Hadirnya media sosial seperti saat sekarang ini memang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan berbagi informasi. Di manapun berada, orang-orang akan mudah berhubungan melalui berbagai platform media sosial ini. Alhasil, kehadiran media sosial juga bisa jadi wadah untuk saling berbagi informasi dalam forum-forum satu minat atau hobi. Namun ternyata, nggak semua forum menggunakan media sosial untuk minat-minat yang positif.

Baru-baru ini sebuah tindak kriminal terungkap dan membuat geger publik lewat tersiarnya sebuah forum yang amoral. Siap-siap menahan nafas, karena akan ada banyak realitas mengerikan yang akan kalian temukan di berita ini.

Grup Facebook bernama Official Candy’s Group ini merupakan kumpulan pemangsa anak kecil (baca: pedofil) yang selama ini berkeliaran di media sosial

Grup Facebook Pedofil via www.instagram.com

Beberapa bukti screenshoot menyebar dengan cepat di berbagai media sosial. Isi screenshot tersebut berupa percakapan beberapa orang dalam grup Facebook yang bernama Official Candy’s Group. Jika dilihat di foto grupnya, mungkin orang akan terkecoh dan menganggap kalau grup ini untuk penggemar permainan Candy Crush. Tapi ternyata grup ini dipergunakan oleh jaringan pedofil online untuk saling berbagi informasi dan tips serta trik. Tercatat lebih dari tujuh ribu orang bergabung dengan grup yang ada di media sosial tersebut.

Melalui grup ini, para pedofil berbagi cerita, pengalaman, dan saran dalam melakukan tindak asusila mereka

Kelakuan mereka bikin geram via www.instagram.com

Advertisement

Seperti yang terlihat di screenshoot yang beredar, melalui grup ini para pemangsa anak kecil ini berbagi cerita, pengalaman, dan saran tentang anak yang mereka jadikan korban atau dipanggil dengan Loli ini. Mereka nggak segan-segan bertanya bagaimana cara mendapatkan Loli, cara mengajari mereka melakukan tindak asusila, dan lain sebagainya. Membaca tulisan-tulisan di grup ini memang bikin ngeri dan kesal, seolah-olah mereka tengah memperbincangkan hal yang wajar dan normal. Apalagi mereka melakukan ini secara terang-terangan di media sosial. Meskipun closed group, tapi tetap saja jaringan pedofil online ini seakan nggak ada takutnya kalau apa yang mereka lakukan terbongkar.

Kumpulan pedofil ini terbongkar setelah beberapa emak-emak memutuskan untuk melaporkan pada pihak yang berwajib

Mengerikan via www.instagram.com

Dan akhirnya, kasus tentang tindak asusila yang dilakukan kepada anak kecil ini sampai juga ke pihak yang berwajib. Hal ini diawali dari laporan seorang ibu bernama Michelle Dian Lestari dan kawan-kawannya. Dilansir dari laman Kompas.com, salah seorang rekan Michelle bernama Risrona Talenta Simorangkir bercerita bahwa ada grup bernama Candy’s yang mengumpulkan foto-foto porno anak-anak. Akhirnya, setelah berkonsultasi dengan LSM terkait, Michelle dan rekannya melaporkan grup bernama Official Loli Candy’s 18+ ke aduan konten Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Setelah akun tersebut ditutup, kemudian munculah akun baru jaringan pedofil online ini dengan nama Official Candy’s Group. Barulah akhirnya, para emak-emak ini melaporkannya ke pihak berwajib untuk menelusuri keberadaan grup ini. Dan tiga hari setelah mengirimkan tautan berupa hasil screenshot kepada polisi, empat orang admin grup ini langsung dibekuk.

Berkat Michelle dan kawan-kawan, para admin pun telah ditangkap dan bakal ditelusuri lebih lanjut tentang jaringan mereka yang sudah mendunia ini

Beberapa admin sudah ditangkap via kumparan.com

Hingga saat ini, polisi masih terus menelusuri jaringan pedofil online ini. Ternyata jaringan ini berskala internasional. Mereka terhubung dengan beberapa grup lain yang berasal dari beberapa negara. Setidaknya ada 12 akun yang ada dan salah satunya adalah akun lokal. Selain di grup Facebook, para pemangsa anak kecil ini juga melancarkan aksinya di melalui grup Whatsapp dan telegram.

Ya, berkat keputusan sekumpulan emak-emak ini, jaringan pedofil online ini akhirnya terungkap dan ditangkap. Bayangkan saja jika mereka mengabaikan keberadaan grup pedofil ini. Mungkin saja para pedofil yang bersembunyi di sekitar kita akan semakin merajalela dan mengembangkan jaringan mereka. Keberanian ibu-ibu ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh. Sebagai netizen, kita harus ikut berkontribusi dengan melakukan pengawasan dan melaporkannya kepada pihak berwajib jika ada kejahatan berbasis internet seperti ini. Apa yang dilakukan Michelle dan rekan sesama “emak-emak” ini juga membuktikan bahwa media mempunyai kekuatan untuk mengungkap kejahatan.

Semoga saja tidak ada grup pedofil berbasis internet lagi ya guys. Dan jangan lupa tetap waspada lingkungan sekitar. Apalagi kalau kamu punya adik atau anak yang masih kecil dan sering tinggal dan main di rumah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya