Terlahir sebagai anak tunggal, pasti memiliki banyak suka dan duka. Rasa suka itu jelas dirasa dari kasih sayang orangtua yang diberikan utuh untukmu. Tapi jelas, ada juga rasa sepi karena tidak ada saudara kandung yang bisa jadi partner in crime.

Stigma negatif rasanya juga menjadi hal yang sering didapatkan oleh anak tunggal. Bagi kamu yang nggak mengenal pribadi mereka dengan baik, maka kamu akan berpikir kalau anak satu-satunya sudah pasti akan tumbuh sebagai seorang yang manja, egois, keras kepala, dan cuek dengan lingkungan sekitarnya.

Kalau pikiranmu masih mengarah pada stigma tersebut, coba deh simak hal-hal di bawah ini yang akan membuatmu sadar kalau anak tunggal itu nggak sebatas anak mami. Banyak kelebihan mereka yang sebenarnya belum kamu mengerti.

Siapa bilang sih anak tunggal itu manja? Justru dia terbiasa melakukan semuanya sendirian tanpa bantuan siapa-siapa

aku nggak manja kok, aku penyayang tulen! via 25.media.tumblr.com

Anak satu-satunya selalu identik dengan hal yang satu ini. Ya, dia selalu dicap sebagai anak yang dimanjakan oleh orangtuanya. Kalau kamu berpikir demikian, maka cobalah mulai sekarang hapus pikiran itu. Justru anak tunggal merupakan sosok yang mandiri jika dibandingkan dengan yang lain. Alasannya jelas, karena anak tunggal terbiasa menghadapi berbagai situasi sendiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Jadi, apa masih mau menyebut anak sematawayang ini sebagai anak yang manja? 🙂

Anak tunggal nggak seegois yang kamu pikir. Malah ‘kesepiannya’ bikin dia sangat peduli pada orang lain

Advertisement

egois? kamu kali yang egois. via www.codigonuevo.com

Kamu mungkin beranggapan kalau anak tunggal itu adalah sosok yang memiliki egois tinggi karena dia nggak terbiasa untuk berbagi. Pada kenyataannya, dia bisa kok berbagi. Justru akan sangat senang jika bisa berbagi dengan orang lain lantaran dia nggak lagi merasa kalau hidupnya cuma sendirian.

Selain itu, sebagai seorang anak tunggal dia juga memiliki pengertian yang besar kalau keinginannya bukanlah satu-satunya hal yang harus dituruti. Pengertian itu pun timbul dari rasa nyamannya yang keluar ketika bisa bertemu dan berbagi dengan orang lain.

Dia juga bukan seseorang yang ambisius dan keras kepala. Justru anak tunggal benar-benar bisa memahami kondisi sekitarnya.

aku cuma PD, bukan ambisius. via aurapsikologi.com

Sebagai seorang yang terbiasa sendiri, anak tunggal justru terbentuk sebagai seseorang yang peka dengan lingkungan sekitar, terlebih saat hal itu menyangkut dengan banyak orang. Dia akan berusaha mengerti dan membuat nyaman kondisi di sekitarnya. Berangkat dari hal itu, anggapan kamu yang menilai kalau anak tunggal adalah orang yang ambisius dan keras kepala terpaksa harus dipatahkan.

Mereka bukanlah sosok yang ambisius, tapi lebih mengarah pada orang yang selalu optimis untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik baginya dan orang di sekitarnya. Mereka juga bukan sosok yang keras kepala, karena pada kenyataannya anak tunggal juga mau dikoreksi atas apa yang nggak berkenan. Jadi, jangan salah sangka ya.

Kalau kamu mengira anak tunggal adalah orang yang tercuek, bayangkan mereka kelak akan merawat orangtua sendirian. Tanpa bantuan saudara

aku diam bukan berarti aku cuek… via www.inspiringwallpapers.net

Tercipta sebagai seorang anak tunggal justru akan membuatnya sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan jauh dari kata cuek yang selama ini kamu pikirkan. Dia memang sendiri, tapi bukan berarti dia nggak peduli dengan apa yang ada di hadapannya.

Dihadapkan pada kenyataan bahwa kelak dia jadi satu-satunya orang yang mengurus orangtua sebenarnya anak tunggal punya tingkat kepedulian level dewa. Coba deh ya mulai sekarang, jangan lagi memberikan penilaian kalau anak tunggal itu adalah seseorang yang cuek. 🙂

Kenyataannya, hidup sebagai seorang anak tunggal nggak seenak yang kamu pikirkan. Banyak perjuangan yang harus dirasakan

bahagia bukan cuma soal harta… via wallpaperscraft.com

Untuk kamu yang selalu menilai baik kehidupan anak tunggal dari materinya, maka itu adalah pemikiran yang akan lebih baik kalau kamu hapuskan. Kenyataannya hidup sebagai anak tunggal nggak melulu bahagia. Dia merasakan kesepian yang sebenarnya lantaran nggak ada saudara kandung yang bisa diajaknya bermain dan bertengkar.

Kamu harus ingat, kalau harta atau hidup yang nyaman nggak akan pernah cukup untuk menggantikan kesepian yang dirasakan anak tunggal. Lagipula kebahagiaan nggak akan pernah bisa diukur hanya dengan materi yang cukup atau bahkan melimpah.

Semoga hal-hal di atas dapat membantu kamu memahami bagaimana kehidupan anak tunggal yang selama ini sering kamu anggap sebelah mata. Pada dasarnya semua manusia diciptakan sama, tinggal bagaimana kamu bisa menilainya. Positif selalu ya, Guys. 🙂