I’m seeing the pain, seeing the pleasure

Nobody but you, ‘body but me, ‘body but us

Bodies together

I’d love to hold you close, tonight and always

I’d love to wake up next to you

I’d love to hold you close, tonight and always

I’d love to wake up next to you

Pernah dengar lagu berlirik itu? Kalau kamu anak muda, apalagi kalau penggemar berat One Direction, kamu pasti deh pernah dengar lagu itu.

Masih ada yang belum tahu? Benar. Lagu tersebut adalah lagu berjudul ‘Pillow Talk’ milik eks pentolan One Direction, Zayn Malik, yang kini menjadi penyanyi single. Eits, buat kamu Directioners jangan seneng dulu, hal yang bakal Hipwee bahas kali ini bukan soal Zayn Malik atau soal lagunya, tapi soal makna di balik frasa yang menjadi judul lagunya: pillow talk.

Apa sih sebenarnya pillow talk itu? Obrolan bantal?

Obrolan habis ena-ena via blog.healthtap.com

Kalau kita artikan secara kata-kata, pillow talk dalam bahasa Indonesia mempunyai obrolan bantal. Namun, apa hanya berhenti di sana? Ternyata nggak. Lalu, apa dong artinya? Sebagian besar dari kamu mungkin bakal berpikir kalau  adalah obrolan antar sepasang suami-istri sebelum tidur. Ada benarnya memang, tapi kurang tepat.

Pillow talk sebenarnya, dan lebih tepatnya, adalah obrolan setelah hubungan seks dan sebelum tidur dari sepasang kekasih. Lebih jelasnya, Urban Dictionary menyebut, pillow talk adalah perbincangan yang terjadi setelah hubungan badan yang lebih dari sekedar perbincangan biasa.

Jadi buat kamu yang selama ini mengartikan pillow talk sebagai perbincangan sebelum tidur, sekarang jadi tahu ‘kan makna sebenarnya?

Jangan langsung tidur habis ena-ena! Pillow talk ternyata momen yang bisa jadi perekat hubungan.

Obrolin yang santai aja via i.guim.co.uk

Bagi beberapa pasangan, hal yang dilakukan setelah melakukan hubungan seks, tak lain langsung tidur. Namun mereka ternyata telah kehilangan momen hangat yang bisa membuat sebuah hubungan menjadi lebih spesial. Ketika sepasang kekasih langsung tidur, maka mereka telah melewatkan ritual pillow talk.

Pillow talk adalah ritual penting dalam rangka relaksasi fisik dan mental usai orgasme. Tak perlu bicarakan hal-hal yang berat. Mengobrolah tentang hal-hal ringan dan lucu yang kamu alami di hari itu. Dalam sebuah laporan, Psychology Today menyebut, selain efek positif soal keintiman akan diterima sepasang kekasih, pillow talk juga meningkatkan produksi hormon oksitosin saat orgasme.

Selain itu, dalam UConn Magazine, Amanda Denes, asisten Profesor Departemen Komunikasi Universitas Connecticut Amerika Serikat, menjelaskan kala ritual pillow talk sedang berlangsung, hipotalamus (bagian dari otak) akan memproduksi hormon secara alami yang membuat siapa saja merasa lebih bahagia dan nyaman terhadap pasangannya

“Salah satu variabel penting yang juga memengaruhi keberhasilan pillow talk adalah adanya aktivitas seks sebelumnya. Karena, ketika seseorang mengalami orgasme, akan terjadi perubahan fisiologis yaitu lonjakan hormon cinta. Namun, lonjakan hormon cinta ini efeknya akan lebih maksimal bila dilakukan pillow talk,” ungkap Amanda Denes, asisten Profesor Departemen Komunikasi Universitas Connecticut AS dalam UConn Magazine.

Pillow Talk juga bisa jadi salah satu penilaian seberapa sayangnya kamu terhadap pasangan dan sebaliknya.

Jadi pengen buru-buru nikah :’) via i.telegraph.co.uk

Jangan salah lho, pillow talk bisa kamu jadikan acuan untuk menilai seberapa besar kasih dan sayang pasangan terhadapmu. Pasangan yang baik pasti akan menyempatkan diri untuk melakukan ritual pillow talk. Kita bisa menilai semakin malas seseorang melakukan pillow talk bersama pasangannya, maka sejalan pula dengan besar kecil rasa sayangnya.

Tak pernah ada pembicaraan resmi soal ini memang, tapi setuju atau tidak, pillow talk adalah seperti itu. Bisa menjadi penilaian seberapa sayangnya kamu terhadap pasangan. Sempatkanlah untuk saling mengisi obrolan dan menjadikan pillow talk sebagai ritual bersama.

Kalau ada yang bilang membicarakan uang, pekerjaan, dan anak sebagai topik yang tidak disarankan di ranjang, maka kita sepakat menyutujuinya demi menghindari salah paham. Pillow talk yang baik harusnya yang menarik  untuk dibahas, diketahui oleh keduanya, dan kalau bisa hal-hal yang ringan.

Buat kamu yang masih lajang jangan mupeng, pillow talk juga nggak cuma soal kata-kata, tapi bisa diikuti dengan sentuhan-sentuhan manja dengan relaks. Kalau kata gaulnya sih saling ndusel-ndusel. Duhhh, Hipwee nggak tanggungjawab yah kalau kamu jadi baper dan mupeng. Makanya buruan nikah sana~