Sejak tersiar kabar rencana pembangunannya pada Oktober tahun lalu, Asgardia terus ramai diberbincangkan masyarakat dunia. Indonesia juga termasuk yang heboh nih. Apalagi setelah ada kabar kalau lebih dari 5000 orang Indonesia telah mendaftar menjadi warga negara negeri luar angkasa pertama tersebut. Pendaftar dari Indonesia tercatat berasal dari 45 wilayah diantaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Samarinda, dan Palangkaraya. Diketahui pendaftarannya tidak dipungut biaya dan bisa dilakukan online. Mereka cuma perlu mengisi formulir berupa data diri, dari nama, asal, dan lain-lain.

Di balik proyek antariksa raksasa ini, ada nama Igor Ashurbeyli. Dialah pelopor negara Asgardia. Ilmuwan komputer asal Rusia tersebut telah banyak malang-melintang di industri sains terutama terkait teknologi luar angkasa. Buat yang udah daftar atau tertarik mendaftar jadi warga negara Asgardia, kayaknya wajib tahu deh sosok pendirinya ini, yuk simak bareng ulasan Hipwee News & Feature ini!

Meskipun dibilang asalnya dari Rusia, tapi Igor Ashurbeyli ini ternyata lahir di Azerbaijan, 9 September 1963 silam. Ia menempuh pendidikan di Azerbaijan State Oil Academy dan lulus tahun 1985

Dia memperoleh gelar di bidang teknik dan spesialisasi ilmu komputer via www.maltatoday.com.mt

3 tahun setelah lulus, Ashurbeyli mendirikan Socium sekaligus menjadi general manager pertama disana. Socium adalah perusahaan perangkat lunak dan konsultan di Azerbaijan

Awalnya cuma perusahaan kecil, sekarang karyawannya sudah mencapai 10.000 orang di seluruh dunia via ashurbeyli.eu.com

Pada tahun 1990, Ashurbeyli pindah ke Moskow, Rusia. Di sana ia tetap mengembangkan bisnis dan ilmu pengetahuan di bidang teknologi

Igor Ashurbeyli termasuk salah satu tokoh besar di industri sains Rusia via stthomasaquinasversusnasa.blogspot.co.id

Pada 1994-2011, Ashurbeyli menempati berbagai posisi penting di perusahaan milik pemerintah Rusia, Open Joint-Stock Company (OJSC) Scientific Production Association (SPA) Almaz

Advertisement

Perusahaan ini membuat dan mengembangkan berbagai keperluan angkatan darat, laut, dan udara di Rusia, termasuk senjata, granat, dan lainnya. via www.shvabe.com

Di dunia akademik, Ashurbeyli juga menjadi profesor di Moscow Institute of Physics and Technology dan Moscow Institue of Radio Engineering, Electronics and Automation

Selain menekuni dunia profesional, ia juga berjasa di bidang akademik via themoscowtimes.com

Namun pada 2011, Ashurbeyli memilih untuk resign dari semua posisinya di perusahaan milik pemerintah dan memutuskan untuk fokus mengembangkan perusahaan swasta

Dirinya lebih memilih untuk menjadi ahli di komunitas sains, profesional, dan pengusaha via m.tempo.co

Pada 2013 ia mendirikan lembaga riset Aerospace International Research Center (AIRC) di Vienna, Austria

AIRC juga telah banyak memproduksi sistem dan peralatan luar angkasa yang sudah banyak beroperasi di negara lain seperti AS, Jerman, Swiss, hingga Korea Selatan via www.nasa.gov

Tahun 2010, Ashurbeyli dianugerahi penghargaan ‘State Science of Technology Prize‘ atas pencapaiannya dalam mengembangkan teknologi mikro dalam sistem komunikasi untuk mengontrol sistem pertahanan udara

Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi yang bisa diraih ilmuwan Rusia via utimenews.org

Pada 2016, Ashurbeyli kembali dianugerahi medali emas UNESCO atas kontribusinya dalam pengembangan nanoscience dan nanotechnology

Ashurbeyli termasuk salah satu peraih medali emas dari UNESCO di tahun tersebut via home.cern

Selain itu, Ashurbeyli juga beberapa kali meraih medali kehormatan salah satunya dari Russian Academy of Military Sciences

Medal of honor ini diraihnya pada September 2012 via www.pinterest.com

Saat ini Igor Ashurbeyli bersama timnya yang terdiri dari para ilmuwan, pengusaha, dan pengacara, masih terus menjalankan proyek pembentukan negara yang digadang-gadang sebagai negara pertama luar angkasa, Asgardia. Kabarnya satelit pertama negara ini akan diluncurkan September mendatang. Yang berminat kenalan lebih jauh, lihat aja website pribadinya Igor di sini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya