Mendengar nama penjaja cinta, pikiran kamu mungkin akan langsung negatif sembari mengasosiasi pekerjaan tersebut dengan satu gender, yaitu cewek. Selama ini kaum ceweklah yang dianggap sebagai pelayan bagi laki-laki. Istilah-istilah yang menjadi nama lain bagi cewek yang jadi penjaja cinta sesaat pun banyak. Mulai dari wanita tuna susila, pekerja seks komersial, sampai kupu-kupu malam, semua nama itu menjadi sebutan mereka.

Namun siapa sangka kalau cowok pun bisa jadi kaum yang melayani? Cowok-cowok mudalah yang bakal jadi sorotan utama kali ini. Mereka kita kenal dengan nama gigolo. Mereka adalah “obat” bagi wanita-wanita paruh baya (bisa kita sebut tante) sebagai pelepas dahaga kebutuhan biologis.

Nah kali ini Hipwee Boys habis ngobrol-ngobrol sama salah satu kawan kita, Andre (nama samaran), yang pernah mengalami menjadi kelompok tersebut. Menurut Andre, cowok-cowok kelompok ini biasanya punya ciri-ciri yang bisa dilihat secara visual oleh kita. Kira-kira apa aja yak?

Seorang berondong biasanya punya kebiasaan nongkrong di tempat-tempat tertentu. Kira-kira dimana coba?

Gym jadi tempat ‘berburu’! via www.eleconomista.es

Dalam upayanya mendapatkan tante kesepian, para gigolo — atau biar lebih halus kita pakai nama berondong saja yak — biasanya tahu tempat-tempat strategis. Dua tempat yang biasanya jadi mudah untuk menemukan tante-tante adalah mall dan tempat gym. Andre berkata, “Biasanya sih di dua tempat tersebut. Kayaknya memang ada pengertian di antara kita.”

Advertisement

Mendengar pengakuan Andre, kita bisa menyimpulkan tampaknya memang semacam ada perjanjian tak tertulis antara para berondong dan tante, yang kemudian menjadi pengetahuan umum bagi dua kaum tersebut.

Dandanan seorang berondong pun ternyata bisa dilihat dengan mudah. Usia memang masih muda, tapi penampilan harus dewasa

Metroseksual via vice-images.vice.com

Sebelumnya kita sudah tahu dua tempat yang biasanya jadi sarang brondong. Salah satunya adalah mall. Buat mempermudah usahanya menggaet tante-tante, seorang brondong sudah paham bagaimana seharusnya berpenampilan. Walaupun usia bisa dibilang muda, tapi tante-tante sudah paham tentang cowok berondong yang berpenampilan seperti apa yang bisa “dipelihara”.

“Tante-tante sih biasanya nyari yang berpenampilan dewasa. Kalau kata temenku, ‘metroseksual’,” tutur Andre.

Jadi, buat cewek, jangan asal tertarik dulu kalau liat cowok metroseksual sedang duduk sendirian di food court sebuah mall. Bisa jadi dia sedang “cari mangsa”. Nggak semuanya kayak gitu, hanya saja kalian para cewek harus lebih jeli dan hati-hati.

Berondong-berondong peliharaan tante girang biasanya punya badan yang kekar. Wajib banget sih katanya

Berotot via heartyhosting.com

Memang nggak semua cowok bertubuh kekar itu peliharaan tante-tante. Akan tetapi, tante-tante memang sangat menyukai berondong yang tubuhnya atletis dan kekar. Nggak heran kalau salah satu tempat pertemuan pertama dua pihak tersebut sering dilakukan di tempat fitnes.

“Persis tadi kayak yang aku bilang tadi, salah satu tempat berburunya, ya, tempat fitnes. Tapi beneran lho, tante-tante biasanya doyan yang berotot kayak gini. Hahaha,” kata Andre sembari menunjuk otot di tangannya dengan nada bercanda.

Selanjutnya, ada kode-kode tersirat yang hanya dipahami kedua kubu. Salah satunya ini

Nyari ayam? via www.drsandraelhajj.com

Kode-kodean nggak hanya terjadi ketika cewek muda minta sesuatu sama pacarnya. Para berondong ini juga punya kode-kodenya sendiri. Pemandangan ini bisa kamu cari sendiri (kalau menemukan) di foodcourt atau restoran dalam mall. Biasanya, kata Andre, cowok punya kode memainkan garpu dan sendok mereka.

“Buat mereka yang awam, mungkin, bakal keheranan menyaksikan aku melakukan hal tersebut. Tapi, kode semacam ini, tante biasanya paham,” ungkap Andre.

Nah buat para cewek yang besok-besok lihat hal kayak gini, jangan salah paham dan kaget ya dengan mereka. Itulah alasan utama artikel ini dibuat. Biar orang-orang yang belum tahu baik itu cowok ataupun cewek paham bahwa komunitas seperti ini memang ada. Artikel ini bukan berisi ajakan atau tuntunan, hanya sebuah pemberitahuan untuk meningkatkan social awarness semua orang.

Nggak terlalu eksis di zaman sekarang. Namun kode sebuah koran digulung dan diapit di salah satu ketiak, para tante pasti paham

Bawa-bawa koran biasanya via static.independent.co.uk

Terdengar jadul memang ketika kita mendengar seorang cowok menenteng koran ke sebuah tempat elit, seperti mall. Wong sekarang sudah zamannya koran digital. Namun siapa sangka kalau koran punya manfaat buat dijadikan kode pada tante-tante. Di sebuah tempat nongkrong yang sering dilewati tante-tante, para berondong biasanya menggulung koran mereka, lalu mengapitnya di ketiak.

“Tante-tante umumnya paham banget sih sama kode ini. Kata temen-temenku kode ini sudah lama dipake dari dulu,” kata Andre.

jadi besok-besok kalau lihat orang dengan penampilan seperti itu jangan heran ya. Sudah tahu kan kenapa mereka bawa-bawa koran? hehehe

Selain mengapit gulungan koran di ketiak, berondong juga biasanya memainkan batang rokok yang tak dinyalakannya

Sambil ngrokok biasanya via voguesugar.com

Kala koran tak lagi relevan di zaman sekarang ini, para berondong punya cara lain untuk menarik perhatian tante-tante. Biasanya mereka memegangi sebatang rokok yang tak dinyalakan. Menurut Andre, gaya yang dipakai, ya, gaya merokok. “Tapi nggak dinyalain lho, cuma sekedar dipegangin doang sama kita,” tutur Andre seraya memberi contoh gestur yang dimaksud.

Tangan brondong yang memainkan korek kriket pun kode buat mengundang para tante

Mainin korek juga biasanya via i.kinja-img.com

Kamu pernah dengar ‘kan kriket? Bukan nama permainan olahraga lho, melainkan sebuah jenis korek api. Para berondong juga bisa menggunakan kriket sebagai media pengundang tante-tante. Mereka punya gestur memainkan kriket seperti akan menyalakan sesuatu. Andre berkata, “Kami sih biasanya mainin kriket. Kayak mau bikin nyala tapi sengaja nggak kita tenagain itu pemantiknya. Jadi cuma sekedar main aja.”

Bagaimana pun hal-hal di atas hanyalah tahap awal dari transaksi antar kedua kelompok yang dinilai saling membutuhkan tersebut. Soal bagaimana kelanjutannya setelah itu, rasanya Hipwee Boys nggak perlu kasih tau deh. Kalian mungkin bisa menyimpulkan sendiri. Dan satu lagi, selain kekar, ganteng, dan berpenampilan metroseksual, cowok-cowok brondong biasanya punya kemampuan speak atau menggombal yang tinggi. Kalau cowokmu ternyata masuk kriteria tersebut (ini nggak selalu sih), siapa yang bisa tahu kalau dia ternyata brondongnya tante-tante. :p

Sekali lagi, ini bukan tentang mengajak atau mengajari orang untuk melakukan ini. Artikel ini hanyalah sebuah gambaran tentang dunia luar yang kadang tidak mau diterima oleh orang-orang. Mereka merasa hidup sudah baik-baik saja dan tidak ada lagi yang perlu diperhatikan lagi, padahal ada banyak hal yang tidak kita ketahui di luar sana.