Musik jazz yang selama ini terkesan rumit dan berat memang bisa diterima setelah melalui seninya sendiri. Harus ada orang-orang cerdas dengan musikalitas tinggi yang cukup rendah hati mengolah irama dalam musik ini. Jika tidak, penerimaannya tak akan sebaik genre musik lain yang sudah lebih dulu punya penggemarnya sendiri.

Jauh sebelum berbagai lagu semi jazz menghantam industri musik dalam negeri, Maliq N D’Essentials muncul jadi band anak muda pertama yang mengusung musik ini. Dan harus diakui, walau kini band dan penyanyi jazz sudah tak sedikit lagi — Maliq N D’Essentials akan selalu punya tempat di hati….

1. Muncul di tahun 2002 keberanian Maliq mengusung genre berbeda dan sukses di bidangnya membuat band ini layak jadi kickass di industri musik kita

Maliq, kurang kickass apa? via tumblr.com

Musik di awal 2000-an didominasi oleh band pop yang easy listening dengan lirik yang catchy. Keberhasilan Sheila on 7, Padi, sampai Jikustik yang namanya besar karena genre pop ini membuat banyak band baru ingin mengikuti jejak mereka.

Tapi Maliq malah datang dengan konsep berbeda. Menggabungkan unsur jazz, blues, pop dalam lagu mereka tidak lantas membuat Maliq menjadi band kelas kedua. Debut album mereka di tahun 2004 yang menghasilkan setidaknya 3 hits: “Kangen”, “Terdiam”, dan “Untitled” jadi bukti kesuksesan mereka.

Seperti Soundrenaline 2015 yang memberi ruang untuk musik jazz di tengah keriaan pagelaran musik mereka, Maliq akan selalu ada.

Berbeda, sukses, diterima pula. Kurang kickass apa mereka?

2. Waktu band lain cuma keren lagunya, stage act Maliq layak memberi mereka predikat sempurna. Menonton langsung penampilan Maliq dijamin membuatmu menganga

Stage act Maliq layak memberi mereka predikat sempurna via tumblr.com

Ada beberapa keindahan dunia yang levelnya beberapa tingkat di bawah surga. Salah satunya adalah menonton penampilan langsung Maliq N D’essentials di depan mata. Berbeda dengan band lain yang mengandalkan musik keras dan penuh stage act berjingkrak, Maliq justru punya koreografi mereka yang khas.

Dalam lagu “Drama Romantika” kita bisa melihat Maliq bergoyang ala dangdut namun tetap elegan di mata. Di lagu lain Angga dan Indah sering melakoni gerakan seragam, tidak berlebihan, tapi tetap membuat kita menjerit histeris saat melihatnya.

Stage act Maliq yang kalem dan elegan justru jadi kekuatan. Memandang stage act mereka bukan cuma telinga yang mendapat asupan, mata pun juga sangat dimanjakan.

3. Di tengah lirik lagu yang maknanya makin tiris Maliq datang dengan lirik mereka yang magis. Bukan cuma dalam, tapi juga manis

Bukan cuma dalam liriknya. Tapi juga manis via tumblr.com

Saat industri musik digempur band-band baru yang mengusung musik khas melayu dengan lirik simpel (kalau tidak mau dibilang minim makna) Maliq datang sebagai penyegar dan penyelamat suasana.

“Oooh lihat kita; bertaburan bunga-bunga, kupu kupu — saling menyapa mengajak kita terbang bersama ke sana. Menari-nari asmara.”

Jadi lirik lagu yang Maliq gubah di Album The Beginning of A Beautiful Life, 2010 untuk menjelaskan bagaimana rasanya jatuh cinta. Seakan ada kupu-kupu yang menari dalam perut. Sepertinya mata dipenuhi bunga di mana-mana.

Tiga tahun sebelumnya, pada tahun 2007 Maliq juga menggebrak industri musik kita dengan lagu “Coba Katakan” yang tak kalah dalam maknanya.

“Coba-coba katakan kepadaku s’kali lagi jika kita memang sedang berjalan menuju satu alasan. Janganlah kau katakan bahwa kita memang tak ada tujuan dari apa yang dijalankan.”

Kegalauan meminta kepastian pun bisa mereka tuliskan dengan manis. Jauh dari kesan menye-menye yang membuat kita meringis.

4. Sudah 13 tahun berkarya Maliq tetap tak kehilangan idealismenya. Mereka tak lantas banting setir hanya karena urusan penjualan saja

Maliq tak lantas menyerah karena urusan penjualan saja via instagram.com

Saat band-band lain yang sudah lebih dulu besar namanya menyesuaikan gaya bermusik mereka dengan keinginan pasar dan kehilang ciri khasnya — Maliq memilih bertahan dengan cara berbeda. Ramuan magis khas Maliq membuat mereka tetap bisa menggabungkan genre musik yang disukai pasar, dengan gubahan lirik dan musik khasnya.

Dengar saja di lagu “Himalaya” yang muncul dengan musik semi akustik yang easy listening — jenis musik yang sedang banyak digandrungi anak muda. Tapi dengan cerdik Maliq tetap memasukkan ciri khas mereka dalam lagunya. Siapa coba yang terpikir membuat lagi dengan perumpamaan Gunung Himalaya sebagai cara menunjukkan cinta selain mereka?

Maliq membuktikan bahwa eksistensi tak harus menggadaikan idealisme yang dimiliki. Seharusnya band dalam negeri lain banyak belajar dari sini.

5. Harus diakui, gantengnya Lale memang jawara. Kamu yang cewek seperti ingin teriak “Mas, petik aku Mas!” di depannya

Mas Lale..petik aku Mas… via instagram.com

Gitaris yang baru bergabung pada tahun 2008 ini memang cute dan terkesan misterius. Gak heran kalau Lale sering jadi pusat perhatian setiap Maliq tampil live di berbagai acara musik. Gak kehitung deh cewek yang ingin bertukar tempat dengan gitarnya Lale biar bisa dipetik setiap waktu.

Lihat Lale pakai baju warna polos, mencangklong gitar, kemudian memainkannya sembari mengulas senyum tipis di muka — cuma satu kata yang bisa menjelaskannya: SURGA.

6. Berkelas tidak lantas membuat Maliq ekslusif dalam penampilannya. Mulai dari pagelaran macam Soundrenaline sampai pensi mereka ada

Berkelas tidak lantas membuat Maliq eksklusif dalam penampilan mereka via tumblr.com

Saat ada beberapa penampil yang pilih-pilih venue dan target penonton demi mempertahankan citra, Maliq justru memilih membaur dengan semua target pasar yang ada.

Mulai dari pagelaran musik besar macam Soundrenaline, gigs dengan artis lokal, sampai pensi anak SMA Maliq bisa kita temukan jadi pengisi acaranya. Hebatnya, walau tampil di mana-mana Maliq tak lantas kehilangan kelasnya” sebagai band yang classy.

Tapi tentu menonton Maliq di pagelaran besar tetap terasa berbeda. Keseruan penampilan Maliq dalam Soundrenaline di GWK tanggal 5-6 September nanti layak kamu tunggu kedatangannya. Bukan cuma karena jelas sound system dan tata panggungnya yang oke, penampilan artis lain mulai dari Tulus, Raisa, Dewa, sampai SORE

7. Maliq itu seperti kawan baik yang tumbuh bersama. Bersama mereka kita jadi dewasa. Bersama mereka juga, sepertinya kita tak pernah tua

Kita tumbuh bersama mereka. Tapi bersama mereka, kita juga tak merasa tua via instagram.com

13 tahun mendampingi perjalanan hidup kita, Maliq harus diakui jadi corong pertama yang membuat kita mengenal jenis cinta yang lebih dewasa. Cinta yang tak banyak drama dan menye-menye di dalamnya.

“….mungkin memang tak ada yang salah. Tapi kita berbeda dalam melihat cinta.

It;s alright!”

(Berbeda)

“Buka mata hati telinga. Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekadar kata cinta.

Yang kau inginkan tak selalu yang kau butuhkan..”

(Mata Hati Telinga)

Namun mereka tetap tak terasa seperti mentor yang menggurui. Awalnya kita bisa tak paham apa maksud dari lagu-lagu Maliq, namun seiring waktu kita pun sepakat dan manggut-manggut sendiri. Mendengar lagu-laqu Maliq dari yang jaman dulu sampai lagu terbaru mereka kini ada rasa familiar dalam hati.

Seperti sahabat baik, bersama lagu-lagu mereka kita merasa dimengerti. Waktu serasa berhenti. Kita tak pernah merasa tua saat lagu Maliq terputar dengan magisnya dalam berbagai situasi.

Buatmu yang merasa rindu dengan band jazz ciamik yang satu ini jangan lewatkan penampilan mereka di Soundrenaline 2015 yang digelar di GWK pada 5-6 Sepetember nanti. Dalam gelaran musik paling cool di Indonesia ini kamu akan bisa menikmati penampilan apik dari berbagai pemusik multi genre di tanah air. Mulai dari Endank Soekamti, Raisa, Tulus, Andien, sampai band selegendaris Dewa bisa kamu saksikan di Soundrelini 2015 ini.

Apakah kamu sepakat kalau Maliq akan selalu punya tempat di hati? Atau malah sudah gatal ingin segera memesan tiket Soundrenaline demi melihat penampilan langsung mereka di GWK tanggal 5-6 September nanti?