Buat penikmat kuliner Korea atau Jepang, pastinya sudah nggak asing lagi sama rumput laut. Dari dibuat bungkus sushi atau kimbap sampai untuk taburan nasi. Beberapa tahun belakangan ini Indonesia juga dibanjiri snack-snack rumput laut dari Thailand yang akhirnya populer di kalangan anak muda. Kalau yang lebih tradisional dan asli Indonesia, rumput laut biasanya untuk diolah jadi snack jelly atau agar-agar yang populer jadi oleh-oleh andalan dari Lombok. Pastinya kalau kepikiran rumput laut yang terlintas di benak kita itu urusan perut alias buat dimakan. Tapi percayakah kamu kalau Hipwee bilang rumput laut adalah tanaman super yang bisa menyelamatkan kita semua dari pemanasan global yang makin gawat?

Paling tidak begitulah pendapat para ilmuwan dunia. Sebagaimana dilansir Futurism, meski tidak ada yang menyangka, ternyata rumput laut memiliki potensi besar untuk membantu manusia memerangi pemanasan global. Seperti yang kita ketahui dan bisa dirasakan bersama, bumi jadi semakin tidak ramah untuk ditinggali. Dari rekor suhu terpanas yang terpecahkan tiap tahunnya, sampai berbagai cuaca dan fenomena alam ekstrem yang makin sering terjadi. Terus bagaimana ya kiranya rumput laut bisa membantu memperbaiki semua itu? Yuk simak ulasan selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Rumput laut menyerap lebih banyak CO2. Menggunakan 9% lautan untuk ditanamani rumput laut saja akan sangat besar dampaknya

Perkebunan rumput laut Lembongan. Penghijauan tidak hanya di daratan, tapi juga lautan via youtube.com

Salah satu cara melawan global warming adalah dengan mengurangi kandungan CO2 di atmosfer. Untuk itu seringkali ada program penanaman pohon dan penghijauan. Pohon dan tanaman dipercaya bisa mengubah CO2 menjadi oksigen. Tapi ada solusi lain yang lebih menjanjikan guys. Masih dilansir dari Futurism, jika 9% saja lautan kita ditanami rumput laut maka bisa membuang 53 miliar ton CO2 atau karbon dioksida dari atmosfer bumi setiap tahunnya. Tanaman rumput laut ini juga kokoh, dia akan bertahan lama dan mengurangi CO2 secara berkesinambungan. Kayaknya reboisasi dan penanaman pohon nggak cukup di hutan-hutan gundul aja nih. Reboisasi bawah laut juga bakalan sangat berguna.

Gas emisi peternakan juga turut menyumbang pencemaran. Kalau semua hewan ternak dikasih makan rumput laut, ternyata bisa juga membantu lho!

Industri pakan ternak selama ini jadi penyumbang polusi yang besar via theconversation.com

Advertisement

Mungkin banyak yang belum tahu kalau gas emisi dari peternakan, atau gas buangan yang dikeluarkan oleh hewan ternak, ternyata menyumbang 44% gas metana di atmosfer kita. Nah, ternyata solusinya juga dengan rumput laut. Jika seluruh hewan ternak ‘diet’ dengan memakan rumput laut, kandungan metana dari gas buang hewan ternak bisa berkurang. Contoh konkretnya, jika menambahkan rumput laut kering untuk dicampurkan dengan makanan ternak sapi, maka kandungan gas metana yang dikeluarkan sapi berkurang sampai dengan 99%. Ternyata kentutnya sapi berpengaruh ya guys. Dengan diet rumput laut ini lumayan juga biar gas yang mereka keluarkan nggak terlalu pekat. 😀

Kalau bahan baterai handphone kita diganti dengan yang berbahan dasar rumput laut. Ternyata bisa lebih murah dan bertahan dua kali lebih lama

Pengembangan baterai berbasis rumput laut via Phys.org

Selama ini kita menggunakan baterai handphone dengan bahan dasar lithium-ion. Belakangan ditemukan bahwa lithium-sulfur bisa jauh lebih efektif. Dilansir dari Wired lithium-sulfur mampu menyimpan cadangan listrik dua kali lipat, bahkan harganya pun relatif lebih murah. Rumput laut merah adalah salah satu solusi untuk mewujudkan teknologi lithium sulfur ini. Bahkan rumput laut bisa menstabilkan lithium-sulfur baterai lho. Kalau baterai handphone bisa dihemat, kita juga bisa menghemat energi listrik yang kita gunakan. Bayangkan dampak luasnya jika semua orang menggunakan lithium sulfur, tentunya listrik yang dihemat akan sangat banyak.

Mungkin benar apa yang orang sering bilang. Kadang apa yang kita cari justru ada tepat dimana kita berada. Seperti rumput laut, kita tidak membutuhkan berbagai teknologi rumit untuk melakukan perubahan besar terhadap dampak global warming. Bahkan tanpa perlu bermimpi untuk berpindah dari planet bumi. Mengembangbiakkan rumput laut secara simultan ternyata sudah sangat cukup membantu alam. Semoga dengan adanya penemuan ini makin banyak yang peduli dengan biota laut dan serius mengembangkannya untuk alam ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya