Bagi kamu yang pernah menonton pertunjukkan tari Saman, pasti tahu betapa serunya melihat orang menari dengan begitu sinkron dalam sebuah barisan. Dengan dibarengi tepukan dan lantunan nada bersemangat, setiap pertunjukkan tari Saman pasti akan memukau penontonnya. Kalau biasanya di festival budaya atau acara tutup tahun sekolah, penari Saman paling hanya sepanjang panggung, kemarin (13/8) ada Pagelaran Saman 10.001 Penari yang dilaksanakan di Stadion Seribu Bukit, Gayo Lues, Aceh. Sebanyak 12.262 orang secara serentak mempertunjukkan tari Saman, yang sudah dinobatkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada tahun 2011 lalu.

Pertunjukkan megah ini langsung jadi pembicaraan dunia. Pagelaran ini memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pertunjukkan tari Saman dengan penari terbanyak, setelah mengalahkan rekor yang dibuat sebelumnya dengan 5057 peserta pada tahun 2014. Keren banget ya! Kita patut bangga sih punya warisan budaya seperti ini. Biar tambah kenal dan sayang, kamu harus tahu sejarah dan filosofi tari Saman yang ternyata dalam banget. Jangan cuma tahu kalau tarian ini dari Aceh aja guys! Yuk simak bareng Hipwee News & Feature!

Tari Saman Massal yang diikuti oleh 12.262 pecahkan rekor dunia dan bikin siapapun yang menonton tercengang. Tonton deh tayangan berikut

Awalnya Tari Saman Massal ini direncanakan diikuti 10.001 penari, namun ternyata jumlah peminatnya bertambah hingga 12.262 penari dan memecahkan rekor dunia yang tercatat oleh MURI.

Tari Saman dipelopori oleh Syekh Saman yang ketika itu menggunakan syair dari tarian ini untuk berdakwah

Tari Saman dan Syekh Saman via kisahasalusul.blogspot.com

Syair pada mukadimah Tari Saman bisa berupa dakwah yang kental akan keislaman dan pembakar semangat ketika Aceh dilanda peperangan

Dakwah yang disampaikan melalui media seni via okezone.com

Tepukan tangan dan tepukan dada adalah pengganti musik di Tari Saman. Sehingga pada masa awal tarian ini terkenal bisa tetap terkesan modern tanpa harus menggunakan alat musik tambahan

Advertisement

Tepukan di tari saman juga bisa dijadikan aba-aba oleh penari via wikipedia.org

Ciri khas dari Tari Saman ini para penarinya duduk dan berjajar, ternyata makna filosofinya adalah sopan santun dan kerendahan hati

Karena mengajarkan soal nilai keluhuran, posisi duduk dalam tari saman mengajarkan sopan santun dan rendah hati via www.senipusaka.com

Tari Saman juga bisa bermakna kebersamaan. Tariannya yang kompak dan teriakan yang meriah selalu bikin bulu roma penonton merinding, belum lagi cepatnya tangan dan kepala berganti gerakan, pasti sulit dilakukan

Kekompakan dan nyanyian para penarinya itu lho… nggak terlupakan banget! via acehprov.go.id

Tarian Saman ini juga seringkali dipertunjukan dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekarang pertunjukan Tari Saman juga bisa dinikmati di acara-acara kebudayaan Aceh

Saat ini Tari Saman dikenal sebagai tarian kebudayaan khas Aceh via www.ictmusic.org

Umumnya Tari Saman dilakukan oleh 7-9 orang, jumlah penarinya pun diusahakan jumlah yang ganjil. Dalam Islam, angka ganjil dinilai lebih baik

Diutamakan berjumlah ganjil via skyscrapercity.com

Menurut budayawan Aceh, sebenarnya Tari Saman hanya dipertunjukan oleh laki-laki saja karena dalam agama Islam, wanita sangat dijaga

Namun saat ini banyak juga wanita yang ingin belajar Tari Saman dan mereka tetap mengenakan pakaian tertutup saat menari via www.thejakartapost.com

Keistimewaan soal Tari Saman ini nggak boleh sia-sia. Tarian ini juga sudah ditetapkan UNESCO dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia

Untung tarian ini sudah tercatat oleh UNESCO sebagai kebudayaan Indonesia ya, takutnya diklaim lagi 😀 via www.unesco.org

Sebagai pewaris budaya negeri ini, kita harusnya bangga dengan Tari Saman yang punya filosofi sangat dalam. Mulai dari keagamaan, kebersamaan, sopan santun, sampai kerendahan hati. Nah tinggal kita mempraktikkan soal filosofinya ke dalam kehidupan kita sehari-hari ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya