrr. Alamaaaaaaak mana tahan! Maka dari itu, masih nunggu besok untuk daftar?

5. Hentikan galau tidak berfaedah. Mari tuangkan karyamu!

Sedih nilai ujian jelek? Update insta story. Patah hati karena diselingkuhin? Update status di LINE. Kecewa karena beli rendang ternyata lengkuas? NO. STOP. Hentikan segala tindakan tidak wangun tersebut. Daripada hidup penuh sambat, akan lebih bijak jika segala kejadian serta kegalauan hidupmu, kamu tuangkan dalam karya. Mengikuti lomba cerpen, puisi, esai adalah wujud konkret dari hebatnya dirimu dalam mengolah perasaan menjadi suatu hal yang positif. Pun yang tidak pandai menulis tetapi lebih banyak bicara dengan gambar, lomba fotografi juga layak untuk dicoba. Dengan total hadiah jutaan rupiah serta sertifikat, masih mau nulis di insta story dan LINE aja? Info lengkapnya dapat kamu dapatkan di https://etnikafest.fib.ugm.ac.id/ ya!

6. Banyak sedekah dan ikut gerakan sosial

Jika orang lain memegang prinsip give and take, maka pada zaman edan ini yang diberlakukan adalah give and give. Eits, jangan salah! Banyak sisi positif yang dapat kamu intip dari keedanan Etnika Fest 2017 ini. Salah satunya adalah akan diadakannya charity seusai rentetan acara. Charity yang dimaksud ialah dengan beredarnya box-box yang dapat kamu isi dengan pundi-pundi rupiah, maupun buku layak baca atau pakaian layak pakai. Kemudian akan disumbangkan ke Yayasan Sayap Ibu, Yogyakarta. Siapapun boleh turut menyumbang. Karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Betul tidak?

Selain mengadakan charity, Etnika Fest 2017 juga gencar menjalankan kampanye anti sampah visual. Semua publikasi baik melalui media sosial, media cetak, akan dipasang secara apik dan di tempat yang seharusnya.

7. Tetap bahagia dan bersenang-senang

“Zaman semakin carut-marut.

Wajah kejahatan dan kebaikan kian sungsang.

Berbagai perseteruan tidak kunjung berkesudahan.

Apa lagi yang mampu menerangi gelapnya hati, sementara satu-satunya cahaya telah meredup? “- Teater Mentari Tebenam di Balik Tilam .

Dan yang terakhir, hadapi dengan hati senang dan tetap jalani kehidupanmu yang luar biasa itu. Jika bosan menonton serial Mahabarata atau Cinta di Musim Cherry, bolehlah menengok teater malam puncak Etnika Fest 2017 yang bertajuk Mentari Terbenam di Balik Tilam yang akan diadakan pada 16 Mei 2017 di TBY. Terlebih, semua pemain dan pemusik adalah murni mahasiwa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya UGM. Sukses berat dengan pagelaran Elegi Singo Barong tahun 2015 silam, yakin kamu tidak mau ajak si dia yang hanya bisa disawang namun tidak bisa disayang itu untuk menonton kewangunan tahun ini?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya