#DearMantan,

Halo! Lama tak bersua. Sedikit ironis, karena dengan kamulah saya pernah banyak berbagi cerita. Cerita yang menurut orang lain mungkin harus saya lupakan segera, walau realistisnya, nggak mungkin juga saya melupakannya.

Tentunya saya malas mengingat hal-hal buruk atau pahit tentangmu. Oleh karenanya, saya memilih mengenang hal-hal positif, hal-hal manis, atau lucu.

Saya pun tahu saya pernah melakukan banyak kesaahan. Maka, saya ingin minta maaf padamu sekarang.

#DearMantan, silakan disimak ya dan maaf jika melalui tulisan ini membuatmu jadi terbawa perasaan tentang masa lalu bersama saya.

1. Maaf ya dulu saya belum bisa dandan. Jadi ingat dulu bahkan saya gak tahu bedanya lip gloss dan lip balm.

Advertisement

tapi sekarang saya malah tahu sampai lipstick matte <3 via www.instagram.com

“Kamu kok pucat banget?”

“Iya, lupa gak pakai lipbalm soalnya.”

“Maksud kamu lip gloss?”

“Lho bukannya sama ya?”

#DearMantan, percakapan di atas pernah menjadi topik obrolan kita dahulu. Saya yang tak paham bagaimana caranya berdandan saat ini telah berubah. Dulu bisa dibilang saya sama sekali tak mengetahui tentang merawat wajah dan tubuh. Saya pun malu sebenarnya karena ternyata kamu yang lebih memahami hal tersebut.

#DearMantan, tapi kali ini sudah berbeda. Semakin dewasa saya mengetahui bagaimana seharusnya berpenampilan dengan baik dan menarik. Dunia yang saya geluti sekarang ini juga menunjang untuk merubah penampilan.

2. Maaf ya dulu saya sering manja. Inginnya sih supaya punya kenangan manis berdua, eh ternyata kamunya gak suka.

maaf kalau kamu ternyata gak suka via 25.media.tumblr.com

#DearMantan, sikap saya dulu mungkin memang menyebalkan. Saya yang masih awam mengenai hubungan jadi mengecewakanmu. Dulu saya pikir dengan bermanja-manja kamu akan senang. Namun ternyata sebaliknya, kamu bosan dan jengah dengan sikap manja tersebut. Kamu pun berkata bahwa saya seperti anak kecil.

#DearMantan, maaf jika dulu saya sering bermanja-manja ke kamu dan saya tak tahu kalau ternyata dirimu tak menyukainya. Sekarang saya udah nggak manja, kok. Apalagi kalau ke kamu 😉

3. Maaf ya dulu saya sering meminta tolong ke kamu. Padahal itu cuma akal-akalan saja biar sering bertemu.

itu cuma akal-akalan saya aja. maaf telah merepotkan via 38.media.tumblr.com

“Kamu bisa tolongin gak nanti ke rumahku anterin barang?”

“Bawain apa?”

“Barang-barang, cukup banyak sih hehe.”

“Hmm…”

#DearMantan, maaf kalau saya dulu sering merepotkan. Banyak hal yang telah saya minta, namun kamu tetap mau membantu. Mungkin kamu dengan berat hati ingin meringankan beban, tapi terima kasih tetap saya ucapkan kepadamu. Semua itu saya lakukan semata-mata hanya sebagai alasan agar kita sering bertemu. Seperti anak kecil mungkin, tapi dulu saya memang polos.

4. Maaf ya dulu saya egois. Inginnya selalu menjadi nomor satu bagimu.

maafkan saya yang dulu egois padamu via www.tropical-tanning.com

#DearMantan, kalau boleh ingat masa lalu saya sangat egois ya padamu. Inginnya saya selalu menjadi nomor satu dalam hidupmu. Oleh karena itu, tak heran saya jadi sangat menyebalkan bagimu. Kamu gerah dengan apa yang saya lakukan dan malas menanggapinya.

#DearMantan, maaf atas perilaku saya dahulu yang telah mengecewakanmu. Keegoisan ini telah membuat kamu jadi malas dengan saya dan maka dari itu lah kita berpisah. Saat  ini saya telah berubah dan berusaha menghilangkan sikap egois tersebut. Sekali lagi maaf atas sikap yang tak mengenakkan padamu.

5. Maaf ya dulu saya pendiam. Gimana lagi, dulu kan saya selalu hanyut memandangimu ketika sedang berdua.

maaf karena saya terhanyut memandangimu via www.dramabeans.com

#DearMantan, pasti dulu kamu sangat bosan bersama saya. Banyak momen telah kita lalui namun saya sering diam membisu. Bukan karena malas bersamamu, tapi tak lain karena saya terlalu terhanyut memandangi wajahmu.

#DearMantan, momen kebersamaan ini mungkin membosankan bagimu tapi tidak bagi saya. Maaf karena dulu mungkin kamu anggap saya pendiam. Sekarang saya tahu harus bagaimana menyikapinya. Jika saya sedang nyaman memandangi sang pujaan hati yang baru, kata-katapun harus ada yang terucap, tak seperti dulu.

6. Maaf ya dulu saya terlalu sibuk. Hanya untuk mengejar impian demi kebahagiaan masa depan bersama.

kesibukanku kini telah membuahkan hasil via www.stylishwife.com

#DearMantan, dulu saya sangat sibuk hingga banyak waktu yang tak bisa dihabiskan bersama. Kesibukan tersebut sebenarnya dilakukan semata-mata demi kebahagiaan masa depan bersama. Tapi ternyata hal itu sulit kamu terima dan beginilah hubungan kita sekarang.

#DearMantan, puji syukur saat ini kebahagiaan yang saya impikan telah tercapai. Maaf kepadamu karena kesibukan yang membuat saya sukses seperti sekarang telah membuahkan hasil yang baik.

7. Maaf ya dulu saya banyak tak memahamimu. Mungkin dulu masih belum mengerti bagaimana caranya membina hubungan dengan baik.

maafkan diri saya yang dulu via www.elcrema.com

#DearMantan, maaf dulu saya belum bisa memahamimu dengan baik. Banyak hal yang saya lakukan ke dirimu ternyata tak sesuai ekspektasi. Kamu ternyata tak menyukainya dan malas menanggapi saya. Mungkin semua itu butuh proses, karena jujur saat itu saya belum mengerti bagaimana caranya membina hubungan dengan baik.

8. Maaf ya dulu saya punya banyak kesalahan. Terima kasih karena dari situ saya mendapat banyak hal.

terima kasih ya atas kenangannya. sekarang saya sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya ;p via www.billboard.com

#DearMantan, bohong kalau saya tak memiliki kesalahan padamu. Sebagai seseorang yang pernah hadir dalam hidupmu, saya memiliki kesalahan-kesalahan yang bisa saja tak disadari. Oleh karenanya, saya meminta maaf kepadamu dan terima kasih atas kenangan yang dapat dijadikan pelajaran berharga saat ini.

#DearMantan, maaf ya dulu saya telah mengecewakanmu. Maaf kalau dulu banyak hal yang saya lakukan tapi jarang membuatmu bahagia. Maaf kalau kenangan bersama saya bagimu merupakan kenangan pahit yang harus dilalui. Saat ini saya sudah memiliki pelajaran berharga yang membuat diri ini berubah ke arah yang lebih baik. Terima kasih atas kebersamaan dulu yang sekarang menjadi hal berharga dalam hidup saya.