Patah hati, sebuah kata yang bisa dibilang sangat dimengerti oleh semua orang. Namun, saat menjalaninya, nggak semua mampu melakukannya dengan baik. Benar, bahkan ber-patah hati pun ada aturannya. Patah hati memang menyakitkan, tapi tidak lalu hal itu memberikanmu izin untuk melakukan segalanya, terutama jika kamu seorang cowok.

Benar sekali, patah hati memang tak memiliki gender. Namun, mau bagaimana lagi, masyarakat kita memang sudah bergender. Jadi, ya menurutku sih sah-sah saja kalau ada orang yang ingin membedakan soal patah hati menurut gender, cowok dan cewek. Meskipun ini adalah aturan tak tertulis, ada beberapa hal yang sudah seharusnya tidak cowok langgar saat patah hati. Apa saja sih itu? Yuk, langsung disimak aja!

Boleh menangis, tapi jangan sampai ada yang tahu kalau kamu sedang menangisi kebodohanmu sendiri

Nangis sendiri aja! via edatingguide.com

Kehilangan sendal di masjid saja kadang bikin sedih, marah, emosi. Jelas, kehilangan orang yang kita cintai pasti bikin perasaan seperti itu. Lalu, apakah kita boleh menangis? Tentu saja boleh. Menangis bukanlah hak prerogatif perempuan semata. Cowok juga boleh menangis. Dari sisi psikologis, dalam beberapa okasi, cowok justru disarankan untuk menangis.

Tepi menangis juga harus ada tata keramanya. Menangislah sendiri di dalam kamarmu yang dingin itu. Jangan di sosial media. Jangan di public space. Bukannya memalukan, tapi hanya saja kamu akan dianggap cowok lemah. Dan, tak ada cewek baru yang mau sama kamu karena dianggap kamu adalah cowok yang tak akan pernah sembuh dari patah hati.

Kamu tahu cowok yang paling menyebalkan di mata cewek itu seperti apa? Ya, cowok yang selalu menganggap seolah cintanya paling besar

Advertisement

Jangan jadi cowok menyebalkan! via i.huffpost.com

Iya tahu kamu cinta mati sama cewekmu. Lagian, siapa sih yang nggak pernah merasa cinta mati pada pasangannya dulu. Ingat, ” semua orang akan merasa sangat jatuh cinta pada pasangannya, sampai suatu saat nanti mereka dewasa”. Yap, benar, tanyakan pada ayah dan ibumu kalau perlu, apakah mereka saling menganggap pasangan masing=masing the love of their live? Mungkin bukan, hanya saja mereka memang memilih untuk bersama.

Iya sakit memang ditinggal orang yang kita cintai, tapi bukan kamu saja yang mengalami itu. Dan, yang lebih penting, kamu terlihat sangat menyebalkan di mata cewek baru yang mendekatimu kalau kamu selalu ingat cewek yang sok kamu anggap cinta sejatimu itu.

Meskipun tak cinta, kamu harus mencari cewek baru. Asal kamu tahu, mayoritas orang tidak menikah dengan cinta pertamanya

Masih ada banyak orang lain! via affinitymagazine.us

Entah kenapa, hidup memang seperti itu. Apapun agamamu, berapapun usiami, sama saja, hidup tak akan pernah memberikanmu hal yang paling kamu inginkan. Atau setidaknya yang kamu merasa paling inginkan. Namun, di sisi lain, hidup akan selalu memberikan apa yang kamu butuhkan. Begitulah hidup, jahat sih, tapi juga sekaligus sangat baik.

Jadi, jangan sok cinta mati dan lalu ingin hidup di masa lalu. Sedih secukupnya lalu maju. Temukan orang yang benar-benar kamu butuhkan. Mungkin lebih dari separuh manusia di bumi tidak menikah dengan orang yang paling mereka cintai, tapi dengan orang yang paling mereka butuhkan.

Asal kamu tahu, kamu bukan orang paling celaka dan paling sedih di dunia. Kamu masih bisa makan, nggak usah kelewatan dramanya

Kamu bukan orang paling menderita! via www.healthline.com

Satu lagi, sedih boleh tapi jangan terus merasa paling sakit di dunia. Seberapa sakit sih patah hati? Apa lalu itu bakalan bikin kamu mati seketika seperti kena serangan jantung? Ah, tentu saja tidak. kamu dilahirkan sehat, lengkap, sampai bisa main cinta-cintaan. Apakah itu adalah hal yang belum cukup untuk disukuri? Lebih menderita mana antara kamu yang kehilangan pacar atau orang-orang di Afrika yang setiap hari belum tentu bisa makan.

Tentu saja ini pendapat pribadik, namun salah satu orang yang paling aku benci adalah cowok yang merasa di paling sakit di dunia. Orang seperti itu sangat negatif dan malah justru membawa keburukan kepada orang yang ada di dekatnya. Jadi, kalau kamu punya teman seperti itu, jauhi!

Memang tidak ada hukum tertulis soal patah hati. Namun, ayolah, do it with some decency. Patah hatilah yang sopan. Tanpa mengganggu orang lain dan tentu saja tanpa mengganggu masa depanmu sendiri!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya