Sebuah aksi penembakan di sekitar wilayah Masjid al-Aqsa (14/07) kemarin, sekali lagi membuka tabir atas betapa dalamnya isu politik Israel-Palestina. Dua petugas keamanan Israel yang berjaga-jaga di kawasan masjid suci di kota tua Yerusalem ini, tewas ditembak oleh tiga orang Palestina. Penembak akhirnya juga tewas ketika melarikan diri. Akibat peristiwa yang terjadi di hari Jumat tersebut, pemerintah Israel langsung menutup Masjid al-Aqsa dan membatalkan ibadah sholat Jumat.

Sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera, langkah Israel menutup dan meningkatkan prosedur keamanan Masjid al-Aqsa langsung mendapat kecaman keras dari berbagai negara dan pemimpin dunia. Pasalnya, langkah tersebut dinilai menyalahi status quo yang menyepakati hak umat muslim untuk beribadah di Masji al-Aqsa. Penutupan yang berlangsung selama 2 hari itu adalah yang pertama kali sejak tahun 1969. Jelas saja banyak umat muslim yang tidak terima. Bagi yang belum tahu perkembangan terakhirnya, yuk simak ulasan Hipwee News & Feature!

Setelah ditutup selama 2 hari, Masjid al-Aqsa kembali dibuka tapi dengan pengamanan maksimal. Belum cukup, ada perkembangan terbaru: pria di bawah usia 50 tahun dilarang masuk!

Sempat ditutup, dipasangi metal detector, sekarang pria di bawah usia 50 tahun dilarang masuk via www.aljazeera.com

Setelah sempat ditutup selama 2 hari sejak peristiwa penembakan 14 Juli 2017, Masjid al-Aqsa memang dibuka kembali. Tetapi masjid bersejarah ini dibuka dengan pengamanan ekstra ketat dari pemerintah Israel. Dari penambahan hingga 3000 personil, hingga pemasangan metal detector di gerbang masuk. Beberapa pihak khawatir bahwa langkah ini nantinya bisa dimanfaatkan pemerintah Israel untuk mengambil alih Masjid al-Aqsa sepenuhnya.

Masjid paling penting ketiga bagi umat muslim sedunia setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ini, memang dikelola bersama oleh pemerintah Israel dan yayasan Islam Waqf dari Yordania. Kesepakatannya selama ini, hanya umat muslim yang boleh beribadah di dalamnya, sementara pengikut Yahudi di Israel punya hak berkunjung. Maka dari itu, penutupan dan pengamanan ekstra ketat Masjid al-Aqsa langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak. Belum cukup hanya itu. Kebijakan terbaru Israel (21/07) yang menerapkan larangan masuk bagi pria di bawah umur 50 tahun, juga dianggap justru memperkeruh situasi.

Konflik yang akar permasalahannya sangat dalam ini, memang tak bisa langsung dicari solusinya sekarang juga. Banyak yang berharap paling tidak kondisi bisa cepat kembali stabil

Advertisement

Banyak yang khawatir, situasi akan jadi lebih parah via www.aljazeera.com

Situs bersejarah yang dianggap suci oleh 3 agama besar dunia ini, dipenuhi aksi demonstrasi, kekerasan, dan bentrok dalam kurun sepekan terakhir. Belum lagi adanya penangkapan terhadap Mufti Agung masjid setempat, Muhammad Ahmad Hussein yang membuat kemarahan demonstaran memuncak. Bahkan menurut media lokal Palestian Maan, sudah ada paling tidak satu korban tewas dari kalangan demonstran.

Meski mendapat kecaman keras, sejumlah pemimpin dunia juga turut menyerukan kedua belah pihak yang bertikai untuk saling menahan diri supaya situasi tidak tambah parah. Berikut pernyataan resmi dari berbagai pemerintah negara :

Amerika Serikat :

[The] US calls upon the state of Israel and the Hashemite Kingdom of Jordan to make a good faith effort to reduce tensions and to find a solution that assures public safety and the security of the site and maintains the status quo– dianjurkan untuk segera mengembalikan status quo

Yordania yang juga ikut mengelola Masjid al-Aqsa :

Jordan is exerting its utmost to restore calm and end the crisis, based on principles of security, stability and Israel’s respect of the historical situation in Jerusalem. — berusaha untuk tetap tenang dan untuk segera mengembalikan keamanan dan stabilitas

Sementara berikut pernyataan resmi pemerintah kita,

“Dalam kaitan ini Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo Kompleks Al-Aqsa agar Masjid Al-Aqsa dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim,” menurut Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir sebagaimana dilaporkan Kompas.

Konflik ini emang rumit banget ya guys! Kabarnya sih PBB akan segera mengadakan konferensi internasional untuk membahas masalah ini. Ya semoga saja biar bisa cepat terlihat ‘titik terangnya’ deh!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya