Di dunia ini siapa sih yang ngga pengen jadi orang yang menyenangkan bagi orang lain? Semua pasti ingin. Namun untuk menjadi menyenangkan, terkadang ngga mudah. Baik secara sengaja maupun tidak, selalu ada saja tindakan atau perkataan yang menyinggung orang lain.

Tapi sebenarnya untuk menjadi menyenangkan bagi orang lain, ada cara yang cukup mudah. Salah satu cara yang bisa kamu terapkan adalah dengan berhenti menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada orang lain. Meski terlihat sepele, tapi pertanyaan-pertanyaan ini seharusnya jadi ranah privasi masing-masing pribadi dan kamu ngga seharusnya ikut mencampuri.

1. Udah jadi kebiasaan orang Indonesia, setiap ketemu yang masih single selalu nanya “Kapan nikah, nih?”. Emang kamu mau bayarin?

mau bayarin resepsinya? via dylandsara.com

Perkara pernikahan adalah urusan paling pribadi bagi setiap orang. Seseorang memutuskan menikah, menunda, atau bahkan tidak menikah sama sekali adalah hak mutlak bagi dirinya sendiri. Kamu sama sekali tak punya hak untuk ikut mencampuri. Termasuk selalu bertanya kapan nikah. Kamu pastinya juga tahu kan, kalau menikah itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipikirkan, termasuk mencari pasangan yang mau diajak nikah.

Kamu tak perlu berkali-kali bertanya kepada mereka yang hingga kini belum menikah. Biarkan keputusan menikah menjadi hak mereka, bukan karena terpaksa karena sudah banyak mendapat pertanyaan. Kamu pun cukup mendoakan saja. Kecuali kamu ini miliarder yang mampu bayarin nikahan semua temenmu yang masih single. Kalau kayak gitu, silahkan aja sih kamu resek nanyain.

2. Atau pertanyaan yang sering banget dilayangkan ke pengantin baru, “Uda isi belum?” Yaelah baru juga nikah seminggu

Advertisement

isinya makanan semua via earlypregnancy.net

Setelah terbebas dari pertanyaan kapan nikah, ternyata masih ada juga yang resek memberikan pertanyaan “udah isi belum nih?”. Padahal teman kamu dan pasangannya itu baru menikah seminggu yang lalu. Apa sih yang kamu harapkan pada pasangan yang baru menikah seminggu? Atau kalaupun ada temanmu yang sudah menikah lama tapi belum juga dikaruniai buah hati, kamu juga tak berhak menanyakan pertanyaan ini. Toh anak itu rezeki, hanya Tuhan yang tahu kapan akan memberi. Sebagaimana jodoh, rezeki, dan kematian hanya Tuhan yang tahu. Kalau kamu bertanya tentang kenapa tak kunjung dikaruniai anak, kamu mau ditanya kapan mati?

3. Masih ada kaitannya soal hubungan. Kalau punya pacar tapi keliatan kemana-mana sendirian, pertanyaan semacam “Sendirian banget nih? Pacarnya ngga dibawa?” pasti akan terlontar

mau tau aja sih via onlineshoppingkabaap.com

Ini jadi pertanyaan yang cukup konyol sih. Memang pacar itu barang yang bisa setiap saat dibawa? Toh tanda hubungan sudah dewasa tak harus selalu bersama. Meski berstatus pacaran, kamu juga berhak mengejar mimpimu sendiri. Dan terkadang untuk mewujudkan impianmu, berpisah pasangan adalah konsekuensi yang mau tidak mau harus diterima.

Jadi kalau kamu tahu ada temanmu yang jarang terlihat bareng sama pacarnya, ngga usah gatel nanya pertanyaan semacam ini. Pacarnya pergi kemana, biarlah itu jadi urusan temenmu itu. Mending kamu nanya aja ke diri sendiri, kapan mau dapet pacar?

4. Niatnya mungkin mau kasih semangat temen yang sampai sekarang belum ngelarin skripsi juga. Tapi caranya ngga nanya “Kok ngga lulus-lulus sih kamu?” setiap ketemu juga

minta ditampol via alcamartincova.tumblr.com

Bagi mereka yang sampai saat ini belum bisa menyelesaikan masa kuliahnya, skripsi bisa jadi adalah momok yang paling mengerikan. Sebagai temen yang baik, mungkin kamu ingin memberikan temanmu itu semangat biar cepet lulus. Tapi sayangnya cara kamu gunakan salah kaprah. Selalu bertanya “Kok ngga lulus-lulus sih?” kepada temanmu yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi tidak akan memberikan semangat padanya. Sebaliknya, malah akan bikin dia patah arang.

5. Pas belum lulus ditanyain terus, giliran udah kerja masih juga ngga lolos dari pertanyaan mengganggu. “Kerja apa sekarang? Gajinya gede ngga?”

masalah buat lo? via www.idiva.com

Jadi sebenernya kamu maunya temenmu ini jadi apa? Pas belum lulus kuliah ditanyain terus, giliran udah kerja masih juga dinyinyirin. Dan perlu kamu tahu, menanyakan gaji orang lain bisa jadi ngga sopan. Jadi mulai sekarang ngga usah kepo ya ~

6. Kalau ketemu sama teman lama, nanya kabar jauh lebih menyenangkan sih. Daripada “Ih, kamu gendutan ya sekarang?”

biar gendut yang penting bahagia via alcamartincova.tumblr.com

Ini juga paling sering ditanyain dan juga paling sering bikin KZL. Kalau emang hanya untuk basa-basi, cukup nanya “Apa kabar?” aja deh. Lebih enak didengar. Dibandingkan mengomentari bentuk badan orang lain. Kesannya kayak kamu menjudge secara fisik. Toh kalau dia memang gendutan, anggap saja dia sedang banyak rezeki buat makan banyak.
Intinya sih, apa yang terjadi sama hidup orang lain, tak seharusnya kamu merasa perlu tahu semua. Kalau kamu pengen dihargai, ya hargai privasi orang lain. Sesederhana itu ~