Masalah urbanisasi tak hanya terjadi di Indonesia. Bukan cuma desa-desa pelosok Indonesia yang ramai ditinggalkan generasi muda mengadu nasib di kota besar. Di berbagai belahan dunia lainnya, desa atau kota kecil juga banyak yang ditinggal pergi oleh penduduknya. Kebanyakan sih mereka hijrah ke kota besar demi memperbaiki nasib. Tak peduli seberapa makmur sebuah negara, ternyata ya masalahnya sama saja.

Masalah tersedotnya penduduk ke kota-kota besar itulah, yang mendorong walikota sebuah kota kecil di Italia membuat langkah gila. Kota yang bernama Bormida di Provinsi Savona ini sangat sepi dan jelas kekurangan pekerja muda. Putus asa melihat kondisi kotanya itu, Daniele Galliano sang walikota punya ide gila yang dijamin ampuh mendatangkan warga baru di kotanya. Nggak tanggung-tanggun, sang walikota berani menawarkan bayaran sebesar US$ 2186 atau setara Rp29 juta bagi orang yang mau pindah ke kotanya. Tertarik?! Baca deh ulasan spesial Hipwee News & Feature ini selengkapnya!

Kondisi kota Bormida sebenarnya nggak jelek loh. Fasilitas lumayan terjamin, cuma lokasinya aja yang rada terpencil

Rada terpencil sih… via wikimedia.org

Bormida disebut kota terpencil karena letaknya yang berada di dalam pegunungan. Jaraknya pun lumayan jauh dari kota besar terdekat. Dari Bormida menuju Genoa yang notabene kota besar terdekat saja, jaraknya mencapai 80 Km lebih! Karena itu kehidupan di Bormida bisa dibilang sangat beda dengan kota-kota besar yang ada di Italia.

Namun jangan bayangkan terpencilnya Bormida seperti kota-kota terpencil yang ada di negara kita loh ya. Meskipun disebut sebagai kota yang terpencil, fasilitas di Bormida masih terbilang cukup mencukupi. Di kota itu terdapat jalan raya utama yang nggak sepi-sepi amat, ada empat restoran, sebuah perpustakaan, apotek, serta sebuah penginapan. Nah kantor pos pun ada, namun cuma buka tiga hari saja dalam sepekan. Nggak jelek-jelek amat ‘kan?

Sisi positifnya, kamu akan merasakan hidup yang jauh lebih tenang di Bormida. Hidup dekat dengan alam, kesehatan jiwa dan raga jadi lebih terjaga

Advertisement

Dekat dengan alam bikin hidupmu lebih sehat via twitter.com

Sisi positif dari letak Bormida yang jauh dari keramaian kota besar adalah ketenangan yang akan kamu dapat di sana. Kamu yang selama ini hidup di kota besar pasti paham betapa nggak asik dan serba ‘gupuh’-nya orang kota. Nah di Bormida kamu akan mendapatkan kehidupan yang sangat tenang. Di samping itu, letak geografisnya yang berada di pegunungan dan tengah hutan akan membuatmu hidup lebih sehat. Dekat dengan alam, segala yang kamu makan sifatnya organik dan jauh dari zat kimia. Lagipula hidup dekat dengan alam kan artinya udara yang kamu hirup segar terus. Gimana nggak menyehatkan coba?

Khawatir soal biaya sewa rumah? Tenang, tawaran walikota Galliano juga mencakup harga sewa rumah yang sangat murah kok

Harga sewanya nggak mahal via cloudfront.net

Mau pindahan itu yang dikhawatirkan adalah urusan tempat tinggal. Di tempat baru, harga sewanya kadang lebih mahal.

Nah kalau untuk urusan yang satu ini kamu nggak perlu khawatir. Tawaran walikota Galliano nggak cuma imbalan Rp29 juta tadi kok. Ada juga tawaran insentif sewa rumah dengan harga murah. Nggak percaya? Di Bormida harga sewa rumahnya dijamin cuma antara Rp800 ribu – Rp1,7 juta doang per bulannya. Kalau kamu anak kos di kota besar di Indonesia, harga segitu nggak jauh beda ‘kan sama kondisimu sekarang? Menarik tuh!

Sejak tawaran ini di-posting di laman Facebook sang walikota, Bormida sudah kebanjiran pelamar. Mulai dari warga Italia sendiri hingga orang Indonesia pun ada!

Dua hari doang! via www.facebook.com

Hebatnya, baru dua hari tawaran tersebut dipublikasikan, Bormida sudah kebanjiran pelamar dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari yang orang Italia asli, Amerika, Brazil hingga Indonesia pun ada. Nantinya akan ada proses seleksi bagi setiap pelamar yang masuk. Sebelum itu pun juga akan ada proses obrolan antara sang walikota dengan dewan kota dulu. Jadi meskipun terbuka bagi semua orang, nggak semudah itu untuk masuk seleksi jadi warga Bormida dengan segala insentif dan kenikmatannya.

Sebenarnya, masalah utama Bormida dan kota-kota pinggiran di Italia ini hampir sama dengan Indonesia. Kebanyakan pemudanya pergi merantau ke kota besar dan enggan kembali untuk membangun daerahnya. Jika beberapa dekade ke belakang penduduk Bormida bisa mencapai 1000 jiwa, kini cuma tinggal 394 jiwa saja. Sedih ‘kan, ya? Yah semoga Bormida berhasil menemukan warga yang baik. Semoga kondisi di Bormida dan kota-kota kecil lain di seluruh belahan dunia membaik seiring waktu berjalan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya