Musik indie di Indonesia harus diakui membawa warna baru di telinga kita. Musik mereka yang tidak pasaran,, melodinya yang terdengar idealis dan berbeda dari melodi mainstream kebanyakan, sampai lirik yang dalam dan unik jadi daya tariknya.

Dari sekian banyak band indie yang bermunculan, Sore dan Mocca jadi 2 nama yang harus diakui nama besarnya.

Apakah kamu sepakat dengan Soundrenaline dan Hipwee bahwa Sore dan Mocca akan selalu jadi band indie terbaik yang kita punya? Sepakatkah pula kamu jika 7 hal ini yang jadi alasannya?

1. Sore dan Mocca membawa kita kembali ke musik yang jujur, apa adanya. Mendengar musik mereka kita selalu bisa mendengar ketulusan di sana

Mendengar musik mereka, selalu ada ketulusan di sana via tumblr.com

Memilih berjuang di jalur musik indie jelas bukan pilihan mainstream di tahun kelahiran 2 band ini. Mocca lahir di tahun 1997, sementara Sore mulai terdengar gaung namanya pada tahun 2002 — masa dimana industri musik konvensional dibawah naungan label besar masih berjaya.

Tentu akan lebih mudah jika Sore dan Mocca masuk ke major label dengan strategi marketing yang sudah tertata. Namun 2 band ini memilih berjuang sendiri. Demi kejujuran musik yang sungguh mereka yakini. Mendengar musik mereka, rasanya selalu ada kejujuran di sana.

2. Puitis dan berbeda jadi signature Sore di setiap liriknya. Lagu Mocca yang riang juga kaya makna, adem pula di telinga

Puitis jadi signature Sore di tiap lagunya via tumblr.com

Mendengar lagu Sore membuat kita meluncur ke dimensi berbeda. Adem rasanya saat melodi mereka menyapa telinga. Seperti duduk di tengah padang alang-alang, tertiup angin sepoi-sepoi, memberikan rasa tenang di dada. Band mana coba yang punya lirik semagis,

Selagi kita berjuang meraih bahaya

Pero, somos libres siempre solamente por tu vas

Hal yang sama juga dipunya Mocca. Lagu-lagu mereka yang punya nada riang tetap kaya makna. Lihat saja di lagu Bundle of Joy yang bikin kita tersenyum mendengarnya,

“Then ear to ear my lips starts to stretch I feel happy again, giggling again

Thank you for all your the bundle of joy for me.”

Kedua band ini tak pernah asal-asalan menciptakan liriknya. Seluruh karyanya terkurasi dengan apiknya.

3. Suara vokalis Mocca dan Sore kualitasnya sudah tak perlu ditanya. Lihat mereka tampil dan mendengar rekamannya — hampir sama!

Lihat mereka tampil dan dengar rekamannya, sama! via tumblr.com

Di saat banyak band mengandalkan lipsync untuk mempermudah penampilan mereka, Mocca dan Sore bertahan dengan kualitas vokal dan musikalitas yang memang jawara. Mendengar Arina menyanyi langsung di stage akan memberimu pengalaman yang sama seperti saat mendengar CD mereka.

Menyaksikan penampilan Sore juga tidak akan membuatmu kecewa. Kualitas mereka memang begitu adanya. Tanpa perlu dipoles di sana-sini, vokal dan kualitas musik mereka tetap mumpuni.

4. Status sebagai band indie membuat Sore dan Mocca terasa dekat dengan kita. Mereka seperti kawan, bukan penampil pada umumnya

Mereka seperti teman. Bukan penampil pada umumnya via tumblr.com

Dalam setiap penampilannya Sore dan Mocca terkenal ringan menyapa penggemarnya. Arina sering mengajak swinging friends selfie bersama di akhir penampilan mereka. Lalu mengunggahnya di akun Instagram Mocca.

Dalam gigs Sore kita pun dengan ringan saja bisa ikut bernyanyi. Tak peduli seberapa besar panggung tempat mereka bermain, penampilan Sore selalu terasa privat dan dekat.

Status sebagai band indie membuat penampilan Mocca dan Sore tak pernah terasa berjarak dari kita. Mereka bukan penampil pada umumnya. Mereka lebih seperti kawan kita

5. Mocca dan Sore mahir mencampurkan genre yang belum terkenal di Indonesia. Tapi tetap saja lagunya nyaman di telinga

Mendengar lagu mereka, nyaman di telinga via tumblr.com

“Kaya” nya musik Mocca dan Sore tidak bisa dipisahkan dari betapa banyak pengaruh musik genre lain yang ada dalam lagu-lagu mereka. Mendengar lagu Sore ada sedikit sentuhan rock dan folk di sana. Saat mendengar lagu Mocca jelas terdengar campuran swing dan ballad yang membuat mereka terdengar berbeda.

Musik-musik yang jadi campuran musik Mocca dan Sore bukanlah musik yang sudah diterima luas di Indonesia. Namun kemahiran Mocca dan Sore mengolahnya membuat musik-musik mereka jadi lebih bisa diterima.

6. Entah bagaimana, penampilan mereka selalu megah didengarnya. Padahal hanya berbekal musik semi akustik saja

Entah bagaimana penampilan mereka selalu megah di telinga via tumblr.xom

Sore tidak menggunakan instrumen elektronik yang bisa menciptakan efek amat megah di telinga. Berbekal gitar akustik, bas, terompet, dan drum saja lah yang jadi tulang belakang penampilan mereka. Namun entah bagaimana penampilan Sore selalu terasa megah di telinga.

Begitu pula saat kita mendengarkan Mocca di berbagai penampilan panggungnya. Paduan vokal Arina, gitar, dan flute tetap saja membuat musik Mocca terasa grande. Kesederhanaan pilihan alat musik tidak lantas membuat musik mereka jadi kacangan.

7. Dua band ini tidak hanya diakui di Indonesia saja. Status sebagai band indie justru membuat mereka mendapat penghargaan dunia

Status band indie bikin mereka dapat penghargaan internasional via tumblr.com

Tahun 2005 TIME mengkategorikan Sore sebagai band indie yang layak didengar di Indonesia. Predikat dari media internasional macam ini tidak begitu saja mudah didapat. Diperlukan musisi yang kualitas dan dedikasinya cukup tinggi untuk bisa mendapatkan pengakuan tersebut.

Buatmu yang sering menonton serial reality show Korea kadang lagu Mocca terdengar sebagai backsoundnya. Mocca memang sudah punya nama di Asia. Meski berstatus band indie di dalam negeri nama mereka besar di luar sana.

Merasa sepakat kalau Sore dan Mocca adalah band indie terbaik yang kita punya? Gatal ingin menyaksikan penampilan mereka? Soundrenaline 2015 yang akan digelar di GWK pada 5-6 September nanti bisa jadi pagelaran paling oke untukmu.

Selain Sore dan Mocca di sana kamu juga bisa melihat penampilan Seringai, White Shoes, dan banyak penampil apik lainnya.