Cinta memang tak ada logika, kata Agnes Monica dalam lagunya. Seorang ningrat bisa jatuh cinta kepada rakyat jelata, orang kaya bisa jatuh cinta kepada yang biasa saja, seorang putri jatuh cinta kepada seorang penggembala, bahkan banyak yang jatuh cinta meski berbeda agama. Padahal jika ditelisik lebih lanjut, pernikahan beda agama itu jelas belum dilegalkan di Indonesia.

Apalagi, Undang-undang yang dibuat oleh pemerintah sepertinya sudah tegas dalam mengatur polemik ini. Seperti disebutkan dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (”UUP”)  dalam Pasal 2, ayat 1 yang berbunyi:

“Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan
kepercayaannya itu” Sumber.

Dalam ayat itu seudah jelas sekali bahwa menikah beda agama belum diakui di hukum Indonesia bukan?

Namun dalam artikel kali ini, Hipwee ingin memberi beberapa solusi untuk kamu yang benar-benar ingin melangsungkan pernikahan nantinya. Konsekuensi pikul sendiri yeee….

1. Kalau kamu punya banyak uang, menikah di luar negeri aja seperti yang sering dilakukan oleh para selebritis tanah air.

Advertisement

Selamat ya, My favorite VJ. via www.pesta-pernikahan.com

Jika kamu memang punya uang lebih, menikah di luar negeri seperti yang dilakukan oleh para seleb bisa kamu jadikan pilihan. Singapura maupun Australia mungkin adalah negara-negara yang paling dekat dengan Indonesia.

Namun tetap saja anggapan ini seringkali keliru. Pernikahan di luar negeri ini bukan tanpa masalah. Jika kamu memutuskan untuk menikah diluar negeri, maka pernikahanmu sah secara hukum sana, namun belum tentu sah secara hukum Indonesia.

2. Jika tak punya uang untuk menikah di luar negeri, ajak pasanganmu untuk “sementara” masuk ke agamamu.

Minta pasangan pindah agama untuk sementara via pixshark.com

Kamu yang bukan horang kayah pasti berpikir puluhan kali sebelum terbang keluar negeri. Untuk sementara, ajak saja pasanganmu untuk “sementara” masuk kedalam agama yang kamu yakini. Jika dia memang benar-benar cinta, dia pasti akan mengabulkan permintaanmu. Toh, ini hanya dilakukan pada waktu prosesi pernikahan. Syukur-syukur jika pasanganmu ‘cocok’ dengan agama yang kamu yakini.

3. Atau sebaliknya, kamu yang “sementara” waktu mengikuti keyakinan pasanganmu.

Kamu yang ikut dia? via www.zuhloo.de

Kebalikan dari poin nomor dua diatas, kamu bisa untuk “sementara” waktu meyakini agama pasanganmu. Jika kamu memang benar-benar cinta, pasti kamu akan melakukan hal tersebut bukan? Yah, hanya untuk sementara waktu, paling cuma butuh hitungan hari atau bulan saja.

4. Kamu dan pasanganmu tak mau mengalah? Kalian berdua sama-sama keluar dari agama masing-masing dan memeluk agama baru untuk sementara waktu.

Sama-sama memeluk agama baru via paradigm-shift-21st-century.nl

Jika kalian berdua tak ingin mengalah, keluar saja dari agama masing-masing dan sama-sama memeluk agama baru. Baru setelah menikah kalian bisa kembali ke agama masing-masing. Namun sekali lagi, tentunya resiko dicibir keluarga, kalian sendiri yang nanggung lho ya..

5. Buat yang nggak mau dosa dan ribet urus ini-itu, nikah di Facebook ajah..

Nikah di fesbuk ajah… via mycsu.colostate.edu

Bagi kamu yang nggak mau ribet dengan segala tetek bengek pernikahan yang selain menguras tenaga juga menguras kantong kamu, nikah aja lewat Facebook. Nggak tahu gimana caranya? Ikuti aja instruksinya disini.

Nggak perlu nyediain makanan serta katering, nggak perlu menyediakan kursi maupun atribut pernikahan lain, udah deh, kamu udah resmi jadi suami/istri orang seperti terlihat pada gambar diatas. Mudah, murah, aman, nyaman, dan pastinya hemat bukan? Kamu hanya perlu modal komputer dan koneksi internet 🙂

6. Living together wihout married?

Yakin mau tinggal bersama tanpa nikah?

Mungkin saran ini terdengar ekstrem, tapi siapkah kamu untuk menanggung resiko dikucilkan keluarga dan masyarakat atas nama cinta?

7. Namun, bagi kalian yang tak ingin mempermainkan perintah Tuhan dengan berpindah-pindah agama, ada solusi lain yang lebih bijak, yaitu : Nggak usah nikah beda agama.

Berpisah via www.salon.com

Tak peduli betapapun cintanya kamu kepada kekasihmu, namun bukankah iman dan agama tak bisa dipermainkan? Hanya demi mendapat pengakuan dari pemerintah, kalian rela mempermainkan iman dengan cara berpindah-pindah agama. Bukankah hal tersebut sama saja dengan mengolok-olok Tuhan?

Jika kamu memang benar-benar cinta kepada seseorang yang memiliki keyakinan berbeda, mungkin kamu bisa mencari solusi lain yang lebih bijak? Mungkin kalian yang lebih tahu, bisa menyebut solusi alternatif soal menikah beda agama di kolom komentar.

Tak ada salahnya pula mempelajari hukum Indonesia dengan membaca tautan berikut ini. Selamat mencari jodoh, ya…