Ketika mendengar istilah “generasi millennial” pasti yang akan terlintas di benak kita ialah sekelompok remaja tanggung yang selalu memegang smartphone di tangan mereka. Namun, sejatinya generasi yang sering disebut sebagai Generasi Y ini menurut para peneliti sosial dikelompokkan pada generasi yang lahir antara 1980-2000. Jadi bisa dikatakan, orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini ialah generasi muda yang saat ini berusia 15-34 tahun.

Studi mengenai kaum millennial pun terus dilakukan demi memahami karakteristik dan perilaku mereka. Salah satunya studi yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Berkley tahun 2011 di Amerika. Studi ini mengambil tema American Millennials: Deciphering the Enigma Generation. Di tahun sebelumnya, Pew Research Center juga merilis laporan riset dengan judul Millennials: A Portrait of Generation Next. Sebenarnya masih banyak lagi penelitian serta riset yang dilakukan, tapi kita pun bisa mengambil benang merah dari beberapa studi yang ada. Berikut Hipwee coba rangkum apa saja karakteristik dari Generasi Y.

1. User Generated Content (UGC) lebih dipercaya oleh kaum millennials ketimbang informasi satu arah

Kini sudah bukan jamannya lagi bagi kaum millennial untuk percaya pada produk iklan atau perusahaan besar. Bisa dikatakan kalau mereka sudah tidak percaya lagi kepada distribusi informasi yang bersifat satu arah. Mereka jauh lebih percaya pada user generated content (UGC) atau konten dan informasi yang dibuat oleh perorangan.

Contohnya saja ketika ingin membeli sebuah produk, mereka tidak akan langsung membelinya hanya karena melihat iklan konvensional. Tapi mereka justru akan mencari tahu terlebih dahulu review atau testimoni yang dilakukan oleh orang lain di internet. Mereka pun juga tidak akan ragu membagikan pengalaman baik atau buruk yang mereka alami terhadap sebuah merek agar orang lain bisa mendapatkan informasi.

2. Millennial wajib memiliki akun sosial media sebagai alat komunikasi dan pusat informasi

Komunikasi dua arah kini rasanya tidak lagi harus bertatap muka, tapi lewat sosial media pun semua orang bisa tetap saling berkomunikasi tanpa henti. Banyak dari Generasi Y yang berinteraksi dan menjaga komunikasi lewat text messaging atau juga chatting di dunia maya dengan berbagai platform yang saat ini sudah banyak dijadikan opsi.

Advertisement

Tak hanya menjadi media untuk berinteraksi, kaum millennial juga menjadikannya sebagai pusat informasi dan aktualisasi diri. Lewat sosial media, seseorang bisa mengekspresikan dirinya melalui sebuah unggahan atau status yang akan dilihat oleh orang lain sehingga mereka bisa membangun citra dirinya di dunia maya. Generasi ini memang dikenal sebagai generasi yang paling cepat mengetahui sebuah peristiwa secara aktual. Mereka juga menggunakan media sosial sebagai media informasi.

3. Minat membaca secara konvensional kini sudah menurun karena Generasi Y lebih memilih membaca lewat smartphone mereka

Bukannya hilang begitu saja, memang masih banyak orang-orang yang suka membaca buku, tapi tidak lagi di toko buku melainkan lewat e-book. Mereka lebih suka membaca buku secara online karena tak mau repot atau menghabiskan waktu untuk pergi ke toko buku. Perilaku yang sudah mulai tergeser ini juga menjadikan generasi millennials lebih menyukai segala sesuatu secara visual. Mereka menganggap tulisan konvensional hanya akan membuatnya pusing, oleh karena itu mereka lebih memilih melihat sesuatu dengan gambar dan warna yang menarik.

4. Millennial pasti lebih memilih ponsel daripada televisi. Menonton sebuah acara televisi kini sudah tidak lagi menjadi sebuah hiburan karena apapun bisa mereka temukan di telepon genggam

Generasi yang memang lahir di tengah-tengah perkembangan teknologi ini memang sudah tidak lagi menjadikan televisi sebagai media utama mereka. Internetlah yang sangat berperan dalam keberlangsungan hidup kaum ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Prami Rachmiadi, Chief Digital Content Officer dalam acara Global Entertainment and Media Outlook: 2017 – 2021, “kaum millennial tidak akan pernah bisa lepas dari telepon genggam mereka karena behaviour yang terjadi di tengah masyarakat saat ini ialah harus menjadi orang paling ter-up-to-date. Pergeseran perilaku dari Generasi X dan Generasi Y ini bisa dilihat dari bagaimana cara mereka mengartikan fungsi internet.”

5. Millennial menjadikan keluarga sebagai pusat pertimbangan dan pengambil keputusan mereka

Berdasarkan survei “Connecting with the Millennials” yang dilakukan Visa pada 2011 lalu, tercatat Indonesia diperkirakan memiliki 5,1 juta millennial. Satu hal yang unik dari survei ini adalah bahwa kaum millennial Indonesia adalah generasi yang paling berbakti pada keluarga. Mayoritas dari mereka, yakni sekitar 91 persen memberikan kontribusi finansialnya kepada orangtua.

Bagi kaum millennials yang kini telah berusia 21-22 yang baru saja menyelesaikan sekolah mereka pasti punya kecenderungan untuk bekerja di satu tempat. Berdasarkan riset ManpowerGroup, diketahui juga bahwa 63 persen di antaranya mengaku lebih memilih tinggal di satu tempat kerja untuk mengembangkan dirinya. Dalam mengambil keputusan ini, Generasi Y melibatkan pemikiran orangtua mereka dalam untuk ikut mempertimbangkannya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya