Sekilas nampak biasa. Tak ada yang janggal dalam penampilan warga Malaysia berinisial MA tersebut. Datang tak membawa apa-apa, ia lolos dengan mudah dari pemindaian sinar X di bandara. Namun sepandai apapun tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Sebagaimana dilansir MetroNews, petugas bandara Soekarno-Hatta mencurigai gelagat MA dan membawanya untuk melakukan pemeriksaan menggunakan rontgen.

Dari hasil rontgen tersebut MA terbukti menyembunyikan sabu yang dibungkus kapsul dalam tubuhnya. Yang lebih gila lagi, dia tak ragu untuk menyembunyikan obat terlarang tersebut dalam anusnya. Gila, ‘kan? Padahal di negara ini sudah tertera jelas hukuman bagi penyelundup, pengedar dan pemakai obat-obat terlarang. Hukumannya tak tanggung-tanggung. Mulai dari hukuman penjara hingga hukuman mati seperti yang dijatuhkan pada empat orang pengedar narkoba pada tahun 2016 ini.

Meski bayang-bayang hukuman mati ada di depan mata, namun nyatanya masih banyak penyelundup dan pengedar narkoba yang tak jera. Berbagai cara digunakan agar bisa memasukkan obat-obat terlarang tersebut ke negara kita. Bahkan, cara-cara kreatif dan rada gila mereka berani praktikkan. Nggak percaya? Kasus-kasus ini jadi buktinya…

1. Pernah ada kasus penyelundupan kokain ‘gila’ terjadi di Jakarta. Seorang wanita menyembunyikan obat tersebut di vaginanya

Kira-kira dibayar berapa, ya…. via www.hetanews.com

Kasus ini terjadi di Indonesia. Pelakunya adalah seorang wanita asal Thailand berusia 27 tahun. Sama seperti kasus warga Malaysia di atas, sekilas tak ada yang aneh dalam diri wanita tersebut. Namun, gelagat aneh yang ia lakukan tercium juga oleh petugas bandara. Ia kemudian dibawa untuk diperiksa oleh petugas. Hasilnya? Ditemukan lebih dari 100 gram sabu yang ia sembunyikan dalam liang vaginanya. Alat kelamin sepertinya jadi penyamaran favorit karena dikira sebagai bagian vital yang tidak bakal diperiksa. Namun dengan kecanggihan teknologi seperti rontgen, saat ini sebenarnya cukup mudah memeriksa ada tidaknya benda mencurigakan di alat vital seseorang.

2. Banyak juga yang menyelundupkan narkoba dalam bungkusan coklat atau permen. Merek coklat ternama digunakan untuk menyamarkan isi sebenarnya, tapi baunya tetap saja tercium

Advertisement

Cokelat Sabu via www.jurnalasia.com

Ide kreatif dalam hal penyelundupan narkoba kembali muncul di Indonesia. April kemarin, kepolisian Indonesia berhasil mengungkap modus baru dalam peredaran narkoba di negara kita. Jika dulu-dulu narkoba beredar dengan bentuk itu-itu saja, kini narkoba diedarkan dengan dibungkus rapi dalam cokelat. Dari penjelasan pihak Polda, sedikitnya ada 44 kotak ‘Cokelat Sabu’ yang disita oleh pihaknya. Pusatnya diduga dari Cina. Peredaran narkoba dari daratan Cina dibungkus rapi dalam cokelat agar tak dicurigai oleh pihak kepolisian. Tapi tetap saja jika ada anjing khusus yang bisa mencium narkoba, penyamaran ini akan cepat terbongkar.

3. Entah apa yang dipikirkan, wanita asal Venezuela ini nekat menyembunyikan 1,2kg kokain dalam implan payudaranya

Bahan isian artifisial yang tidak natural via kapanlagi.com

Orang-orang tak kehabisan ide dalam hal melakukan kejahatan. Kali ini, seorang wanita asal Venezuela yang berulah. Ia menyembunyikan 1,2kg kokain dalam implan payudaranya. Mungkin ia beranggapan bahwa bentuk badan yang menonjol itu tak akan dicurigai orang.  Tapi nyatanya, justru bentuk payudaranya tersebut yang membuat polisi curiga. Dirasa ada yang janggal, pihak polisi memeriksa si wanita dan membawanya ke rumah sakit. Hasilnya, implan payudara miliknya sudah diisi 1,2kg kokain. Nggak habis pikir deh, hal-hal yang rela dilakukan para penyelundup obat-obat terlarang ini.

4. Tidak hanya diselipkan di implan, menelan sampai menjahitkan narkoba ke dalam tubuh rela dilakoni demi uang atau memang efek kecanduan

Ditelan layaknya pil obat, nanti dikeluarkan ketika buang air besar via wikimedia.org

Metode-metode penyelundupan narkoba selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ketika polisi sudah hafal tempat para bandar menyelundupkan barang terlarang tersebut, mereka beralih menyembunyikan narkoba tersebut dalam tubuh kurirnya. Seperti kasus yang pernah ditangani oleh kepolisian Glasgow, Skotlandia.

Menurut mereka ada dua cara yang lazim digunakan. Pertama dengan cara memakan obat tersebut. Atau cara kedua dengan cara merobek bagian tubuh, memasukkan obatnya yang sudah dibungkus terlebih dahulu dan kemudian menjahit bagian tubuhnya. Sebuah cara gila yang kerap dilakukan oleh mereka-mereka yang buta karena iming-iming uang.

5. Tak hanya menyelundupkan obat terlarang lewat diri sendiri, tapi gilanya ada juga yang tega menggunakan tubuh hewan peliharaan yang tak bersalah

Dalam tubuh hewan juga ada. Tega! via dailymail.co.uk

Yang lebih parah lagi, ada orang-orang yang tega menyelundupkan narkoba menggunakan tubuh hewan peliharaannya. Biasanya sih anjing yang jadi korbannya. Si anjing dibius. Setelah itu tubuhnya dibedah dan narkoba tersebut dimasukkan dalam tubuh si hewan peliharaan.

Kasus ini pernah terjadi di Inggris. Seorang pengedar narkoba jaringan Internasional asal Kolombia menggunakan hewan peliharaan sebagai media penyelundupannya agar tak dicurigai saat hendak memasuki Inggris. Mungkin hati nuraninya sudah mati. Sampai setega itu pada hewan peliharaan yang entah salahnya apa.

6. Yang cowok pasti ngilu bacanya, pria Cina ini menyelundupkan Heroin dengan memasukkannya ke dalam kulup penisnya. Dunia memang sudah gila

Nggak ngilu tuh? via redwiretimes.com

Bagi kalian yang cowok, tindakan pria asal Cina ini pasti bikin ngilu saat baca. Ia nekat memasukkan 10 gram heroin ke dalam kulup penisnya. Ngilu nggak, tuh? Entah apa yang dipikirkan pria asal Cina ini saat melakukan aksi gilanya tersebut. Kasus ini terungkap saat ia melakukan perjalanan dari Beijing hendak menuju Tibet. Petugas kereta api curiga dengan gelagatnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya ditemukan bungkusan heroin dengan total berat 10 gram yang ia sembunyikan dalam kulup kemaluannya.

“Manusia sekarang sudah buta karena harta. Sampai-sampai nekat dan tak peduli orang lain melakukan aksi gilanya…”

Entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Apakah mereka sudah tak takut dengan hukum? Ataukah saking cintanya dengan uang sampai mereka tak peduli konsekuensi tindakannya. Atau mereka memang sedang dalam pengaruh obat yang memabukkan ketika memutuskan melakukan cara-cara gila ini. Terlepas apapun alasan dibaliknya, alangkah baiknya jika kreativitas anak manusia ini digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna daripada untuk melakukan tindakan kriminal semata.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya